<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987</id><updated>2011-04-22T00:44:12.238+07:00</updated><title type='text'>noTrash</title><subtitle type='html'>I dont know where noTrash i got from. But that words is diffrent it's really diffrent than others. As i know trash was the place of waste. Apparently noTrash should be double T. Intended here Trash is not the place of waste, although the fact is trash! :D</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imponk.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>291</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110465641089410682</id><published>2005-01-02T15:41:00.000+07:00</published><updated>2005-01-02T16:32:46.963+07:00</updated><title type='text'>Peta yang Berubah</title><content type='html'>&lt;img alt="foto dari satelit" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/musibahaceh/petaberubah.jpg"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110465641089410682?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110465641089410682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110465641089410682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2005/01/peta-yang-berubah.html' title='Peta yang Berubah'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110464863281117246</id><published>2005-01-02T13:30:00.000+07:00</published><updated>2005-01-02T13:50:32.813+07:00</updated><title type='text'>Perenungan Masih Harus Berlanjut...</title><content type='html'>Tahun baru kali ini masih seperti dulu, tetap dirayakan. Walaupun warnanya agak berlainan dengan tahun-tahun lalu, setidaknya tidak &lt;em&gt;segembyar&lt;/em&gt; dulu. Masih dengan letusan kembang api gemerlap di langit. Ada sebagian yang menambahkan acara perenungan disana. Merenung. Mengenang Aceh yang dilanda bencana. Ada yang menyalakan seribu lilin sebagai rasa ikut prihatin atas musibah itu. Di stasiun-stasiun televisi, acara tahun baru digunakan sebagai acara penggalangan dana. Dengan diselingi lagu-lagu "duka". Para artis tampil lain. Mereka berkostum hitam-hitam. Meskipun lain, kesan wah tetap mewarnainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam tahun baru yang disulap menjadi malam perenungan seolah sangat positif. Padahal perenungan seharusnya dilakukan tiap saat. Tidak hanya menunggu momen tahun baru. "Apa gunanya malam tahun baru digunakan sebagai malam perenungan, namun setelah itu tidak ada &lt;em&gt;follow up&lt;/em&gt;-nya?" komentar temanku pada salah satu postingan. Padahal setiap kesempatan, setiap kejadian, kita patut menungi atasnya. "Terasa lucu kalau perenungan dilakukan hanya sekadar memperingati tahun baru. Bagi saya merenungi diri sendiri seharusnya dilakukan setiap waktu, yang kita kerjakan setiap hari," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, perenungan harus terus berlanjut. Dalam agama ia berarti &lt;em&gt;muhasabah&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Muhasabah&lt;/em&gt; tidak harus menunggu tahun baru, tetapi tiap waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110464863281117246?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110464863281117246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110464863281117246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2005/01/perenungan-masih-harus-berlanjut.html' title='Perenungan Masih Harus Berlanjut...'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110460217441803424</id><published>2005-01-02T01:12:00.000+07:00</published><updated>2005-01-02T01:13:10.453+07:00</updated><title type='text'>Selamat Berbudaya!</title><content type='html'>&lt;em&gt;Jagalah kebersihan&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Berapa sering anda menemui sebuah imbauan seperti ini yang terpampang besar dangan tulisan menyala dan menyolok untuk dilihat. Ketika anda amati sekitarnya, apakah memang benar-benar bersih seperti yang disarankan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda berada di luar negeri, kemungkinan besar, imbauan itu benar-benar mujarab. Seolah kata-kata itu adalah aparat yang sedang bertugas dan wajib untuk dituruti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saya membandingkan dengan keadaan di sekitarku, tulisan itu benar-benar tidak diindahkan. Betapa tidak, di kamar mandi ditulisi: &lt;em&gt;warning, setelah kencing harap disiram&lt;/em&gt; saja baunya minta ampun. Ini berarti, slogan ini benar-benar hanya hiasan belaka. Tidak diindahkan. Begitu pula dengan rambu-rambu lalu lintas yang baru dipasang di dekat lingkunganku. Jelas-jelas ada rambu huruf P yang dicoret yang berarti dilarang parkir disitu malah dipinggirnya "bertengger" mobil dengan tenangnya, parkir di bawah rambu-rambu. Atau lagi, larangan buat PKL untuk berdagang di pinggir sepanjang jalan tertentu tetapi anehnya, tiang peraturan tadi malah menjadi tiang penyangga PKL yang sedang berjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah para PKL yang berdagang bertambah banyak. Tulisan larangan berdagang ini menjadi tidak berarti. Bahkan seolah-olah tulisan imbauan inilah yang salah. PKL-lah yang benar. Kenapa tidak dicabut saja? Hahaha, inilah yang lucu, PKL tetap mangkrak, rambu-rambu juga tetap ada. Mereka bertetangga dengan rukun. Tidak ada yang mengusik dan tidak ada yang memperingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa di luar negeri bisa tertib dan menindahkan imbauan seperti ini? &lt;br /&gt;Seharusnya sifat-sifat positif (disiplin dan taat pada rambu-rambu) seperti inilah yang senantiasa kita serap sebagai budaya. Bukan hanya budaya-budaya hura-hura yang kita serap. Selamat berbudaya! Selamat bertahun baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110460217441803424?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110460217441803424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110460217441803424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2005/01/selamat-berbudaya.html' title='Selamat Berbudaya!'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110452737368932407</id><published>2005-01-01T03:52:00.000+07:00</published><updated>2005-01-01T16:33:06.606+07:00</updated><title type='text'>Resolusi</title><content type='html'>Entah karena saya yang bodoh, kurang pengetahuan, atau istilah itu memang benar-benar baru. Saya mengenal istilah resolusi baru dua tahun ini. Dulu, dan juga kini, saya mengenal resolusi adalah jumlah &lt;em&gt;pixel &lt;/em&gt;pada monitor.  640 x 480, 800 x 640, atau 1280 x 1024. Istilah ini sering muncul dan dibicarakan ketika menjelang akhir tahun atau awal-awal tahun. "Sudah buat resolusi untuk tahun ini?" begitu paling-paling pertanyaan yang bertebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi, mungkin adalah seperti naskah pribadi (saya lebih mengenal ini ketimbang resolusi), merupakan sebuah &lt;em&gt;planning&lt;/em&gt; akan masa depan. Dimana semua rencana, rancangan keinginan dibuat dalam sebuah daftar dan terget-terget yang akan dicapai.  (apakah benar definisi saya?) Memang, kedengarannya sangat indah karena hidup selalu direncanakan. Tidak hanya indah, tetapi memang seharusnya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, ada tips membuat resolusi, kalau ingin melihat, &lt;a title="5 tips menulis resolusi tahun baru" href="http://enda.goblogmedia.com/5-tips-singkat-untuk-menulis-resolusi-tahun-baru-new-year-resolution-yang-antigagal.html" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;. Walau agak sedikit kocak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110452737368932407?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110452737368932407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110452737368932407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2005/01/resolusi.html' title='Resolusi'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110451188845642511</id><published>2005-01-01T01:00:00.000+07:00</published><updated>2005-01-01T16:30:21.480+07:00</updated><title type='text'>Pergantian Tahun Tanpa Terompet</title><content type='html'>Barangkali hanya sebuah kebiasaan. Sudah bertahun-tahun sejak saya lahir, pergantian tahun tidak pernah saya rayakan. Baik dengan hura-hura di jalanan maupun dengan terompet. &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;, kali ini juga tidak. Bukan karena larangan tidak untuk merayakan tahun baru seperti imbauan pemerintah, tetapi meskipun tidak ada larangan, perayaan pun tidak akan saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu kali, entah tahun berapa, saya punya keinginan untuk memberi "kesan" pada tahun baru. Keinginan ini bermula hanyalah meniru, atau sekadar ingin merasakan, bagaimana &lt;em&gt;sih &lt;/em&gt;memberi kesan pada pergantian tahun? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu sengaja saya tidak tidur, ingin merasakan bagaimana pergantian tahun itu dilewati. Sendiri. Di kamar shalat sambil baca-baca. Sementara di luar sedang hujan. Entah, mungkin karena terbawa arus sebuah cerita dari buku yang saya baca, akhirnya saya jadi ikut larut dan merasa haru oleh cerita sedih itu. Tak terasa, saya menangis. Inilah sebuah kesan yang dapat saya tangkap dari sebuah pergantian tahun. Beginikah rasanya menikmati tahun baru --ala orang tak punya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, hanya cukup satu kesan itu saja. Saya tak ingin membuat kesan-kesan yang lainnya. Mau-tak-mau pergantian tahun pasti akan terjadi, baik dirayakan maupun tidak. Baik ada terompet atau tidak. Seharusnya malam ini adalah malam perenungan. (sedih sekali kalau melihat &lt;a title="mereka berempati, kita...?" href="http://republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=182587&amp;kat_id=3" target="_blank"&gt;realitas kita yang selalu kalah dengan yang lain&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana anda bertahun baru kali ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110451188845642511?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110451188845642511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110451188845642511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2005/01/pergantian-tahun-tanpa-terompet.html' title='Pergantian Tahun Tanpa Terompet'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110446825902116266</id><published>2004-12-31T11:27:00.000+07:00</published><updated>2004-12-31T11:44:19.020+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Akhir Tahun</title><content type='html'>Tak terasa, kita sudah di penghujung tahun 2004. Perjalanan yang sangat sebentar bila kita mengangankannya kembali. Bila kita merenungkan perjalanan yang telah kita tempuh, kita akan tahu: inilah jalan yang telah ditunjuki-Nya. Kemudian kita akan berkata "Maha sempurna Dzat yang telah mengatur semua ini." Saya sendiri merasa ajaib, bisa berkata-kata seperti ini. Sungguh, mungkin ini tidak akan terjadi dua atau tiga bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal selangkah lagi kalender akan berganti dengan yang baru. Sementara kalender lama mungkin akan terbuang, atau menjadi kenangan, atau mungkin juga menjadi catatan. Banyak peristiwa yang telah terjadi, baik yang tersadari ataupun yang tidak tersadari (ada dalam lingkaran kontrol kita maupun diluarnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana lazimnya kehidupan, memang, ia kaya akan warna. Tidak hanya ungu dan biru saja, terkadang warna kuning terus mendominasi. Terkadang berbaur sehingga kita tidak bisa menyebut warnanya. Pergumalan, pergulatan, dan pencarian terus berproses dalam diri. Tanya dan jawab silih berganti sebagaimana kebahagiaan dan musibah yang saling menghiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah semua yang telah terlalui semakin mendewasakan diri kita? Adakah kita selalu lulus dari "soal" yang diberikan-Nya? Mungkin saat ini, kita belum tahu jawaban atas kejadian yang ditimpakan kepada kita. Tapi suatu hari, jawaban itu akan muncul kala kita merenungi. Ayo kita cari jawabannya. Saya yakin, ada berjuta-juta hikmah disana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110446825902116266?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110446825902116266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110446825902116266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/refleksi-akhir-tahun.html' title='Refleksi Akhir Tahun'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110292170105706940</id><published>2004-12-13T14:05:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T14:08:21.056+07:00</updated><title type='text'>Pindah</title><content type='html'>Setelah menimbang dengan sungguh-sungguh, berpikir dengan waras, akhirnya saya putuskan untuk pindah di blog baru, letaknya &lt;a href="http://imponk.blogsome.com"&gt;disini&lt;/a&gt;. Tapi saya belum kepikiran apakah niat ini sudah pasti. Pokoknya untuk sementara saya posting di blog baru. Kayaknya enak sih :) Terima kasih banyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110292170105706940?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110292170105706940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110292170105706940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/pindah.html' title='Pindah'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110287845401709244</id><published>2004-12-13T02:01:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T03:17:35.886+07:00</updated><title type='text'>Depresi</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/takeiteasy.jpg"&gt;Sebelumnya saya ucapkan terima kasiiiiiih kepada seseorang yang telah memberikan sesuatu yang berharga kepada saya berupa buku gratis yang diberikan via pos. Seseorang yang tinggal di Bandung yang belum saya kenal. Mula-mula saya tak percaya dengan apa yang ditulisnya via email, tetapi ternyata benar, siang hari berikutnya, sebuah paket datang ke alamat saya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Saya tidak dapat membalas apa-apa, hanya dapat mendoakan semoga Allah yang memberikan balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judulnya &lt;em&gt;Take It Easy Guys&lt;/em&gt;, terbitan Kaifa For Teens, group &lt;a href="http://mizan.com"&gt;Mizan&lt;/a&gt;. Buku ini sangat menarik dan diperlukan bagi siapa saja. Kenapa? Setiap orang berpeluang besar untuk depresi dan dalam buku inilah cara-cara mengatasi depresi akan dibahas tuntas dengan tips-tips yang menyenangkan. Untuk mendapatkannya silakan pergi ke toko buku terdekat [Ihhh, promosi banget :D], atau kalau anda beruntung anda bisa memperolehnya seperti saya ;) Dalam buku ini membahas tentang bagaimana tips-tips ketika mengalami depresi. Mengenali, sekaligus memberikan solusi terbaik untuk mengatasi depresi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupa-rupanya depersi merupakan sesuatu yang lumrah yang bisa menimpa siapapun. Tidak hanya dari seorang yang tidak sukses dan melarat, tapi orang yang berkecukupan, bahkan sukses dan kaya pun dapat juga terserang penyakit ini. Ya, depersi merupakan sebuah penyakit psikis yang bisa jadi sangat berbahaya karena dapat membuat penderitanya melakukan apa saja diluar pikiran normal, seperti bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku bersampul kuning bergambar kartun atraktif ini dikarang oleh Bev Cobain, yang merupakan sepupu dari Kurt Cobain. Dimana Kurt Cobain merupakan vokalis grup rock ternama Nirvana yang meninggal akibat bunuh diri dikarenakan depresi. Nah, orang seperti Kurt Cobain yang terkenal pun ternyata memiliki sejuta masalah yang menyebabkan hidupnya tertekan sehingga pada keputusan yang paling menyedihkan: bunuh diri! Sang pengarang, rupa-rupanya juga terinspirasi oleh hal ini, karena ia merupakan seorang profesional dalam bidang kesehatan mental. Akhirnya ia mengarang buku yang berharga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah depresi? Kalau pertanyaan itu ditujukan kepada saya maka saya akan menjawabnya. Ya, pernah. Bahkan tidak hanya pantas disebut depresi, tetapi lebih tepatnya super duper depersi. Hehe.. karena saking depresinya. Saat itu, saya sudah sangat kalut sampai-sampai ada keinginan untuk mati! Tapi untung saya masih sadar bahwa bunuh diri merupakan dosa besar yang dilarang oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menyebabkan saya depresi diantaranya adalah tentang keinginan kuliah yang tak terlaksanakan. Karena memang saya dari latar belakang keluarga yang kurang mampu. Sedangkan untuk kesana saya [maksudnya orang tua saya] harus mempunyai cukup dana sebagai biaya. Saya masih teringat bagaimanakah sikap yang saya ambil akibat keadaan yang menghimpit itu. Setiap hari saya hanya mengurung diri di dalam kamar. Saya malu ketika dilihat tetangga, teman, sesudah lulus Aliyah tidak dapat melakukan sesuatu yang berarti. Tak bisa bekerja. Terlebih menyedihkan ketika melihat berberapa teman yang "melenggang" dengan bebasnya meneruskan ke perguruan tinggi di Surabaya maupun di kota-kota besar lainnya. Kerena mereka berkecukupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaanlah yang membuat saya depresi. Kalau saya pikir-pikir sekarang, perbuatan saya saat itu memang seperti tidak menyukuri apa yang telah di anugrahkan oleh-Nya. Betapa tidak, dalam kondisi yang serba tidak memungkinkan itu, saya masih tetap memaksa kedua orang tua saya untuk melakukan hal yang diluar jangkauan mereka. Memang saat itu saya dalam keadaan depersi, sehingga tidak bisa berpikir logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya Allah memberikan jalan, mengentaskan saya dari depresi yang berkepanjangan. Ceritanya, suatu hari seorang teman berkunjung ke tempatku. Dia mengajak untuk mendaftarkan diri ke sebuah lembaga pendidikan komputer yang katanya baru berdiri di tahun itu, namanya Akomnet Platinum. Sebuah lembaga pendidikan komputer yang menurutku sangat luar biasa! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri agak ragu dengan ajakan itu, bagaimana nanti biayanya? Yang menggembirakan adalah disana ada beasiswa untuk orang-orang yang tak mampu. Waaa, sebuah kabar gembira sekali. Akhirnya saya dan temanku mendaftarkan diri disitu, mengajukan surat keteragan tak mampu pada kelurahan setempat. Saya dapat terus bersekolah dengan tanpa mengeluarkan biaya serupiah pun. Mengambil jurusan desain grafis, sesuai dengan kecendrungan yang saya miliki. Satu tahun saya lalui. Meskipun tidak berkuliah "dengan sebenarnya", saya sudah merasa beruntung karena dengan itulah kemudian saya bisa bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja? Tidak. Masih banyak kehidupan kecilku yang penuh dengan depresi-depersi. Semoga dengan buku yang -walau bentuk fisiknya- kecil ini, dapat membuat saya mempelajarinya. Sekali lagi terima kasih kepada seseorang yang telah baik hati itu. &lt;em&gt;Jazakumullah khairal jaza&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110287845401709244?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110287845401709244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110287845401709244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/depresi.html' title='Depresi'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110287317925242739</id><published>2004-12-13T01:20:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T00:39:39.253+07:00</updated><title type='text'>Dari Blog Ini ke Itu</title><content type='html'>Berapa banyak &lt;em&gt;account &lt;/em&gt;blog yang anda miliki? satu, dua, tiga, empat, atau bahkan lebih :D Terus terang saya memiliki beberapa account dan alamat blog yang lebih dari satu bahkan ada yang kelupaan :D Mengenal dunia blog sekitar akhir tahun 2003, ketika itu sedang iseng mencari sesuatu. Disana saya "terdampar" pada sebuah catatan harian yang sangat mengesankan. Saya lupa waktu itu blognya siapa, pokoknya berisi sesuatu yang penuh pengetahuan. Ada banyak link teman disana yang jumlahnya belum seberapa. Wah, website menarik nih. Saya juga sempat terdampar di blognya Pak Dhani yang berisi tentang astronominya dan segala sesuatu yang diluar jangkauan otak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian penasaran ingin memiliki sebuah website (karena saya belum mengenal istilah blog) akhirnya saya membuat website di &lt;a href="http://geocities.com"&gt;geocities&lt;/a&gt;. Maklum, saat itu saya baru mengenal tempat &lt;em&gt;hosting &lt;/em&gt;gratisan disitu. Sangat-sangat mengagumkan, walaupun hasilnya sangat mengerikan! Singkat perjalanan akhirnya saya terdampar pada blognya &lt;a href="http://enda.goblogmedia.com"&gt;Pak Enda Nasution&lt;/a&gt;, waktu itu masih belum goblogmedia, tetapi masih tersimpan di tripod. Dari sanalah petunjuk membuat blog disediakan. Aha, sebuah tutorial yang sangat mengagumkan! Saya baca dan cermati caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai petunjuk, saya mendaftar di &lt;a href="http://blogger.com"&gt;blogger&lt;/a&gt;. Dan akhirnya jadilah blog seperti ini. Tetapi formatnya tidak seperti ini, jauh lebih jelekkk. Rasa keingin tahuan lebih tinggi, menyebabkan harus berusaha mengenal tenang html. Walaupun tidak begitu mahir dalam bidang ini, saya jadi sedikit lebih tahu, bagaimana sih format asli sebuah website itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian belajar cara memasang &lt;em&gt;commenting system&lt;/em&gt;, memasang &lt;em&gt;shoutbox &lt;/em&gt;yang daftar di doneeh. Waktu itu doneeh rame sekali dan belum familiar dengan fasilitas-fasilitas &lt;em&gt;shoutbox&lt;/em&gt; yang sakarang ini sangat banyak jumlahnya. Awal ngeblog, ya begitulah... Menulis dan menulis. Terus terang tulisannya sangat jelek sekali. Hingga sebagian dari tulisan ada yang saya &lt;em&gt;delete&lt;/em&gt; saking jeleknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya dari blogger, ketika melihat ada blog jenis baru, saya pun ingin mencobanya. Saya kemudian daftar juga di blogdrive yang katanya mempunyai tampilan format wysiwyg &lt;em&gt;(what you see is what you get)&lt;/em&gt;. Tak bertahan lama, akhirnya saya meninggalkannya dan tetap menggunakan blogger, karena saya sudah terlanjur tertarik dengan blogger sih :D Dan lagi, tidak memungkinkan untuk menulis di dua tempat yang sama-sama memiliki nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, saya kemudian berkenalan dengan &lt;a href="http://blogsome.com"&gt;blogsome&lt;/a&gt;, baru saja tadi sore saya menemukannya. Sebuah blog basis WP (word press) yang kelihatannya enak sekali. Coba lihat posting blogku yang di &lt;a href="http://imponk.blogsome.com"&gt;blogsome ini&lt;/a&gt;. Hehe... apakah nanti saya akan berpindah ke sana? Entahlah. Bagaimana menurut anda? Ternyata sekarang dunia tulis menulis makin menyenangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110287317925242739?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110287317925242739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110287317925242739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/dari-blog-ini-ke-itu.html' title='Dari Blog Ini ke Itu'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110280604213366190</id><published>2004-12-12T05:57:00.000+07:00</published><updated>2004-12-12T06:00:42.133+07:00</updated><title type='text'>Mari...</title><content type='html'>&lt;em&gt;Ups, pembahasan agama lagi :)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah menghormati antar agama itu harus bersikap berbaur sehingga tidak ada sekat yang membedakan? Menurut saya jelas hal itu sangatlah berlebihan. Sikap toleransi sudah cukup diberikan dengan memberikan kebebasan bagi pemeluk agama untuk menjalankan ibadah (bahasanya PPKn banget!) Dalam sejarah dulu di masa Nabi, jelas banyak sekali orang-orang yang kafir, musyrik, dan juga orang yang tidak percaya dengan tuhan dalam satu lingkungan. Mereka hidup berdampingan. Tetapi ada sesuatu yang cukup jelas membedakan antara keduanya. Dari potongan baju, cara berpenampilan, dan lain sebaginya, mereka tidak sama. Sehingga dapat dikenali dengan mudah, hal ini untuk mempermudah bagaimanakah kewajiban kalau saling bertemu, yakni saling mengucapkan salam. Makanya, ada semacam tuntutan untuk: jangan menyerupai orang kafir, barang siapa yang menyerupai, ia dikategorikan telah masuk dalam golongan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat yang plural, seperti di Indonesia sekarang ini. Jelas, hal semacam ini kurang begitu diperhatikan. Dengan dalih menebarkan "agama cinta", antar pemeluk agama dengan begitu bebasnya berbaur, bahkan --yang dikhawatirkan- tukar ibadah. Jelas hal ini sangat salah, karena agama mempunyai fondasi dan akar yang berbeda. Mempunyai catatan sejarah yang sangat panjang. Boleh jadi sesorang mengetahui kesemuanya, tetapi seseorang harus tetap memilih salah satu yang diyakini. Ibarat memilih sebuah baju, ia akan dituntut mengenakan satu saja, dan bukan malah mengenakan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kalau sudah beda mereka bertentangan? Tentu seorang yang menafsirkan begini adalah orang yang sangat tidak mengerti bahwa sesungguhnya tiada manusia satupun yang memiliki pemikiran yang sama persis satu dengan yang lainnya. Nah, perbedaan ini jangan disalah artikan dengan pertentangan. Malahan, dalam agama Islam sendiri, banyak sekali hukum-hukum dalam suatu kasus, yang tidak sama. Tetapi kesemuanya mempunyai dasar sendiri-sendiri yang sama kuatnya. Hukum ini mempunyai penerapan yang berbeda yang bersifat teknis, yang kebanyakan merupakan penghapusan kesan kaku dari keadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya menulis ini? saya cuma khawatir dengan hal-hal yang membaurkan disini. Seperti yang saya saksikan sendiri ;) Mari kita hidup berdampingan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110280604213366190?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110280604213366190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110280604213366190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/mari.html' title='Mari...'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110279929637826553</id><published>2004-12-12T04:06:00.000+07:00</published><updated>2004-12-12T04:41:29.840+07:00</updated><title type='text'>Usia</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/pertumbuhan.jpg"&gt;"Masak sih baru berumur 21?" Begitulah kebanyakan komentar yang keluar dari bibir seseorang yang saya bilangi dengan umurku yang sebenarnya. Bukan hanya dari segi tulisan seperti di shoutbox kemarin yang katanya tulisannya mateng, tetapi dari segi fisik saya yang sebenarnya. Beberapa teman kantor ketika saya bilangi tentang usia saya banyak yang tidak percaya. Sehingga saya harus membuktikanya dengan KTP yang saya punyai. Ya, fisik saya memang terlihat lebih tua dari usia saya yang sebenarnya. Saya sendiri tidak tahu mengapa bisa begitu. Ya, beginilah saya. Sebuah pemberian tuhan yang tiada dapat dirubah seenaknya. Teman-teman dilingkungan kerjaku umurnya semua lebih tua dari saya. Termuda paling-paling berumur 24 atau 25. Dan sayalah yang paling muda disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak di bangku sekolah, ciri-ciri fisik saya yang menunjukkan saya lebih tua memang sudah ada. Pertumbuhan kumis saya memang lain dari anak-anak pada umumnya. Mungkin itulah yang menyebabkan saya sedikit lebih tua. Saya memang tidak mencukurnya, karena takut pertumbuhannya malah semakin hebat. Temanku --yang juga tetanggaku-- memiliki kumis sepertiku yang dicukur, pertumbuhannya semakin hebat, dan saya tidak mau seperti itu. Biarlah pemberian tuhan ini saya syukuri. Pernah suatu kali, saya agak sedikit minder gara-gara ini. Tetapi akhirnya saya harus mensyukurinya. Untung saya seorang pria, lha kalo wanita, berkumis? Apa nggak malah lebih aneh kan? Berarti saya masih agak pantes. Kelebihan hormon? Hahaha... mungkin iya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal tulisan, tak ada yang kelihatan tua. Semua biasa-biasa saja. Banyak tulisan yang lebih "matang" dari pada semua ini. Bahkan ditulis oleh orang-orang yang berusia belasan. Contohnya, saya terkagum dengan tulisannya &lt;a href="http://syahrani.blogspot.com" target="_blank"&gt;Rani&lt;/a&gt; yang baru berusia 19 tahun itu. Bahkan seperti tak percaya, ketika membaca tulisan-tulisannya bila dibandingkan dengan usianya. Luar biasa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110279929637826553?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110279929637826553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110279929637826553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/usia.html' title='Usia'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110279383712295838</id><published>2004-12-12T02:25:00.000+07:00</published><updated>2004-12-12T02:44:00.183+07:00</updated><title type='text'>Seperti Kata Dewa</title><content type='html'>Semua berawal dari ketidakbisaan. Begitulah perjalananku selama ini. Ketika saya sholat di mushalla tadi, saya mendapati beberapa dokumen pekerjaanku tertumpuk rapi diatas lantai. Membentuk tumpukan-tumpukan tinggi nan menggunung. Hampir sepinggang, dengan sampul warna-warni. Disitulah tersimpan hasil pekerjaan yang telah ku lakukan dulu, semenjak pertama kali saya menginjakkan kaki di kota yang berjuluk Solo Berseri ini. Bekerja! (sebuah ungkapan indah). Tepatnya, kurang lebih dua tahun silam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, sungguh seperti tak percaya saya bisa berkesempatan bekerja seperti ini. Hanya sebuah lulusan yang tidak terakui di pendaftaran CPNS 2004 kemarin, bisa bekerja di lingkaran orang-orang bergelar. Berkumpul dengan orang-orang cerdik nan pandai dengan profesi sebagai kuli tinta, yang konon mempunyai derajat sama dengan Bupati setempat maupun Kapolresta. Kontan saja, dengan derajat yang setara itu, bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang berbeda bila berhadapan dengan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cukup lama juga saya berkutat disini. Terjebak dalam sebuah tanggungjawab besar yang konon sering disebut sebagi penyambung lidah rakyat. Berkutat pada rutinitas yang mau nggak mau harus saya nikmati. Terperangkap dalam kota yang sungguh berbeda dari kampung halaman yang saya diami dahulu. Meskipun tergolong lama, hal itu tidak cukup membuatku untuk mengenali pojok kota ini. Bahkan, jalur jalan-jalan pun tidak dapat saya kenali dengan baik. Saya memang bukanlah penjelajah! Entah, mungkin karena saya diambil dari "kolong jembatan", jadi saya merasa asing di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tumpuk pekerjaan tergeletak begitu saja. Saya mengambil satu dan membuka lembar demi lembar. Mencoba mengingat-ingat, kapan saat-saat pertama kali saya mengerjakan tugas. Beberapa lembar dapat saya ingat, tetapi banyak yang tidak dapat tersimpan dalam memori otakku. Saya kemudian bernostalgia dengan awal saat saya merasakan dinginnya ruangan ber-AC dan bekerja dalam tekanan &lt;em&gt;deadline &lt;/em&gt;yang keras. Bekerja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saat itu saya memang kerja keras. &lt;em&gt;Ujug-ujug&lt;/em&gt; mengerjakan dua halaman &lt;em&gt;fullcolour &lt;/em&gt;sekaligus. Beberapa temanku yang datang dari Surabaya hanya mengerjakan halaman hitam-putih yang lebih mudah. Awalnya saya mengira dengan halaman yang lebih berat itu, saya akan mendapat point lebih besar. Tetapi ternyata tidak, seperti diperlakukan tidak adil, kami -saya dan temanku- memperoleh gaji yang sama. Dalam hati saya cuma menghibur diri, dengan inilah saya lebih banyak belajar. Dan memang, kemampuan saya lebih berkembang. Ini terlihat ketika ditetapkan &lt;em&gt;rolling &lt;/em&gt;(bergantian tugas halaman) sayalah yang melakukan terbaik untuk halaman warna ini. Sehingga sampai detik ini, sayalah yang dipasrahi mengerjakannya. Anehnya, dalam kurun beberapa bulan teman saya malah tidak betah kerja disini dan akhirnya memilih keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sekali kesalahan-kesalahan besar yang telah saya lakukan, dulu. Saya dapat mencarinya disini. Tetapi saya tidak dapat mengingatnya dengan baik. Sayang, saya belum dapat menjumpainya saat membuka lembar demi lembar halaman itu. Mungkin terlewat, atau saya kurang cermat dalam megamati hasil kerjaanku sendiri. Di sana saya hanya menjumpai model iklan yang polos-super-polos hasil kerjaanku sendiri. Hehehe... saya jadi pengen ketawa melihat itu. Ternyata memang, semuanya dimulai dari ketidakbisaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang? Saya masih seperti dulu. Tapi semoga saat ini saya lebih bisa mensyukuri nikmat ini. Hidup adalah sebuah perjuangan, seperti kata Dewa dalam bait lagunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110279383712295838?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110279383712295838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110279383712295838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/seperti-kata-dewa.html' title='Seperti Kata Dewa'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110276170246754286</id><published>2004-12-11T17:30:00.000+07:00</published><updated>2004-12-11T19:20:40.243+07:00</updated><title type='text'>Hanya Dibutuhkan 1 Jam untuk Pintar</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" alt="siapa yang mau jadi milyarder" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/millonare.jpg"&gt;Hanya dibutuhkan 1 jam untuk pintar. Percaya nggak sih dengan ungkapan ini? Saya sendiri tidak begitu yakin ketika ungkapan ini disodorkan dihadapanku. Kepintaran adalah sesuatu yang mahal yang tidak bisa didapat begitu saja, menurutku. Seorang Albert Einstein yang menemukan rumus E=mc &amp;sup2; tidak begitu saja mendapakannya dengan mudah. Masa yang dilaluinya akan panjang, bahkan sepanjang umur yang dimilikinya. Tidak hanya waktu, tetapi dibutuhkan penelitian yang rumit yang memerlukan pos-pos ilmu pengetahuan yang sangat banyak, terlebih adalah ilmu fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dibutuhkan 1 jam untuk pintar. Kalimat ini saya temukan di sebuah iklan di televisi swasta. Kalimat yang sangat kretif, karena menentang kelaziman yang telah ada. Iklan. Ya, kalimat semacam itu hanya dapat ditemui dalam sebuah iklan. Anda percaya dengan ungkapan ini? Silakan tanya ke &lt;a href="http://rcti.tv" target="_blank"&gt;RCTI&lt;/a&gt; atau saksikan langsung &lt;em&gt;Who Wants To Be A Millionaire.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dibutuhkan 1 jam untuk pintar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110276170246754286?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110276170246754286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110276170246754286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/hanya-dibutuhkan-1-jam-untuk-pintar.html' title='Hanya Dibutuhkan 1 Jam untuk Pintar'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110275380665166329</id><published>2004-12-11T15:23:00.000+07:00</published><updated>2004-12-11T15:37:10.236+07:00</updated><title type='text'>Tulisan Pria dan Wanita</title><content type='html'>Adakah yang bisa membedakan tulisan pria (laki-laki) dengan wanita (perempuan)? Ya, tentu ada sesuatu yang berbeda padanya. Apa saja? Entahlah. Coba saja amati dengan teliti, tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh pria dan tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh wanita. Pasti ada perbedaan yang membedakan rasa diantara keduanya. Mungkin kalau kurang terbiasa, dan kurang pendalaman, akan sulit menemukannya. Karena keduanya memang tidak memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali dengan biasa. Tapi saya rasa, memang ada. Rasalah yang mengetahuinya. Ada yang berminat meneliti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan, memang bisa dengan mudah dikenali. Lihat saja, siapa yang terbiasa dengan tulisan-tulisan dan siapa saja yang tidak terbiasa dengan tulisan. Pasti keduanya akan nampak dari tulisan-tulisan tersebut. Ada sebuah gaya atau &lt;em&gt;style &lt;/em&gt;yang bisa jadi merupakan sebuah perbedaan satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan nanti ada sebuah blog yang memberi penjelasan tentang ini dengan judul: &lt;em&gt;Perbedaan Tulisan Wanita dengan Pria&lt;/em&gt;, disertai dengan point-point yang menjadi argumen tulisan tersebut. Memang tidak bisa spesifik. Dan usaha itu sungguh luar biasa. Saya harap nanti ada. Heheh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari keduanya, tulisan kaum manakah yang paling hebat. Kaum Adam atau Hawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tulisan ini tidak saya maksudkan memberi jarak antara keduanya. Hanya sebuah keisengan saja. Barangkali menarik?&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110275380665166329?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110275380665166329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110275380665166329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/tulisan-pria-dan-wanita.html' title='Tulisan Pria dan Wanita'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110270504803513261</id><published>2004-12-11T01:54:00.000+07:00</published><updated>2004-12-11T21:17:33.843+07:00</updated><title type='text'>Brainstorming</title><content type='html'>&lt;img align="right" class="rightimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/brainstorming1.jpg"&gt;&lt;em&gt;Brainstorming&lt;/em&gt; [saya tak yakin, apakah benar penulisannya?]. Sebuah kata asing bagiku yang entah apa artinya. Saya benar-benar tidak tahu apakah arti dan maknanya. Ia dari kata berbahasa inggris, sedangkan saya buta dengan bahasa itu. Saya sering melihatnya sebagai sebuah nama blog, atau sebuah julukan yang diberikan dari si pemilik kepada blognya. Mungkin ia adalah kata yang mempunyai arti yang istimewa. Pernah suatu kali saya coba mencarinya di sebuah kamus yang ku miliki, tetapi hasilnya nihil. Disana tidak terpampang istilah itu. Kubolak-balik halaman sampai berkali-kali, saya tetap tidak menemukannya. Saya kemudian maklum, ini hanyalah kamus kecil. Kata itu pasti kelewatan oleh pembuatnya sehingga tidak masuk daftar dalam kamus ini. Padahal di sampulnya tertulis kamus lengkap. Tetapi saya jadi tahu, bahwa kamus ini benar-benar tidak lengkap seperti apa yang ditulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Brainstorming&lt;/em&gt;. Kalau dimirip-miripkan atau dipadukan, seperti dari akar kata &lt;em&gt;brain &lt;/em&gt;yang artinya otak. Tapi saya tidak tahu, apakah itu juga merupakan sesuatu yang berhubungan dengan otak? Mungkin iya, karena pemilik blog yang berlabelkan itu, biasanya memuat kata-kata rumit yang tidak mudah di cerna. Bahkan, terkadang saya sama sekali tidak bisa mencerna satu katapun dari disana. Seperti sebuah komunikasi yang putus karena diucapkan oleh seorang yang bisu kepada si buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari di &lt;a href="http://kamus.net" target="_blank"&gt;kamus.net&lt;/a&gt;? ya, saya baru kepikiran kesitu. Tapi, untuk sekarang saya malas mencarinya. Lain waktu saya dapat mencarinya. Tapi saya yakin, yang membaca ini akan banyak yang mengetahuinya. Adakah yang bisa menolong?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110270504803513261?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110270504803513261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110270504803513261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/brainstorming.html' title='Brainstorming'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110270376546476442</id><published>2004-12-11T01:33:00.000+07:00</published><updated>2004-12-11T02:48:55.443+07:00</updated><title type='text'>Adakah Sesuatu yang Istimewa dari Hujan?</title><content type='html'>"Adakah sesuatu yang istimewa dari hujan?" tanyaku seolah hampir tak percaya bahwa ada sesuatu yang hebat yang dapat dinikmati dari rintik-rintik yang turun dari langit itu. Saya kira hampir tidak ada, untuk saat ini. Malahan, ia menyisakan dingin yang menusuk tulang. Menggetarkan gigi-gigi dan membuat nyaman untuk tidur dalam balutan selimut tebal, bermalas-malasan. Atau memberi rasa nikmat sekadar menikmati hangatnya teh poci atau secangkir kopi yang ditemani sebatang rokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya tersenyum dengan pertanyaanku. Sebuah pertanyaan yang menurutnya sangat bodoh, terlihat dari bola matanya yang membulat, menrawang ke langit-langit. Acuh dan enggan memberi sebuah jawaban. Saya sendiri masih duduk termangu dipinggir orang aneh ini. Masih menunggu sebuah jawaban yang meluncur dari mulutnya. Terus terang, saya penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriak anak-anak yang sedang bermain bola bersahut-sahutan di luar. Menikmati hujan dengan permainan yang mengesankan. Bola yang terbuat dari plastik itu berputar-putar diantara genangan-genangan air yang memenuhi halaman. Berpindah dari satu kaki ke kaki yang lain. Berputar-putar dengan strategi yang tak terbentuk, hanya tiba-tiba bergerak ke kanan dan kekiri, kembali lagi ke balakang, berganti pola, menyusup dari pinggir, mencari celah yang ada. "Gooooooollllll" Sorak mereka kegirangan. Sebuah tendangan cantik dicetak oleh si kaus hijau. Ia berlari dengan gagahnya, mengacung-acungkan tangan disambut yang lain penuh kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih menunggu jawaban. Tapi laki-laki ini malah terdiam. Matanya terpejam dalam posisi yang seimbang. Dalam diam itu, ingatan saya melayang pada sebuah peristiwa anah yang terjadi saat hujan tahun silam. Peristiwa yang mungkin ada kaitn dengan sebagian jawaban atas pertanyaan yang saya ajukan. Tapi saya tidak begitu yakin. Saat itu, sebuah ikan besar jatuh dari langit tepat mengenai talang Pak Brojo. Kontan saja, seluruh warga kaget atas kejadian janggal itu. "Ikan besar dari langit?" Setiap orang bertanya-tanya seolah tak percaya. Mereka berbondong-bondong mendatangi rumah Pak Brojo. Memang benar, ikan itu jatuh dari langit. Ikan ajaib, orang-orang menyebutnya begitu. Seorang tetangga menawarnya satu juta, tetapi Pak Brojo tidak memberikannya. Ada lagi yang menawarnya lima juta, tapi Pak Brojo tetap bersikukuh tidak menjualnya. Akhirnya ikan itu mati dengan sendirinya, tepat setelah tujuh hari semenjak kemunculannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di luar, hujan pun seolah tiada mau henti. Adakah sesuatu yang istimewa dari hujan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110270376546476442?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110270376546476442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110270376546476442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/adakah-sesuatu-yang-istimewa-dari.html' title='Adakah Sesuatu yang Istimewa dari Hujan?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110269571734072069</id><published>2004-12-10T23:17:00.000+07:00</published><updated>2004-12-10T23:34:32.820+07:00</updated><title type='text'>PKI!</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" alt="sebuah karya Suryo Indratno" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/pki.jpg"&gt;Debu-debu berterbangan di sapu angin yang berhembus dari sisi barat, sebuah jalanan yang penuh lalu lalang mobil-mobil yang entah, datang dari mana dan menuju ke mana. Berarak mencari tempat yang lebih layak. Menyusup celah-celah trotoar, melintasi pepohonan, roda becak, dan ada sebagian yang memasuki sebuah gedung yang memajang puluhan karya. Lewat celah pintu yang terbuka lebar. Berkumpul dalam pekatnya panas matahari siang yang kian garang. Menyesakkan nafas-nafas pengunjung yang berdatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat itu bernama Balai Soejatmoko. Sebuah gedung tinggi bermodel kuno dengan cat putih. Ada beranda luas di depannya. Di atasnya terdapat sebuah tulisan: selamat datang. Berwarna merah menyala. Menurutku, tulisan itu tidak terlalu bagus untuk sebuah sambutan. Guratan-guratannya terkesan angker. Malahan ia dapat diartikan dengan sambutan yang tidak ramah. Sambutan untuk diri sendiri bagi siapa yang tidak sadar membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana, disambut dengan sebuah meja yang tertata. Di atasnya terdapat secarik kertas dan sebuah buku. Spidol berwarna merah tergeletak dipinggirnya. Seorang yang bermuka penuh minyak menyapa, bibirnya tersenyum dan menyalami. Matanya agak sayu, mungkin kurang istirahat, tebakku. Sebuah sambutan yang ramah, meskipun agak sedikit canggung dan acuh. Aku kemudian membubuhkan sebuah nama disana, namaku yang selalu ada di beberapa situs terkenal. Ah, untuk apa aku membubuhkan nama asliku, toh mereka tidak begitu mempedulikan. Aku hanyalah seorang pengunjung yang tak diundang kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa nama terkenal sudah ada disana, lengkap dengan coretan tangan yang khas. Ada yang melingkar, meliuk hingga memakan ruang yang banyak. Ada yang terkesan malas-malas, yang hampir hanya sebuah coretan kecil yang mudah ditiru. Ada beberapa gaya yang sangat aneh, hampir-hampir seperti binatang yang melata itu: tikus. Kemiringannya juga macam-macam, ada yang meliuk ke kanan, ada yang miring ke kiri. Ada yang memutar dan memutar lagi. Kebanyakan bertuliskan latin yang merupakan rangkaian dari nama sang pemilik. Aku jadi menebak-nebak, kararkter pemilik tanda itu. Ya, dari sana dapat dikenali kareakter pemiliknya. Apakah ia termasuk orang yang sabar, pemarah, pemurung, artisitik, dan lain sebagainya. Sebuah buku tentang ini pernah saya baca, dan ada petunjuk untuk mengenalinya. Aku teringat tanda tangan George W. Bush yang sangat lucu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah pengunjung yang ke-99 karena pada nomor itulah namaku tercatat. Tak mau kalah, tanda tangan pongahku ku torehkan disana. Bila dibandingkan dengan yang lain, coretankulah yang paling khas. Menghabiskan ruang yang berapa besarpun ia mampu menampungnya. Panjang. Dan bisa ditarik sepanjang-panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang sepertiku pun melakukan hal yang sama. Membubuhkan namanya disana. Seorang berbadan tegap dengan kaca mata tebal menempel di wajahnya. Kulitnya keriput, penuh guratan-guratan garis. Asap mengepul dari mulutnya. Sebuah rokok kretek kemudian menempel di bibirnya. Menyedotnya dalam-dalam, sambil mencoretkan tanda. Sebuah nama Jawa yang panjang, dari coretannya aku dapat membaca namanya. Awalan Su- yang sudah umum dipakai. Rupa-rupanya namanya adalah nama pasaran yang banyak dipakai. Tetanggaku pun juga ada yang mempunyai nama seperti itu. Mudah diingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa berdiri lama-lama sambil mangamati orang ini, aku pun melangkahkan kaki. Menerbarkan pandang diri sudut ke sudut. Sebuah objek yang tidak lazim terpampang disana. Merah menyala dengan guratan-guratan hitam kusam. Sebuah tanda yang tidak asing lagi. Tanda yang dibenci. Tanda yang mengerikan! Darahku berdesir. Nafasku tersengal-sengal. PKI! Tak lama setelah kunjunganku, tempat itu diserbu petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;gambar: sebuah karya yang terpampang disana.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110269571734072069?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110269571734072069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110269571734072069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/pki.html' title='PKI!'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110263375236888959</id><published>2004-12-10T05:48:00.000+07:00</published><updated>2004-12-10T06:40:49.203+07:00</updated><title type='text'>Rizki</title><content type='html'>Malam itu cuaca terang. Nggak seperti kemarin-kemarinnya yang masih menyisakan beberapa titik hujan sehingga pelataran dan jalan-jalan depan kantor membasah. Menyisakan rasa dingin yang menusuk tulang. Kalau hujan-hujan begitu, bu Petak selalu meringkuk kedinginan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menuju ke warung depan. Kosong, tiada pembeli pun bertengger di bangku yang biasanya duduk satu-dua orang pembeli soto. "Soto bu..," saya memesan. Ibu bertubuh subur ini kemudian meracik soto khasnya untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu, makanan segini banyak kalau nggak habis dikemanain?" tanya saya tiba-tiba pada saat melihat manakan-makanan tergeletak sayu di atas meja. Di sana ada banyak sekali kue-kue yang hurusnya sudah terjual seperti kemarin. Rupa-rupanya hari ini sepi pembeli, sehingga dari ujung meja sampai ujung meja yang satunya nyaris utuh. Hanya sebagian saja yang menyisakan beberapa. Ada pisang, ada bakwan [kalo di Jatim, orang-orang nyebutnya dengan ote-ote], ada sosis, ada tempe (tanpa baju), ada juga makanan yang terbuat dari tape, saya nggak tahu namanya apa. Peyek (makanan yang menjadi favorit saya disini), sate daging ayam, sate telur puyuh, dan juga krupuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, dikembalikan lagi ke penjualnya," jawab Bu Petak enteng seolah tanpa beban. Hmm.. ternyata makanan-makanan ini bukanlah asli buatannya sendiri. Hanya titipan-titipan dari orang-orang yang "menyuruhnya" untuk menjualkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm... gitu ya." Saya memang tak bisa membayangkan bagaimana seandainya semuanya ini adalah buatannya sendiri. Pasti kali ini dia rugi, karena makanan segitu banyak tiada yang membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heran, di saat bawa sedikit kok adaaa aja yang mborong. Seperti kemarin, pas mbawanya sedikit semuanya habis di borong oleh orang-orang lewat. Saat mbawa banyak, ya seperti ini," ceritanya sambil memandangi beberapa piring yang masih penuh dengan kue-kue. "Ya, namanya juga rezki, nggak bisa di tebak-tebak," lanjutnya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya, masih mendengarkan ceritanya sambil makan soto yang ku pesan. Rupa-rupanya ia dari "keluarga soto". Begitulah saya menyebutnya, karena beberapa saudara-saudaranya juga membuka warung yang sama. Dulu, ibunya juga merupakan penjual soto. Ada yang di prempatan Kartasura, ada juga yang di Mangu, begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya berharap, saat saya membeli ini, saya turut memberikan rizki untuknya. Walaupun saya tahu, saya membelinya nggak seberapa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seperti yang saya ceritakan &lt;a href="http://imponk.blogspot.com/2004/11/bangunan-yang-berbeda.html"&gt;dulu&lt;/a&gt;, bangunan warung ini sekarang sudah berdiri lagi.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110263375236888959?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110263375236888959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110263375236888959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/rizki.html' title='Rizki'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110253920594959427</id><published>2004-12-09T03:45:00.000+07:00</published><updated>2004-12-09T03:53:25.950+07:00</updated><title type='text'>Tersenyum Lega</title><content type='html'>Terkadang memang ada sesuatu yang harus dipaksakan, seperti halnya menulis dan halnya berangkat ke kantor tepat waktu. Kalau sudah menjadi sebuah kebiasaan, beban yang dulu terasa akan hilang, dan sesuatu yang ingin diraih akhirnya terwujudkan. Dan saya bisa tersenyum lega.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110253920594959427?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110253920594959427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110253920594959427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/tersenyum-lega.html' title='Tersenyum Lega'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110245486138027266</id><published>2004-12-08T04:20:00.000+07:00</published><updated>2004-12-08T05:27:08.350+07:00</updated><title type='text'>Nikah Beda Agama?</title><content type='html'>&lt;img class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/28a03244.jpg" align="left" /&gt;Bagaimana menurut pendapat anda nikah beda agama? Saya yakin jawabannya akan variatif sebagaimana pemahaman seseorang tentang agama itu sendiri. (Pernikahan beda agama disini saya khususkan bagi pemeluk agama Islam dengan non-muslim). Kalau wanita muslimah jelas haram menikah dengan non-muslim. Tetapi seorang muslim masih diperdebatkan ketika menikah dengan &lt;em&gt;ahlul kitab&lt;/em&gt;. Nah, &lt;em&gt;ahlul kitab&lt;/em&gt; inilah yang menjadi perdebatan, apakah &lt;em&gt;ahlul kitab&lt;/em&gt; sekarang ini masih dianggap sebagai &lt;em&gt;ahlul kitab&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri bahwa pernikahan beda agama merupakan suatu yang jarang, dan memang ada. Bahkan teman saya sendiri menjalaninya. Dia seorang muslim menikahi seorang wanita yang beragama katolik. Tetapi disini, tidak ada korelasi pernikahan itu tentang &lt;em&gt;ahlul kitab &lt;/em&gt;yang sering diperdebatkan tentang keabsahannya dalam pernikahan, tetapi dia memang tidak begitu mempedulikan tentang agama. Baginya, rumah tangga akan cukup dibangun karena cinta. Ini tercermin dari kesehariannya yang, tiada sedikitpun berpikir tentang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini muncul sebuah buku yang agak mengejutkan tentang ini. Nikah beda agama! Seorang aktivis muslim menikahi aktivis yang beragama konghuchu. Adalah Ahmad Nurcholish dan Ang Mei Yong yang telah menulis biografi perjalanan cintanya dalam sebuah memoar yang berjudul &lt;em&gt;Memoar Cintaku&lt;/em&gt;. Dari sampulnya terlihat dua tangan bersentuhan dengan latar belakang tempat ibadah yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa ini? Rupa-rupanya buku ini ingin "mendobrak" sebuah pemikiran tentang pernikahan beda agama yang telah ada yang dianggapnya "tidak sesuai". Terlebih bukan &lt;em&gt;ahlul kitab&lt;/em&gt; yang menjadi si Istri, malah dari agama Konghuchu. Lantas dengan cara bagaimanakah mereka menikah? Entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja komentar mereka tentang buku ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"... Islam adalah agama revolusioner. Ini dibuktikan dengan dibolehkannya kawin campur, antara laki-laki Muslim dengan perempuan ahl alkitab. Revolusi itu mesti diteruskan, sehingga pernikahan beda agama tak lagi menjadi soal".&lt;/em&gt; (Ulil Abshar-Abdalla, Intelektual Muda Islam,Koordinator Jaringan Islam Liberal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"... secara teologis, paling tidak menurut yang saya pelajari, pernikahan beda agama antara laki-laki muslim dengan perempuan non-muslim sah menurut Islam".&lt;/em&gt; (Prof. Dr. Nurcholish Madjid, Rektor Universitas Paramadina Mulya Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"...bahkan Nabi Muhammad-pun pernah menikah dengan Sofia yang Yahudi dan&lt;br /&gt;Maria Qibtiyah yang Nasrani".&lt;/em&gt; (Prof. Dr. Kautsar Azhari Noor, Dosen Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"...oleh karena itu tidak perlu disangsikan lagi perlunya mencabut fatwa-fatwa MUI yang berkaitan dengan pernikahan, khususnya fatwa larangan Pernikahan Lintas Agama".&lt;/em&gt; (Dr. Siti Musdah Mulia, Sekjen ICRP, Staff Ahli Menteri Agama RI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sebuah buku yang menegaskan hakikat mendasar dari sepasang anak manusia. Mereka rukun, meski berbeda. Para agamawan 'dipaksa' untuk lebih berpikir jernih, agar agama-agama bisa lebih memanusiakan manusia, kini, masa depan dan selamanya".&lt;/em&gt; (Ir. Budi S. Tanuwibowo, MM., Ketua Umum Matakin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ahmad Nurcholish dan Ang Mei Yong tidak bermaksud ingin melawan arus, mereka hanya ingin jujur pada diri sendiri".&lt;/em&gt; (Aris, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Antar Iman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana komentar anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110245486138027266?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110245486138027266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110245486138027266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/nikah-beda-agama.html' title='Nikah Beda Agama?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110236723822079306</id><published>2004-12-07T04:06:00.000+07:00</published><updated>2004-12-07T11:34:22.646+07:00</updated><title type='text'>Mengubah Takdir?</title><content type='html'>Mengubah takdir? Pertanyaan ini sebenarnya bukanlah pertanyaan untuk menyangkal takdir tuhan itu, tetapi hanya lebih memikirkan tentang kemungkinan-kemungkinan. Saya percaya takdir tuhan tidak bisa di rubah, tetapi alangkah baiknya bila kita memikirkan sesuatu yang bisa saja terjadi sebelum kita bertindak. Kita hidup, bertindak, tentu mempunyai kemungkinan-kemungkinan dari hasil tindakan kita sendiri. Taruhlah saya sedang menuju ke kantor, saya bebas memilih dua jalan yang merupakan kemungkinan saya menuju ke kantor. Saya boleh memilih jalan ini dengan sedikit lebih lambat tiga menit daripada jalan yang apabila saya tempuh jalan yang satunya. Ataupun saya bisa tidak jadi pergi karena ada sesuatu yang lain yang bisa saya perbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menulis ini pikiran saya sedang dipengaruhi oleh film yang barusan saya tonton. Kalo gak salah judulnya Lola run (saya kurang yakin dengan penulisan judul ini). Ia berkisah tentang Lola yang berusaha menyelamatkan kekasihnya karena terjebak transaksi barang haram. Apa? Saya disuruh cerita? Hmm... Ceritanya begini. Saat itu, kekasihnya diperalat oleh mafia (kalo gak salah nih,) untuk memperdagangkan barang haram. Setelah transaksi, ia mendapatkan uang seratussss, hmm.. satuan mata uangnya apa yach? lupa. Pokoknya uangnya banyaaak banget. Saat naik kereta, uangnya ketinggalan dan ditemukan oleh gelandangan, dan ia tertangkap petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas sejatinya adalah &lt;em&gt;flashback&lt;/em&gt;. Awal film sudah diceritakan bahwa kekasihnya itu menelponnya dari telpon umum dan akan merampok sebuah supermarket pada jam 12.00, demi mendapatkan uang ganti yang hilang tadi. Hanya dalam waktu dua puluh menit inilah Lola mempunyai waktu untuk menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini sebenarnya berkisah tentang kemungkinan yang diambil oleh Lola hingga beberapa kali. Kisah pertama, Lola tertembak, sehingga harus mengulangi perjalanan dari awal lagi. Nah, inilah yang khayal.. masak waktu bisa kembali? Yang kedua, kekasihnya tertabarak mobil. Dan lagi-lagi, Lola harus mengulangi kisah dari awal lagi. Dan pilihan ketiga, mereka bisa selamat karena sang gelandangan itu berhasil ditemukan secara tidak sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lola sendiri mempunyai kekuatan supra natural, sehingga bisa memperoleh potret-potret apa yang akan terjadi pada seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini hanyalah khayal. Tetapi saya hanyalah mengambil sesuatu "sisi lain" dari film ini. Bukan saya ingin memiliki kekuatan supranatural seperti yang dimiliki Lola, tetapi hanyalah sebuah pemikiran tentang tindakan. Memikirkan "apa yang seharusnya kita perbuat" sehingga memperoleh konsekuensi dari "apa yang kita perbuat," sehingga perbuatan kita adalah yang terbaik dari kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah tindakan, terkadang saya hanya berpikir akan tindakan dan jarang berpikir tentang apa dampak dan hasil dari tindakan saya, mutu atau tidak. Pokoknya berbuat, dan tidak sadar saya hanya melakukan kebiasaan sehari-hari yang berputar itu. Benar sekali sebuah ungkapan arab, &lt;em&gt;fakkir qobla an ta'zam&lt;/em&gt;, berpikirlah sebelum bertindak, eh, bukan.. bukan bertindak &lt;em&gt;(ta'mal)&lt;/em&gt;, tetapi lebih dari itu, berpikirlah sebelum ada greget untuk melakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah kita, sebagai manusia, dibekali dengan imajenasi untuk sekadar membayangkan sesuatu yang logis yang dapat menjadi kemungkinan dari buah tindakan. Misalnya begini, saat pagi saya sedang tidur, padahal waktu sudah pukul lima pagi. Kemudian saya bangun, apakah yang akan saya perbuat? Tentu saya pertanyaan ini seperti tidak ada, dan kita mengerjakan sesuatu yang seharusnya kita perbuat. Nah, jadilah orang yang sadar dengan apa yang kita perbuat ini. kita terlupa, karena sebuah rutinitas sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang biasa-biasa saja. Dari pertanyaan seperti itu, banyak sekali kemungkinan tindakan yang akan saya perbuat. Pertama, bangun dan segera ke kamar mandi, kemudian shalat shubuh. Atau, terus tidur dan pura-pura tidak bisa bangun. Atau, malas-malasan dan menunggu jarum jam sampai jam setengah enam, kemudian baru cepat-cepat shalat shubuh. Atau, yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;em&gt;quantum learning&lt;/em&gt; di ajarkan untuk selalu bertanya setiap akan melakukan aktivitas. Pertanyaannya sederhana: Apa manfaatnya bagiku? Yang biasa di singkat dengan istilah Ambak. Apa manfaatnya bagiku? Pertanyaan inilah yang seharusnya kita pertanyaakan pada diri kita sendiri dari sebuah kegiatan yang akan kita kerjakan. Dengan memikirkan hal ini, dan mengimajenasikan sebuah konskuensi, maka tindakan kita senantiasa tersadar dan dapat kita kontrol dengan baik. Sehingga tidak ada kata "seharusnya" saya begini, tetapi saya "memilih" begini. Selalu ada pilihan untuk setiap tindakan. Dengan begitu, kita sadar bahwa takdir kita buat sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110236723822079306?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110236723822079306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110236723822079306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/mengubah-takdir.html' title='Mengubah Takdir?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110208989563870945</id><published>2004-12-03T22:28:00.000+07:00</published><updated>2004-12-04T16:35:57.653+07:00</updated><title type='text'>Tentang Cover Dewa (1)</title><content type='html'>"Allah itu maha suci dari segala bayangan dan pengertian kita. Bahkan huruf-huruf yang termuat dalam kata Allah, sama sekali tidak mewakili-Nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam theologi Islam, memang Tuhan itu abstrak atau sesuatu yang tak tergambarkan. Hanya "diketahui dan dikenali" dari sifat-sifat-Nya. Penggambaran secara visual dengan cara apapun tentang Tuhan akan selalu gagal. Kemudian yang muncul adalah simbolisasi-simbolisasi yang bisa mengingatkan tentang Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" alt="desain iluminasi dalam kaligrafi" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/geometriislam.jpg"&gt;Dalam sejarah kaligrafi Islam ada tinggalan seni ornamen-ornamen floral maupun geometrikal. Para kaligrafer, dalam pembahasan buku pengantar kaligrafi, mengartikan oranamen-oranamen tersebut dengan "penggambaran" tentang tuhan yang sejatinya tak terlukiskan. Desain masjid-masjid peninggalan sejarah (maupun yang masih ada sekarang) yang kebanyakan berada di timur tengah memiliki desain yang unik. Disana terukir kaligrafi-kaligrafi yang elok dan desain floral geometrikal dan iluminasi yang nyaris tak terlewatkan di tiap sudutnya. Berjajar rapi dan liukan-liukan hiasan yang nyaris sama dan "tanpa ujung". Disana seolah-seolah ingin berkata kepada siapa saja: "Dimana kamu memalingkan muka, disitu yang terlihat hanyalah Allah". Simbolisasi seperti ini tidak banyak diketahui orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama budha, simbolisasi tentang tuhan boleh jadi digambarkan dengan patung budha. Dalam kristen, simbolisasi itu berupa patung yesus yang disalib. Anehnya, simbolisasi kedua yang saya contohkan ini, mereka (para penganut agama) sangat dihormatinya. Seolah simbolisasi itu berupa "pengganti" Tuhan yang sebenarnya. Bila ditanya, apakah mereka menyembah patung? Mereka menyangkalnya, karena mereka tidak menyembah patung itu. Patung merupakan sarana menyembah tuhan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" class="rightimage" alt="ada makna Allah disana" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/allahku.jpg"&gt;Apakah tulisan &lt;em&gt;lafdhul jalalah &lt;/em&gt;merupakan simbolisasi? Boleh jadi merupakan bagian dari simbol itu. Tetapi sangat beda dengan dua contoh yang saya sebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" alt="ini loh poternya, kalo ingin tahu" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/hollywoodbuddha_poster.jpg"&gt;Pernah suatu kali desain poster film Amerika, judulnya Hollywood Buddha, mendapat protes keras dari penganut budha Thailand. Karena dalam poster tersebut tokoh utama, Caland, duduk diatas kepala patung budha. Poster itu dinilai teleh "melecehkan" simbol tuhan. (Yang kemudian kabarnya diganti?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan cover dewa dalam &lt;a title="cover dewa bertuliskan lafdhul jalalah?" href="http://imponk.blogspot.com/2004/11/cover-album-laskar-cinta-nya-dewa.html" target="_blank"&gt;posting&lt;/a&gt; yang lalu, memang tidak banyak yang tahu jika hal itu merupakan &lt;em&gt;lafdhul jalalah&lt;/em&gt;. Bagi mereka "buta" tentang kaligrafi mereka akan menganggapnya suatu yang biasa. Tidak dapat dibaca dan merupakan desain sebagaimana desain-desain yang megutamakan keindahan visual. Bagi saya, hal itu bisa terbaca dan merupakan tulisan &lt;em&gt;lafdhul jalalah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang sekali ada banyak tanggapan yang sangat-sangat berharga. Terutama dari mas &lt;a title="tengyu mas" href="http://cahy0.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Ureh&lt;/a&gt;, yang mengemukakan dua pendapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, itu diperbolehkan. dengan asumsi bahwa cara itu merupakan salah satu syi'ar, karena pada dasarnya tiap sisi kehidupan nggak akan bisa terlepas dari ruang lingkup ke-Tuhanan, jadi kalo dianggap menghina, tuduhan itu belum bisa dianggap benar. Di satu sisi lain, yang saya tahu, mungkin sebenarnya banyak orang yang ingin memunculkan nama dan ruh keTuhanan dalam tiap langkahnya. Hanya saja memang pemahaman dan cara yang dimiliki itu berbeda-beda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" alt=":)" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/shineonnyadewa.jpg"&gt;Banyak juga orang yang pengen jadi 'bener' tapi nggak tahu caranya atau masih belum secara totalitas untuk dapat mengakui kebutuhan itu, sehingga akibatnya ada sikap yang namanya 'gengsi' untuk bisa terang-terangan berubah menjadi sesuatu yang kontradiktif dengan apa yang diinginkan orang-orang di sekitarnya pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di sini, ada harapan bahwa suatu saat mereka yang melakukan pendekatan 'sejengkal demi sejengkal' mendekati religiusitas akan memperoleh hidayah dan dapat sepenuhnya mengakui 'penyerahan diri'nya pada fitrah yang ditetapkanNya. Sebagai seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat &lt;strong&gt;kedua&lt;/strong&gt;, tidak boleh. Sebab ada beberapa pihak yang mengkhawatirkan adanya penyalahgunaan fungsi dari nama itu. Mungkin aku cuma bisa kasih contoh satu aja. Ada selebaran buletin Jum'at, atau buletin dakwah dan semacamnya yang menuliskan huruf al-Qur'an dan nama Allah di sana dalam tulisan Arab. Ketika diasumsikan bahwa selebaran itu bisa saja diambil orang, lalu suatu ketika selebaran itu jatuh ke tanah dan diinjak-injak orang, bukankah itu akan jadi sesuatu yang membuat kita 'risih' pada Allah SWT? Lalu yang salah siapa? Yang nginjak-nginjak, atau yang membuat tulisan itu karena kurang perhitungan? Nah! hal ini mungkin bisa dianalogikan ke kasus kover kaset Dewa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, jika memang ada pendapat bahwa 'engkau mengingat ataupun tidak mengingat Allah, engkau mengagungkan Allah maupun tidak, tetapi Dia tetaplah Maha segalanya dan tidak membutuhkan (pengagungan dsb) dan terpengaruh (penghinaan dsb) semuanya itu' ya persoalannya akan jadi lain dan masalah (diletakkan dimana asma Allah) itu tak lagi relevan untuk diperdebatkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu aja pendapatku. wallahu a'lam.."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita patut mencermati pendapat yang sangat menarik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, apakah dalam kaset dewa ini "tersiratkan" tentang syiar yang mengingatkan tentang tuhan? Dari dua belas lagu yang disodorkan, ketika saya dengarkan, semuanya sama sekali tidak memberikan arahan untuk mengingat tuhan. Malahan ada lirik salah satu lagu yang seolah "menyentil" tuhan. &lt;em&gt;Atas Nama Cinta&lt;/em&gt;, disana lirik begini: &lt;em&gt;"atas nama cinta saja, jangan bawa nama tuhan."&lt;/em&gt; Ada lagi lirik yang sangat bagus: &lt;em&gt;"semua ini pasti akan musnah .... tidak ada yang abadi. tidak ada yang kekal..."&lt;/em&gt; Nah dari lirik ini, tersirat bahwa disana mengakui hari akhir.  Tetapi bila disambung dengan lirik berikutnya.. &lt;em&gt;"tetapi tidak cinta. cintaku padamu.."&lt;/em&gt; Ia malah memberi sifat kekal pada cinta. Sebagaimana album-album sebelumnya album dewa kali ini juga yang mengusung tema cinta. Apakah ini juga syiar pengingat tuhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi, lagu yang berjudul &lt;em&gt;Satu&lt;/em&gt;, disana liriknya sangat menarik: &lt;em&gt;"tak ada yang lain, selain dirimu.. ku sebut namamu disetiap hembusan nafasku.. kusebut namamu.. kusebut namamu.."&lt;/em&gt; Tetapi -mu ini siapa? sangatlah bias bila -mu kembali kepada Tuhan. Sebagaimana &lt;em&gt;Hidup Ini Indah&lt;/em&gt;, disana juga sering disebut -mu atau kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika teman saya saya konfirmasi tentang hal ini, mereka hanya berpendapat, bahwa tuhan itu letaknya di hati. Boleh jadi maksudnya Dhani menjuduli albumnya dengan "Laskar Cinta Allah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul cover, menurut saya merupakan suatu inti dari rangkuman seluruh isi atau menyiratkan tentang isi. Kalau melihat seluruh isi lagu-lagunya dewa yang berjumlah 12 itu sama sekali tidak menyiratkan tentang hal itu. Analogi laskar cinta Allah sangat tidak nyambung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, siapa yang salah bila ada lembar jumat yang memuat kalimat "suci" sehingga terinjak-injak, yang bisa dianalogikan dengan cover dewa ini? Pembuatnya atau pemegang lembar jumat? Nah, kita sambung pembahasannya nanti, insya Allah...&lt;br /&gt;____________&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan: &lt;/strong&gt;Seperti posting yang lalu, komentar-komentar sangat diharapkan. Atau, siapa yang mau melanjutkan pembahasan, dipersilakan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110208989563870945?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110208989563870945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110208989563870945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/tentang-cover-dewa-1.html' title='Tentang Cover Dewa (1)'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110192859693345662</id><published>2004-12-02T02:06:00.000+07:00</published><updated>2004-12-02T02:47:51.036+07:00</updated><title type='text'>Pilih Yang Mana?</title><content type='html'>&lt;img alt="Mumpung ada kesempatan. Gratis lagi. Gunakan pilihan dengan tepat dan benar!" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/tiketgratis.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Semua itu pilihan. Persis ketika saya menerima tiket untuk nonton yang disitu tertulis masa akhirnya adalah November. Berarti hanya ada tenggang waktu satu hari, dan setelah itu tiket gratis tidak akan berarti lagi karena sudah kedaluwarsa. Pilihan: antara nonton dan tidak, menggunakan kesempatan nonton gratis atau tidak. Masalahnya waktu tidak pernah bisa berjalan mundur, sehingga mau nggak mau masa kedaluwarsa itu pasti berlaku. Kebetulan satu tiket untuk dua orang, akhirnya saya mengajak teman saya. Entah yang benar mengajak atau diajak, teman saya juga mempunyai tiket yang sama. Kemudian kami memilih nonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai helm atau tidak di jalan raya juga merupakan pilihan. Bisa saja tidak memakai tetapi dengan aturan harus mengetahui rute-rute yang dapat dilalui dengan aman. Kalapun nanti tertangkap polisi, berarti lagi tak beruntung karena salah memilih jalan. Dan kalapun ada kecelakaan sampai menimbulkan gagar otak gara-gara tidak memakai helm, itu juga merupakan risiko pilihan. Dan kami, memilih memakai helm tentunya, selain aman juga selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Solo Theatre, disana disuguhi dengan empat film sekaligus. Pilihan pun dilakukan kembali. Antara &lt;em&gt;Virgin&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;The Prince &amp; Me&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Hellboy&lt;/em&gt;, dan satu lagi yang saya lupa judulnya. Tanpa pikir panjang, saya akhirnya menonton &lt;em&gt;Heelboy &lt;/em&gt;karena kami sepakat untuk menontonnya. Entah menarik atau tidak (tidak pernah menonton &lt;em&gt;trailers&lt;/em&gt;-nya), pokoknya saya memilih ini. Kemudian kami masuk gedung yang gelap itu dan memilih duduk di belakang. Menariknya, di dalam film ini pun diajari tentang pilihan. Yah, semua serba pilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan sudah jelas, dan konskuwensinya pun juga sudah jelas. Pokoknya, tinggal pilih yang mana?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110192859693345662?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110192859693345662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110192859693345662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/pilih-yang-mana.html' title='Pilih Yang Mana?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110184865440168857</id><published>2004-12-01T03:50:00.000+07:00</published><updated>2004-12-01T11:29:22.150+07:00</updated><title type='text'>Asal Selamat</title><content type='html'>&lt;img align="right" class="rightimage" alt="kapal mabur noTrash" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/kapalmabur.jpg"&gt;&lt;em&gt;Kapal mabur &lt;/em&gt;atau pesawat terbang memang mengagumkan. Begitulah pikiran saya waktu kecil, bahkan sampai sekarang. Bagaimana mungkin sebuah benda yang begitu besar bisa &lt;em&gt;ngawang &lt;/em&gt;di udara, tanpa menggunakan sayap yang bisa digerak-gerakan sepertihalnya burung. Pun dengan penumpang yang begitu banyak yang berjumlah ratusan. Belum lagi beban yang berton-ton yang dimilikinya. Penyangga macam apakah yang menyangganya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang saya masih belum bisa melogiskan bagaimana proses rancangan pesawat sehingga bisa terbang. Kalau sebuah rancangan pesawat kecil (berkemudi satu orang) dengan baling-baling didepan yang mempunyai sayap lebar berbentuk pipih miring, hal ini sudah bisa masuk dalam otak saya. Itupun dari replika kecil yang diperlihatkan pada salah satu iklan televisi yang menjanjakan produk komputer terkenal. Tetapi untuk rancangan pesawat yang besar sebagaimana Garuda, Lion Air, ataupun Merpati, bagiku masih absatrak. Barangkali keabstrakan itu karena saya tidak pernah melihat bagaimanakah bentuk sebenarnya dari pesawat ataupun saya belum pernah meninjakkan kaki di bandara? Boleh jadi begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman naik pesawat bagi sebagian orang memang sangat istimewa. Saking istimewanya, ia akan menjadi bahan pembicaraan yang sangat menarik karena bisa duduk di kursi-kursi empuk dengan melihat awan-awan. Sebagaimana orang sekeliling saya yang selalu antusias bercerita pengalamannya yang hanya sekali ke Jakarta. Sekali. Mengunakan transportasi jenis ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak manusia memang akan selalu berkembang dan terus maju. Perkembangan alat transportasi akan semakin pesat. Saat sekarang ini terbang Jakarta-Solo dalam waktu 45 menit merupakan suatu yang lumrah tetapi masih tergolong istimewa. Ya dengan pesawat ini. Entah, limapuluh atau seratus tahun lagi, jarak yang begitu jauh akan semakin pendek waktu tempuhnya. Zaman dulu, jamaah haji yang ingin ke Makkah harus menempuh jarak berbulan-bulan saat pesawat belum ditemukan (atau masih dikuasai oleh negara-negara maju, sedangkan orang Indonesia sendiri masih primitif dengan teknologi ini?). Sekarang sudah bisa ditempuh dengan cepat dengan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/lionnyungsep.jpg"&gt;Terkadang terbayang di benak dan berkeinginan dalam hati, untuk sekadar merasakan bagaimanakah rasanya menaiki pesawat dan melintas diatas kepulauan. Atau sekadar untuk menandingi pengalaman orang-orang disekelilingku yang selalu bicara banyak tentang transportasi ini. Tapi huss! Sebuah khayalan yang memang ngawur sengawaur-ngawurnya kalau bagi saya, mengingat saya hanyalah tergolong orang yang tak mampu beli tiket. Lagian, bagaimana prosedurnya saya juga tidak tahu. Kalau sudah ada kecelakaan seperti yang terjadi kemarin sore di Bandara Adisumarmo, maka cukuplah bagi saya bila keinginan saya janganlah jadi kenyataan. Biar tak pernah naik pesawat asal selamat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110184865440168857?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110184865440168857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110184865440168857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/12/asal-selamat.html' title='Asal Selamat'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110166098280440106</id><published>2004-11-28T23:48:00.000+07:00</published><updated>2004-11-30T07:00:19.316+07:00</updated><title type='text'>Cover Album Laskar Cinta-nya Dewa Bertuliskan Lafdhul Jalalah?</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" alt="cover &amp;copy; aquarius musikindo" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/covernyadewa.jpg"&gt;&lt;em&gt;Laskar Cinta&lt;/em&gt;. Begitulah judul yang diberikan untuk album terbarunya &lt;a href="http://dewa19.com/" target="_blank" title="offical website dewa"&gt;dewa&lt;/a&gt;. Album yang dirilis tanggal 24 November kemarin mendapat sambutan hangat dari para baladewa (sebutan untuk para fans dewa). Pasalnya kelompok band yang digawangi Ahmad Dhani ini sudah lama tidak mengeluarkan album baru. Saya sendiri tidak begitu antusias, meskipun saya akui lagu-lagu mereka sangat enak untuk didengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak sedikit kaget ketika melihat cover album yang berwarna merah dan hitam itu. Bukan karena judul "laskar" yang mirip dengan nama "laskar jihad", tetapi karena disitu terpampang sebuah gambar yang tidak asing bagi saya. Ya, tulisan ini pernah saya kenal dalam kumpulan kaligrafi arab yang dulu pernah saya pelajari. Yakni &lt;em&gt;lafdhul jalalah &lt;/em&gt;(Allah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" class="rightimage" alt="sekadar pembanding, tulisan yang dilingkari" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/allah.jpg"&gt;Walau pun tidak mirip persis (karena &lt;em&gt;ha'&lt;/em&gt; yang semestinya bolong tidak dilubangi), tetapi saya membaca tulisan &lt;em&gt;kufi&lt;/em&gt; (kubisme) tadi dengan &lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;. Sekadar tahu, gaya khas &lt;em&gt;kufi &lt;/em&gt;adalah kesan kaku dan kotak-kotak. Disana juga membolehkan untuk mendisain &lt;em&gt;morror &lt;/em&gt;(cermin) sehingga tulisan seperti dibalik-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lafdhul jalalah&lt;/em&gt; (Allah) merupakan lafad yang diagungkan. Karena itu tidak sembarangan membuatnya atau meletakkannya. Saya kemudian berpikir, pantaskan tulisan yang diagungkan menjadi desain cover samacam ini? Tentu saja ini sangat tidak sopan, dan saya menganggapnya ini salah penempatan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatan saya lalu terlempar pada beberapa waktu lalu ketika Iwan Fals meluncurkan album barunya, &lt;em&gt;Manusia Setengah Dewa&lt;/em&gt;, yang dikritik oleh para penganut hindu karena dianggap mendiskreditkan Dewa Wisnu Narayana. Lantas, apakah cover &lt;em&gt;Laskar Cinta&lt;/em&gt;-nya Dewa juga patut dipermaslahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri tidak bisa memutuskan. Harusnya ada seorang kaligrafer semacam Faiz Abdurrazaq (seorang kaligrafer nasional yang sudah malang melintang di dunia Internasional yang dikenal dengan kaligrafer Istiqlal, tinggal di Pasuruan) atau Didin Sirajuddin AR dari Lemka (Lembaga Kaligrafi Alquran, Jakarta) yang menilai apakah benar cover &lt;em&gt;Laskar Cinta&lt;/em&gt;-nya Dewa ini memang bertuliskan &lt;em&gt;lafdhul jalalah&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, bagaimana tanggapan Anda? Silakan diangkat ke "permukaan" kalau perlu.&lt;br /&gt;______________&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/comment.gif"&gt;&lt;em&gt;Silakan berkomentar sepanjang dan se-argumentatif mungkin. Tidak ada larangan untuk memberi komentar yang panjang, malahan... saya harapkan ada komentar yang cukup "fantastis" yang dapat memberi jawaban, bukan hanya sanggahan atau balik tanya. Oke silakan... sambil menunggu sebuah jawaban. &lt;br /&gt;Saya tahu, sebodoh-bodoh Anda tentang agama ataupun seni, ataupun apalah namanya, pasti Anda mempunyai sebuah wicara yang bisa ditorehkan di-haloscan. Semakin banyak komentar semakin varian yang bisa diambil. Ibarat sebuah berita, makin banyak sumber, makin enak dibaca. Tanpa permisipun dipersilakan, gak usah malu-malu. Mumpung Dewa akan konser di Solo heheh...&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110166098280440106?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110166098280440106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110166098280440106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/cover-album-laskar-cinta-nya-dewa.html' title='Cover Album &lt;i&gt;Laskar Cinta&lt;/i&gt;-nya Dewa &lt;br&gt;Bertuliskan &lt;i&gt;Lafdhul Jalalah&lt;/i&gt;?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110159650195766575</id><published>2004-11-28T05:58:00.000+07:00</published><updated>2004-11-28T06:15:52.890+07:00</updated><title type='text'>Semoga Matahari Bersinar Terang Pagi Ini</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/harapanibu.jpg"&gt;"Semoga matahari bersinar terang pagi ini." Seorang ibu dengan segala model baju kecil menggantungkan cuciannya. Sudah dua hari ini tidak ada panas berarti, sehingga seluruh pakaian si kecil tidak mengering. Pagi-pagi sekali, sang ibu sudah menggantungkan pakaian-pakaian kecil itu, padahal seinchi pun sinar matahari belum ada tanda-tanda akan keluar. Mata tua itu kini menatapi hamparan langit biru nan memutih dengan gimpalan-gumpalan tipis merata. Doanya akan sulit terlaksana, pikirnya. Tetapi ia tidak henti-hentinya memanjatkan doa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seluruh pakaian sudah habis, bu." Sang anak berusia enam tahunan menjawab permintaan ibunya ketika si kecil mengompol lagi. Jawaban polos yang sangat jujur. Sang ibu kelihatan sedikit panik. Tangisan terdengar ke seluruh ruangan. Dalam ingatannya seharusnya masih ada satu atau dua popok lagi yang masih ada. Tetapi rupa-rupanya ia tidak sadar bahwa semalam ia telah menggantinya beberapa kali. Dan itu merupakan popok terakhir yang masih kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga matahari bersinar terang pagi ini." Sebuah harapan yang selalu dipanjatkan walau akan sulit terlaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga ia cepat besar, dan menjadi orang yang pintar," pintanya lagi. Kali ini harapannya jauh lebih besar dari pada doa sebelumnya. Pintar. Harapan sederhana. Sementara di rak-rak almari, dihiasi dengan cangkir-cangkir antik. Disampingnya bertumpuk-tumpuk dengan VCD bajakan, barang elektronik: televisi, VCD player, kulkas, rice cooker, dan magic jar. Tetapi tak ada satupun buku-buku tergeletak disana atau pun tertata dalam almari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110159650195766575?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110159650195766575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110159650195766575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/semoga-matahari-bersinar-terang-pagi.html' title='Semoga Matahari Bersinar Terang Pagi Ini'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110157144998114562</id><published>2004-11-27T23:00:00.000+07:00</published><updated>2004-11-27T23:50:12.046+07:00</updated><title type='text'>Entahlah...</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage"  src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/untel.jpg"&gt;Bagaimana seandainya sebuah harian tiba-tiba tidak mempunyai berita sama sekali. Para wartawan semuanya malas dan tidak mengirimkan berita. Ada yang alasan libur. Ada yang pamit cuti karena harus menjenguk kucingnya yang mati di kampung. Fotografernya kehujangan sehingga kamera digitalnya rusak. Sehingga halaman yang lebar-lebar itu tidak bisa terisi oleh teks-teks yang selalu memadati setiap hari. Teks yang terangkai itu bukanlah sembarang teks yang bisa dikarang-karang seenaknya. Bukanlah tulisan-tulisan blog yang bisa ditulis sekendak hati. Bukan pula pemikiran yang dijejal-jejalakan. Setiap teksnya dapat dipahami dan dimengerti; ada rangkaian kronologis, peristiwa, dan selalu bertautan dengan hari-hari sebelumnya. Ada yang berupa kasus rumit, pengadilan, kriminal, cerita lucu, dan juga satir. Sedangkan koloman-koloman tidak ada semili pun untuk iklan, kosong melompong. Komputer yang digunakan melayout berita akhirnya ngadat. Listrik pun tiba-tiba padam. Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah satu malam. Semuanya telah pergi. Yang ada hanyalah beberapa gelintir orang. Masing-masing orang mempunyai tanggungjawab. Lantas, apa yang akan terjadi? &lt;br /&gt;Entahlah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110157144998114562?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110157144998114562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110157144998114562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/entahlah.html' title='Entahlah...'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110148089961331794</id><published>2004-11-26T21:51:00.000+07:00</published><updated>2004-11-27T12:19:04.640+07:00</updated><title type='text'>Belum Terlambat</title><content type='html'>&lt;em&gt;Sebuah cerpen pertama yang sangat pendek, mungkin tidak begitu bagus. Mohon petunjuk... :)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" alt="jam ini merknya apa?" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/jamtangan.jpg"&gt;Kota Solo Diguyur hujan. Sama seperti kemarin, hujan kali ini telah cukup membuat jalan-jalan tergenang. Bukan karena dataran rendah, tapi karena penataan kota yang kurang matang, sehingga saluran air tidak diperhatikan dengan baik. Rupa-rupanya musim penghujan telah sempurna, sehingga setiap sore gumpalan-gumpalan awan putih maupun hitam selalu berarak diatas kota. Padahal pagi harinya matahari benar-benar terang dan saya menerka, hari ini pasti tidak hujan! Sebuah terkaan yang salah total. Memang, hanya Allah-lah yang maha tahu apa yang akan terjadi di sore nanti, pun paginya. Apakah matahari kembali bersinar terang? Dan menerka hujan berarti mendahului apa yang ditetapkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sudah gelap. Seperti jam enam sore. Tapi saya yakin sekarang belum sesore itu, karena saat saya melangkahkan kaki, jam dinding di rumah masih menunjukkan pukul tiga kurang seperempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilatan-kilatan air hujan terpancar akibat sorot lampu mobil. Seperti cahaya yang berjatuhan dari langit. Indah. Sepasang suami istri melewati &lt;em&gt;zebra cross&lt;/em&gt; di bawah naungan sebuah payung. Payung berwarna kuning dengan hiasaan senyum diatasnya. Hujan penuh romantisme. Begitulah barangkali yang berada dibenak sejoli ini. Sang istri perutnya membuncit. Belum terlalu besar. Dalam hati saya bertanya, kenapa harus berhujan-hujan? Saya tidak tahu. Hmm, apa urusanku ya? Itu hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup-sayup &lt;em&gt;November Rain&lt;/em&gt;-nya Guns N' Roses terdengar dari mobil sebelah. Mengalun pelan... &lt;em&gt;And when your fears subside / And shadows still remain / I know that you can love me / When there's no one left to blame / So never mind the darkness / We still can find a way / 'Cause nothin' lasts forever / Even cold November rain // Don't ya think that you need somebody / Don't ya think that you need someone / Everybody needs somebody / You're not the only one / You're not the only one ...&lt;/em&gt; Ya, hari ini masih dibulan November, walaupun sudah dipenghujung bulan. Saya tidak begitu hapal lagu itu, tapi saya pernah mendengarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan di atas bus saya perkirakan hanya memakan waktu satu setengah jam. Entahlah sudah jam berapakah sekarang. Tidak ada petunjuk waktu disini. Kalau ada seseorang yang memakai jam di tangannya, saya akan menanyakan pukul berapakah saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian berselidik. Mencari dimanakah pemilik jam tangan yang bisa saya tanyai. Seorang ibu-ibu berpakaian jawa dengan tas dipangkuannya duduk disampingku. Jelas dia tidak membawa jam tangan, hanya gelang karet yang ia kenakan di pergelangannya. Dua karet, hijau dan merah. Karet lusuh yang menghias tangan hitamnya. Mungkin karet itu adalah pengikat rambut kepalanya yang sewaktu-waktu dapat menggantikan apabila karet yang ia kenakan putus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat karet-karet itu, ingatan saya melayang saat saya masih bermain karet bersama teman-teman, bermain bobo. Meloncat-loncat ditengah-tengah putaran karet. Hahaha... dunai anak-anak. Dunia karet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disampingnya, seorang ibu-ibu berbibir merah dengan pakaian resmi berwarna hijau. Mukanya putih bersih, agak sedikit menor. Aha, dia pasti bawa jam tangan, pikirku. Ketika orang itu menggerakkan tangan tidak kudapati jam tangan disana. Hanya sebuah gelang emas melingkar besar di pergelangannya. Entah, besar sekali. Mungkin beratnya ada dua puluh gram, atau bahkan lebih. Ibu ini agak ceroboh, pikirku, memakai perhiasan besar di tempat umum. Kalau saya seorang penjahat, pasti ibu ini sudah masuk dalam incaran saya. Saya tinggal memperkirakan dimanakah letak waktu ter-aman untuk mengangsurkan belati tajam dan kemudian memberi gertakan untuk menyerahkan perhiasan itu. Dan ibu ini pasti tidak dapat berbuat banyak. Kalaupun dia berteriak maka saya harus cepat-cepat menghujam tubuhnya sehingga tidak bisa mengeluarkan suara teriakan. Tapi sungguh, saya bukanlah penjahat. Saya sudah cukup makan dengan hasil jerih payahku sendiri. Tidak membutuhkan tindakan kriminal. Tapi siapa tahu, ketika zaman tengah terkoyak, dimana para pengangguran tidak bisa makan, akibat paksaan perut, tindakan kriminal semacam ini bisa saja terjadi. Hanya orang lalai semacam ini yang bisa diincarnya, karena telah pamer kekayaan, sedangkan dirinya --orang jahat ini-- hanya mempunyai satu pilihan: memalak, mencuri, bahkan membunuh, atau kelaparan. Dan siapa yang mau memilih kelaparan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian mengarahkan padangan ke arah kondektur yang berdiri di pinggir pintu, barangkali dia memakai jam tangan. Aha, dia memakai jam tangan! Jam tangan yang entah bermerek apa, melingkar dipergelangan tangannya. Tanpa pikir panjang, saya kemudian beranjak dari tempat duduk menuju kearahnya. "Jam berapa mas?" tanya saya. Lelaki itu menoleh dan mendapati jamnya sudah menunjukkan jam setengah empat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum terlambat. Belum terlambat untuk membuat sebuah cerpen sederhana. Seperti ini, sangat sederhana. Tanpa konflik dan tanpa penggambaran tempat yang jelas. :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110148089961331794?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110148089961331794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110148089961331794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/belum-terlambat.html' title='Belum Terlambat'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110145487726412806</id><published>2004-11-26T14:33:00.000+07:00</published><updated>2004-11-26T22:40:47.303+07:00</updated><title type='text'>Lelaki Dibalik Telepon</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" alt="Halo. Bisa bicara dengan Imponk?" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/609e256a.gif"&gt;&lt;em&gt;Plululululutttt... plulululutttt... plulululutttt...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara telepon terdengar jelas dari seluruh sudut ruangan. Suaranya sudah agak modern, tidak seperti telepon zaman dahulu yang berbunyi &lt;em&gt;kriiinnngg.. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;[Penulisan sekarang juga harus menyesuaikan. Tidak &lt;em&gt;kriiingg &lt;/em&gt;lagi. Terus terang agak susah. Apalagi suara &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;, semakin susah, ditulis dengan ritme dan nada tone-nya, kalau perlu ditambah lagi volume-nya! Entah pembaca tahu atau tidak dengan lagu itu. Tak peduli, pokoknya begitu. Dan orang-orang yang tak pernah memiliki handphone pun cuma bisa membacanya tanpa bisa mengerti bagaimanakah penggambaran yang asli. Pokoknya begitu!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun orang-orang dari penghuni ruangan itu segera beranjak. Mereka masih sibuk dengan diri mereka masing-masing. Tidak ada &lt;em&gt;office boy&lt;/em&gt; yang berjaga khusus untuk itu. Kalau siang, ada seorang tua berkacamata tebal yang selalu menunggui. Tetapi karena hari ini sudah sore, maka orang tua berkaca itu sudah berpamit pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pulululutttt... pululululutt... pulululuttt...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Masih berbunyi seperti itu. Lama. Barangkali telepon dari sana ini begitu pentingnya sehingga sang penelpon tidak henti-hentinya men-redial dan sabar menanti telpon diangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada juga salah satu lelaki yang beranjak. Seorang yang berbaju biru. Mendekat benda yang mengeluarkan bunyi. Hanya beberapa langkah saja sudah sampai, dan segera mengangkat gagang yang berwana putih. Hanya mengangkat telepon saja semuanya malas. Saya nggak tahu bagaimanakah seandainya telepon itu benar-benar penting dan genting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo, --- (nyebut nama kantor), ada yang bisa dibantu?"&lt;br /&gt;Ada suara dari sana, tetapi tidak terdengar.&lt;br /&gt;"Dari mana ini?"&lt;br /&gt;"..."&lt;br /&gt;"Oh, ya. Sebentar.." lelaki itu menutup ujung telepon dengan tangannya. Matanya menyebar ke seluruh ruangan. Mencari. Sesaat kemudian memanggil sebuah nama. Nama yang saya kenal. Pemilik nama itu adalah temanku. Seorang laki-laki yang usianya tidak terpaut jauh dariku, lebih tua sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang dipanggil itu kemudian beranjak. Meninggalkan pekerjaanya. Kelihatan tergesa-gesa. Karena tempat menuju kesana agak sempit, badanya pun menyenggol gerai jendela sehingga menimbulkan bunyi kemrincing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari mana?" ia bertanya.&lt;br /&gt;"Dari cewek," jawab lelaki berbaju biru itu.&lt;br /&gt;Wajahnya lelaki berbinar. Menerima ganggang telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo, assalamu'alaikum...," suaranya berirama, dari nada rendah kemudian meninggi. Sedikit dibuat-buat. Yang disana pun menjawab, tapi tak terdengar. Terkesan agamis. Saya tahu, biasanya lelaki ini ketika menyapa cukup dengan halo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan berlangsung lama. Tertawa. Memelas. Bendayu. Menyeringai. Tanya. Jawab. Saya hapal dengan suara lelaki ini, suaranya tidak seperti biasanya. Mungkin karena yang menelpon adalah seorang yang spesial, sehingga nadanya harus dibuat lain, saya tidak tahu. Inikah lelaki dibalik telepon?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110145487726412806?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110145487726412806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110145487726412806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/lelaki-dibalik-telepon.html' title='Lelaki Dibalik Telepon'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110142700787210213</id><published>2004-11-26T06:50:00.000+07:00</published><updated>2004-11-26T06:56:47.873+07:00</updated><title type='text'>Gawe</title><content type='html'>Mulai besok, atau besoknya lagi, saya bakal repot. Pekerjaan saya akan bertambah. Satu halaman penuh bakal diserahkan pada saya, untuk halaman nasional lagi. Khusus untuk kegiatan nasional yang akan diadakan disini. "Eh, besok kamu ya yang ngerjakan. Layouter dari Surabaya tidak jadi datang...," kata salah satu redaktur kepada saya. Mulanya saya kaget, karena tiba-tiba dipanggil dan berbicara empat mata. Itulah... karena tak biasa, hal itu akan sedikit menjadi beban untukku. Paling tidak, saya tidak boleh main-main dan mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Bukan apa-apa, karena ini lingkupnya nasional, maka baik tidaknya bisa dilihat oleh "orang besar" yang ada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan sudah saya lakukan mulai hari ini. Kop dan logo sudah saya persiapkan. "Contekan" halaman nasional sudah saya persiapkan. Ada sedikit perbedaan dari halaman biasanya. Kop atas dengan logo dan tulisan besar sudah terpampang diatas. Entahlah, apakah nantinya itu disetujui atau tidak, yang penting saya sudah melakukan persiapan. Ada beberapa style yang tidak sama. Saya harus membuat baru. Perbedaan nama style kadang terasa membingungkan, untuk itulah saya harus memodifikasinya sendiri sesuai biar tidak membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kesehatan saya akhir-akhir ini agak menurun. Itulah yang saya khawatirkan. Bagaimana mungkin bisa pekerja maksimal kalau kondisi tidak fit. Maka dari itu saya harus menjaga kesehatan. Doakan semoga sukses dan lancar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110142700787210213?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110142700787210213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110142700787210213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/gawe.html' title='Gawe'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110132916223812484</id><published>2004-11-25T03:24:00.000+07:00</published><updated>2004-11-25T06:43:39.093+07:00</updated><title type='text'>Seks</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/apelmerah.jpg"&gt;Diakui, bahwa seks dulu memang tabu. Ya, sewaktu kecil saya sama-sekali tidak mengenal apa itu seks. Tidak seperti sekarang ini, banyak sekali media yang secara khusus mengenalkan tentang seks, tak peduli apakah cara pengenalan itu makin merusak atau mendidik, sesuai dengan proporsi atau kelewat bates. Dengan dalih pendidikan seks mereka (media) dengan bebasnya membicarakan hal ini bahkan ada kesan seperti "mengiming-imingi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah seorang teman menyayangkan hal ini dalam sebuah tulisannya, dengan membandingkan koran "terbitan surabaya" [hayoo korannya siapa?] dengan koran lain yang "lebih sopan". Kritik atas cara penyampaian yang ia soroti memang benar, sayapun mengakuinya. Bahwa pendidikan seks gaya ini, bukan malah mendidik tetapi malah memberi pengetahuan yang salah kaprah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, seks adalah sesuatu yang bisa dimengerti bertahap setingkat perkembangan usia seseorang. Anak kecil, tentu tidak mengenal apa itu seks. Tetapi seiring dengan pertumbuhannya dia kemudian mengerti tentang "rasa" yang dirasakannya sendiri. Bimbingan orangtualah yang semestinya diperlukan. Tetapi kadang-kadang orang tua sendiri merasa risi untuk menjelaskan sesuatu yang semestinya diberikan kepada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan melihat "sesuatu" yang berulang-ulang akan membuat "biasa", walaupun dulunya merupakan "sesuatu yang tidak biasa". Televisi --media yang paling dekat dengan keluarga, sekarang ini telah banyak yang mengobral adegan pornografi. Perlahan tapi pasti, tontonan berbau pornografi akan makin longgar peraturannya. Bahkan film-film yang telah lulus sensor sekalipun, tidak ada jaminan akan sepi dari adegan-adegan berbau seks. Sayangnya, hanya film yang telah disensor dengan baik, tetapi tayangan-tayangan lainnya sangat bebas dan tanpa sensor. Seperti kemarin, saya melihat ada salah satu stasiun televisi swasta menayangkan sebuah tayangan humor yang sungguh kelewat batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media dan seks telah banyak dibahas dan dibicarakan. Pihak pro dan kontra mempunyai pandangan tertentu yang tidak pernah bisa dipertemukan. Ada dalih yang kemudian muncul: kalau tidak suka jangan ditonton, kalau suka ya silakan ditonton. Ya, dalih semacam itu memang sudah biasa terdengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi adalah media umum yang bisa ditonton oleh semua orang, baik anak-anak maupun dewasa. Koran "terbitan Surabaya" pun begitu, bisa dibaca oleh anak-anak. Yang menjadi bahaya adalah apabila "pengenalan" seks terlalu dini. Dan karena "iming-iming", lantas banyak penyimpangan-penyimpangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang salah kalau ada pelanggaran? Individu kemudian disalahkan. Padahal masalah ini adalah urusan kita bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110132916223812484?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110132916223812484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110132916223812484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/seks.html' title='Seks'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110128044238842209</id><published>2004-11-24T14:06:00.000+07:00</published><updated>2004-11-25T06:35:29.413+07:00</updated><title type='text'>Tikus</title><content type='html'>&lt;img class="rightimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/tikus.jpg" align="right" /&gt;Saya tak ingin membicarakan para koruptor yang telah memakan uang rakyat yang, stttt...., katanya sebentar lagi ada salah satu kakap tikus yang akan diadili. Tapi saya ingin membicarakan tentang tikus yang benar-benar tikus yang ada di tempat kerjaku. Makhluk kecil berwana cokelat kehitaman dengan gigi kuning yang &lt;em&gt;selalu tumbuh&lt;/em&gt;, sehingga untuk menghambat pertumbuhannya ia mengerat benda-benda keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulunya, kami -saya dan sebagian karayawan- sudah tahu bahwa di tempat ini ada seekor tikus kecil. Kekecilan yang merupakan ukuran tentang kelemahan. "Alaaah, kecil aja kok dipusingin," begitulah &lt;em&gt;kasarannya&lt;/em&gt; kata yang keluar dari mulut salah satu temanku. Sehingga mereka tetap tumbuh. Entah, ada satu atau dua ekor yang menghuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, tikus ini sekarang sudah besar. Wuih, cepat sekali! Pun dengan keberanian yang sungguh diluar kewajaran. Bagaimana tidak, ketika orang-orang pada kerja, dia berani nyelonong diatas meja tanpa sedikitpun ada rasa takut. Melihat hal itu, teman saya yang suka homor berkomentar: "Tikus sini sudah lebih modern, karena tiap malam bisa &lt;em&gt;browsing&lt;/em&gt;. Sehingga tidak takut dengan orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah tikus benaran di tempatku. Entah sama atau tidak dengan tikus-tikus yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110128044238842209?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110128044238842209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110128044238842209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/tikus.html' title='Tikus'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110124572857002361</id><published>2004-11-24T04:30:00.000+07:00</published><updated>2004-11-24T05:06:17.426+07:00</updated><title type='text'>Desain Hidup</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/daundiatassungai.jpg"&gt;Tadi malam seorang teman dari Jogja datang ke tempatku. Teman dari asal yang sama, daerah rawan banjir sana [hehehe... mana lagi kalau bukan &lt;a href="http://www.bojonegoro.go.id"&gt;Bojonegoro&lt;/a&gt;! :D]. Rupa-rupanya dia ada tugas sehingga mulai malam ini akan sering-sering ke sini.  Dia itu orang yang aktif dalam keorganisasian. Apalagi nanti akan diadakan &lt;a href="http://www.nu.or.id/muktamar/muktamar.php"&gt;Muktamar NU yang ke-31&lt;/a&gt; di Donohudan, Boyolali. Dapat dipastikan dia juga turut  hadir disana. Kedatangannya juga merupakan "reuni" setelah beberapa bulan tidak bertemu, masih dalam suasana syawalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya kemudian di ajak makan di warung depan. Saya pun ikut saja, kebetulan sorenya juga belum makan. Suasana dingin sehabis hujan memang enak untuk makan yang anget-anget. &lt;em&gt;Nyumiii&lt;/em&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana ia banyak cerita. Maklum, temanku yang satu ini -menurutku- mempunyai "omong besar". Segala kegiatan dia dibeberkan, mulai keorganisasian yang telah berhasil dibentuk, sampai pada kuliah yang diikutinya tanpa melakukan pencatatan! Katanya setiap kuliah ia ikuti cukup dengan mendengarkan dan kalau ada semacam pembahasan dia juga aktif melakukan pembahasan. Saya juga maklum saja, soalnya ia adalah mahasiswa UMY yang baru masuk tahun kemarin. Bukan seperti saya yang tidak pernah menginjakkan kaki di kampus. Dari semua "omong besar"-nya itulah, ada sesuatu yang sangat menarik. Bahkan sangat menarik! Yakni tentang desain hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan menjadi apa aku tahun depan? Itu sudah aku &lt;em&gt;program&lt;/em&gt; semua," katanya. [program sengaja saya miringkan karena ini menganut bahasa dia] Saya hanya manggut-manggut mendengar itu, sambil meresapi makna yang ada. Benar! Kata inilah yang belum saya miliki, tentang desain hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, mungkin merupakan orang yang apa adanya: menjalani kehidupan seperti dedaunan kering yang di atas sungai, mengalir mengikuti ke mana arah air bermuara --tak pernah sesekali mempunyai keinginan untuk melawan maupun berinisiatif mengambil arah sendiri. Adalah kemustahilan bagi daun kering yang mengapung diatas air untuk melawan arus. Itulah yang menjadi desain hidup saya saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya perlu merubahnya. Ya, saya harus merubahnya. Entahlah kapan, harusnya mulai saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110124572857002361?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110124572857002361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110124572857002361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/desain-hidup.html' title='Desain Hidup'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110124023775779563</id><published>2004-11-24T02:53:00.000+07:00</published><updated>2004-11-24T03:13:16.940+07:00</updated><title type='text'>Pertarungan</title><content type='html'>&lt;img align="right" class="rightimage" alt="pertarungan bojong. foto &amp;copy; antara" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/02d48222.gif"&gt;Bagaimana menurut Anda, sebuah pertarungan: seorang yang memegang tongkat bambu melawan seorang yang membawa kenut, pun ditambah tameng? Atau seorang tanpa senjata melawan seorang dengan sebuah senjata api yang berpeluru enam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda hobi melihat pertarungan-pertarungan semacam &lt;em&gt;smack down&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;super fighting campionship&lt;/em&gt;, Anda sudah bisa menjawab siapa pemenangnya. Dan kalau pun Anda tidak pernah melihat pertandingan-pertandingan semacam itu, Anda juga sudah bisa menentukan skor akhir dari pertarungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar. Orang yang membawa tongkat bambu itu akan kalah. Pun orang yang tidak bersenjata itu. Karena pertarungan itu penuh ketimpangan, tidak seimbang. Pertarungan tanpa &lt;em&gt;rule&lt;/em&gt; semacam ini tidak layak ditonton maupun dipertontonkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110124023775779563?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110124023775779563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110124023775779563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/pertarungan.html' title='Pertarungan'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110122709751009707</id><published>2004-11-23T23:21:00.000+07:00</published><updated>2004-11-24T04:56:13.253+07:00</updated><title type='text'>Suapan Pagi Hari</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/f31deeec.jpg"&gt;Cericit burung gereja yang hinggap di pepohonan depan rumah belum hilang pagi itu. Matahari mulai merangkak naik membuat embun-embun diatas dedaunan menguap. Hujan tadi sore yang mengguyur kota mengakibatkan dedaunan taman basah. Kabut tipis yang menyelimuti perlahan menipis. Lalu perlahan menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu berparas ayu menyuapi anaknya yang berumur empat tahun. Seondok nasi dengan lauk telur dadar hangat telah siap di atas piring. Sementara tangan kirinya memegang piring, tangan kanannya repot mengangsurkan sesuap nasi ke mulut sang buah hati. Rutinitas pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, sang anak ogah-ogahan menerima suapan sang ibu. Dia begitu sibuk dengan mobil-mobilannya yang berwarna merah. Mobil sederhana berbentuk balap yang hanya ditarik dengan tali rafia. Di tarik memutar-mutar tanpa kenal henti. Baginya, dia adalah seorang sopir yang harus menjalankan tugas. "ngeeeeeengggggg...." Sang ibu tetap setia mengangsurkan satu satu dengan bujukan yang halus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A' a'," sang ibu membuka mulutnya memberi contoh agar sang buah hati membuka mulutnya. Mulutnya mengangga. Setelah agak lama, sang anak yang asyik dengan mobil-mobilannya itu akhirnya menerima suapan sang ibu. Suapan besar-besar. Entahlah, kenapa harus memberi suapan seperti itu, barangkali yang dipikir ibunya adalah kemauan dia adalah kesempatan. "Pinter....," pijinya. Mulut anak itupun penuh dengan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau makannya banyak, nanti cepet besar," bujuk sang ibu. "Kalo sudah besar nanti jadi... jadi...." Ia menggantungkan kalimatnya memberi kesempatan kepada sang anak untuk melanjutkannya. Sang anak hanya memandangi wajah ibunya sambil mengunyah nasi yang ada dimulutnya, tanpa memberikan jawaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu kemudian melanjutkan perkataanya tadi yang menggantung, "Jadi ... jadi .... p-o-l-i-s-i..." seraya merujuk, mengeja.&lt;br /&gt;"Jadi apa?" tanya sang ibu.&lt;br /&gt;"Jadi polisi..." jawab sang ibu disertai jawaban sang anak, pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu suapan lagi berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Priittt.... Nanti ibu dicegat di jalan," ia berceria kepada sang anak.&lt;br /&gt;"Stop! Berhenti! SIM-nya mana?" katanya galak dengan nada dibuat-buat. &lt;br /&gt;"Masak ibunya sendiri mau ditilang...," nada sang ibu memelas. &lt;br /&gt;"Saya nggak peduli siapa itu, kalau melanggar ya ditilang!" nadanya agak tinggi tetapi masih dalam nada yang dibuat-buat. &lt;br /&gt;"Damai aja.. damai aja... " ulang sang ibu. "Setelah itu polisi dapat uang banyak..," lanjut sang ibu dengan suara aslinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan suapan itu masih terus diberikan, sampai nasi benar-benar tidak bersisa. Suapan ini akan terus diingat olehnya. Suapan sang ibu. "Sekolahan" pertama baginya. Menjadi polisi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110122709751009707?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110122709751009707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110122709751009707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/suapan-pagi-hari.html' title='Suapan Pagi Hari'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110122057529968528</id><published>2004-11-23T21:28:00.000+07:00</published><updated>2004-11-23T21:46:30.083+07:00</updated><title type='text'>Telat</title><content type='html'>&lt;img style="WIDTH: 152px; HEIGHT: 237px" height="250" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/telat2.jpg" width="145" /&gt; &lt;img style="WIDTH: 152px; HEIGHT: 238px" height="297" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/telat1.jpg" width="196" /&gt; &lt;img style="WIDTH: 151px; HEIGHT: 236px" height="259" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/telat3.jpg" width="152" /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak hanya saya saja, ketika masih sekolah, yang sering telat mengikuti apel pagi. Para pegawai negeri sipil pun juga bisa telat. Tadi pagi, ketika diadakan apal oleh Pemkot Solo, banyak para pegawai yang datang telat sehingga harus menerobos celah pintu gerbang. Ada yang tergesa, ada yang tetap santai meskipun tahu dirinya terlambat. Kalau zaman saya dulu hukumannya mesti muter-muter lapangan sepuluh kali, kalau ini apa ya kira-kira hukumannya?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110122057529968528?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110122057529968528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110122057529968528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/telat.html' title='Telat'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110119633042194832</id><published>2004-11-23T14:43:00.000+07:00</published><updated>2004-11-23T14:59:23.566+07:00</updated><title type='text'>Diomongin Jelek</title><content type='html'>Bagaimana rasanya bila Anda diomongin jelek, kemudian secara tak sengaja Anda mendengarnya, dan orang yang berbicara itu tidak menyadari bahwa Anda sedang mendengarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, bisa dipastikan Anda akan berang dan marah. Ya, saya juga begitu. Dan hari ini, tadi siang, seseorang telah mengata-ngataiku dengan hal yang buruk :( Saya jadi mikir, tentang kedutan di mulut kemarin. Katanya sih, kalau kedutan di mulut berarti ada orang yang lagi ngomongin. Hehe... percaya gak percaya deh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110119633042194832?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110119633042194832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110119633042194832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/diomongin-jelek.html' title='Diomongin Jelek'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110112377805479646</id><published>2004-11-22T18:42:00.000+07:00</published><updated>2004-11-22T19:02:39.736+07:00</updated><title type='text'>Kedutan</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" alt="bintang anda apa? bintang kecil :D" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/zodiac.jpg"&gt;Pernahkan Anda &lt;em&gt;kedutan&lt;/em&gt;? Anggota tubuh tertentu bergerak-gerak padahal Anda tidak menggerakkannya. Sore ini saya mengalaminya, benar-benar saya rasakan. Bagian mulutku terasa berkedut-kedut. Tidak hanya satu menit dua menit, tetapi bermenit-menit! Saya tak tahu dalam dunia kedokteran hal ini disebut reaksi apa, tetapi dalam masyarakat Jawa (kuno) hal ini selalu diartikan dengan pertanda. Entah pertanda baik atau buruk yang akan menimpa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pertanda ini, ditinjau dari segi apapun tidak ada korelasi antara nasib dengan pergerakan anggota tubuh tertentu. Bagi saya, nasib seseorang adalah rahasia-Nya. Sayangnya, walaupun hal ini sangat jelas, tetapi sebagian masyarakat masih mempercayainya bahwa ini pertanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan ini sangat mengakar dan sulit dihilangkan. Karena sudah turun temurun dan beberapa kali dibuktikan. Mungkin, karena kecocokan apa yang terjadi dengan apa difirasatkan, maka menjadi semacam patokan. Pengalaman yang telah terkumpul terangkum menjadi sebuah "buku". Setiap pergerakan anggota tubuh tertentu mempunyai arti sendiri-sendiri. Bagaimana kalau sudah begini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits qudsi ada yang berbunyi: Saya selalu berada pada persangkaan hambaku, kata Allah. Karena keyakinan yang sangat kuat, maka hal-hal yang disangkakan itu bisa jadi kenyataan karena sesuai dengan janji-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kepercayaan ini mungkin akan sama dengan zodiak. Padahal tidak ada korelasi apapun antara bintang dengan nasib, tetapi masih menghubung-hubungkan. Parahnya lagi, zodiak satu media (umumnya dari sini) dengan yang lainnya tidak ada yang sama. Lantas mana yang benar?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110112377805479646?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110112377805479646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110112377805479646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/kedutan.html' title='Kedutan'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110112230094588229</id><published>2004-11-22T18:15:00.000+07:00</published><updated>2004-11-22T18:20:25.383+07:00</updated><title type='text'>Jika Tak Bisa Sekarang</title><content type='html'>Jika tak bisa sekarang,&lt;br /&gt;maka besok&lt;br /&gt;Jika tak bisa besok,&lt;br /&gt;maka besoknya lagi&lt;br /&gt;Jika tak bisa besoknya lagi,&lt;br /&gt;maka besok besoknya lagi&lt;br /&gt;Dan waktu menunggumu sampai kau bisa&lt;br /&gt;mungkin besok kau temukan ia&lt;br /&gt;Jangan bosan-bosan mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110112230094588229?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110112230094588229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110112230094588229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/jika-tak-bisa-sekarang.html' title='Jika Tak Bisa Sekarang'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110110546701255370</id><published>2004-11-22T13:36:00.000+07:00</published><updated>2004-11-22T17:06:04.480+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Pekerja Pembolos!</title><content type='html'>"Selamat datang..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin penyapa itu selalu berbunyi setiap ada orang yang datang melewati pintu kantor. Tak peduli, apakah ia pekerja, tamu, peminta sumbangan atau istri yang sedang menngecek si suami... Bunyinya tetap begitu. Maklum suara itu diproduksi oleh mesin perekam dengan pemindai untuk mengetahui bila ada orang (sesuatu) yang lalu di pintu... Bukan oleh resepsionis cantik dengan senyum mekanis kinetis, yang segera mengembang ketika sosok pengunjung datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu suara dengan intonasi dan volume terprogram akan segera menyapa. &lt;br /&gt;"Selamat siang Pak/Bu... meski anda masih bujang panggilan pak menjadi hak Anda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali dua saya senang disambut penyapa elektronis itu. Tapi lama-lama menjengkelkan juga. Seakan-akan dibohongi oleh kesantunan kosmetis. Bagaimana tidak, kita tahu bahwa itu adalah produk mesin belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang terbersit untuk mengerjai mesin itu. Saya akan bolak balik melangkahi alat pemindainya. Biar ia berulang-ulang menyapa. Kira-kira siapa yang akan tertawa dan siapa yang marah dengan kelakuan saya. Paling apes saya dianugerahi peringatan. Hehehe... Sepadanlah dengan kenakalan kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya penyapa elektronis itu cuma mengenal satu intonasi sapaan saja. Pikir saya alangkah baik kalau ia diberi beragam intonasi sapaan. Selain lebih variatif sehingga tak bikin kuping bosan, juga lumayan berguna sebagai sindiran. Umpama, kalau sebelum jam 8 saat jam kantor dimulai... nada intonasinya hangat menyapa. Lewat jam 8 yang artinya telat intonasinya agak meninggi, mengesankan ejekan dan sindiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih bagus lagi kalau yg kemarin membolos ditambah keterangan saat disapa: "Selamat datang pekerja pembolos"! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja mesin seperti ini dijual di pasaran, siap-siap saja produsennya bangkrut tak balik modal. Maaf-maaf saja, mesin seperti ini rasanya tak bakal lolos litsus untuk dipasang dipintu kantor instansi pemerintah. "Tidak ada anggaran untuk alat itu." Mungkin itu jawaban bagian personalia mereka pada tenaga pemasar produsennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Terbaca berita di detik.com... Gubernur Sutiyoso akan menindak bawahannya yang bolos setelah liburan lebaran. Tindakan seperti apa yang akan diambil tidak dijelaskan disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lebaran lampau, pernah ditulis di media cetak dan ditayang di tv... menPAN menyidak kantor-kantor instansi yang kosong melompong. Hanya satu dua biji karyawan yang duduk-duduk dibalik meja. Tampak wajah Pak Mentri kesal campur masygul mendapati kenyataan itu. Selebihnya di tiap lebaran masih terulang juga hal itu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;code&gt;Tulisan ini adalah hadiah dari &lt;a href="http://jalansunyi.blogspot.com" target="_blank"&gt;jalansunyi&lt;/a&gt;. Kalimat per kalimat mengalir begitu saja seperti air yang turun dari langit. Padahal hanya lewat YM! Thanks and great job!&lt;/code&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110110546701255370?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110110546701255370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110110546701255370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/selamat-datang-pekerja-pembolos.html' title='Selamat Datang Pekerja Pembolos!'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110109682267655811</id><published>2004-11-22T11:06:00.000+07:00</published><updated>2004-11-22T11:28:02.056+07:00</updated><title type='text'>Judul yang "Menggigit"</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" alt="media Gombal yang tidak layak untuk diperjaya" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/9b80f4be.jpg"&gt;Bagi orang yang berkecimpung dalam dunia judul-menjudul, tulis-menulis, baik di media maupun di penerbitan, tentu sudah mengerti tentang apa yang saya maksudkan. Bahwa judul memegang peranan yang amat-sangat-sangat-sangat penting. Mengapa? Karena dari judul inilah pembaca (konsumen) akan tertarik untuk membaca (membeli). Tak heran sekarang ini banyak beredar buku-buku dengan judul yang aneh-aneh yang membuat penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul merupakan perwakilan dari seluruh isi kalimat yang dihadirkan. Sebuah novel besar tanpa menggunakan judul, saya yakin, pasti tidak akan dibaca. Dan selama ini saya memang belum pernah menjumpai buku-buku yang tanpa judul. Meskipun kemungkinan ada, barangkali itupun judulnya &lt;em&gt;Tanpa Judul &lt;/em&gt;yang merupakan judul itu sendiri. "Saya pinjam &lt;em&gt;Saman&lt;/em&gt;-nya, dong," pinta Rina kepada Rani. Ini berarti si Rina meminjam buku yang berjudul &lt;em&gt;Saman &lt;/em&gt;kepada Rani, dimana judul merupakan kata ganti yang lebih spesifik (khusus). [sebagai pembeda, judul dicetak miring]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kepenulisan mungkin akan lain dengan dunia musik. Misalnya, karya lagu Iwan Fals saya pernah menemukan ada yang belum diberikan judul (untitled). Mengapa begitu? Dalam dunia kepenulisan, setiap orang dipaksa untuk mengeja dan membaca huruf-huruf yang terangkai. Sedangkan dalam lagu, setiap orang yang memutar lagu itu berarti mereka sudah bisa menikmati apapun judul yang ada, bahkan tanpa judulpun sudah bisa dinikmati. Anda pernah mendengarkan lagu di radio, Anda sangat tertarik dengan lagu itu, tetapi Anda tidak tahu apakah judul lagu itu? Nah disinilah perbedaannya, judul memegang peranan penting dalam dunia kepenulisan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penerbitan maupun dunia cetak, pasti menginginkan jumlah pembaca maupun pembeli sebanyak-banyaknya. Semakin banyak pembeli maka akan semakin banyak laba yang dapat dikeruk. Bagaimanakah untuk menarik pembaca maupun pembeli? Salah satu caranya adalah dengan membuat judul yang "menggigit". Judul yang "menggigit" merupakan judul yang membuat penasaran dan membangkitkan greget bagi para pembaca, maupun judul yang bombastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat judul memang tidak mudah. Ada kalanya judul itu dibuat agak puitis dan enak diucapkan. Ada kalanya judul harus menggebrak. Ada kalanya meniru sebuah judul yang sudah terkenal, seperti &lt;em&gt;Ada Apa dengan Judul?&lt;/em&gt; Yang mempunyai kemiripan dengan film Indonesia yang terkenal itu, &lt;em&gt;Ada Apa dengan Cinta&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah majalah dalam negeri hanya membubuhkan satu kata saja, ketika terjadi ledakan bom di Kuningan beberapa waktu lalu, BOM Ditulis besar-besar. Hanya dengan satu kata, majalah itu sangat menggoda untuk dibaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dalam blog judul yang "menggigit" semacam itu juga penting? Entahlah, mungkin juga iya. Tetapi tidak diwajibkan untuk itu. Karena setiap blog sudah mempunyai segmen pembaca sendiri. Misalnya, kere kemplu, selalu membuat judul yang unik dan menggelitik. Semua "penggemar"-nya (saya termasuk :P)sudah pasti akan membacanya karena sudah membaca posting-posting sebelumnya yang menarik :D Bagi &lt;a href="http://gombal.blogdrive.com" target="_blank" title="gombal"&gt;Bos Kemplu&lt;/a&gt; judul diatas mungkin tidak seru, dia akan merubah menjadi: &lt;em&gt;Menggigit judul, judul yang "Menggigit"&lt;/em&gt; dibolak-balik sehingga menjadi menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog merupakan suatu media yang unik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110109682267655811?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110109682267655811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110109682267655811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/judul-yang-menggigit.html' title='Judul yang &quot;Menggigit&quot;'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110104449664629791</id><published>2004-11-21T20:36:00.000+07:00</published><updated>2004-11-21T21:22:52.940+07:00</updated><title type='text'>Keinginan yang Terpendam</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" alt="fotografer.net" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/fotograferdotnet.jpg"&gt;Dunia fotografi sekarang ini saya rasakan sangat menggembirakan. Setelah ditemukannya kamera digital, pekerjaan memotret jauh lebih mudah dan praktis. Kalau jaman doeloe, sebelum memotret (pakai kamera manual) harus beli film, belum lagi mencuci, setelah itu baru di scan. Prosesnya lumayan panjang. Belum lagi kemungkinan &lt;em&gt;kobong &lt;/em&gt;alias tidak jadi. Ada lagi yang menjemukan, yakini proses pencucian yang biasanya memakan waktu lama karena harus antre dengan yang lainnya. Sekarang, dengan kamera digital, sudah tidak memikirkan itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs-situs fotografer, seperti &lt;a href="http://fotografer.net" target="_blank"&gt;fotografer.net&lt;/a&gt; membuat para fotografer (atau orang yang ingin menjadi fotografer) makin giat memamerkan hasil jepretannya. Disana banyak berkumpul para fotografer-fotografer andal yang bisa diambil ilmunya. Saya sendiri ikut dalam komunitas ini, meskipun saya tidak mempunyai kamera dan tidak pernah menghasilkan foto. Saya hanya kadang-kadang mampir dan memberi komen sekenananya :D Belum lagi sekarang tersedia photoblog, sebuah blog yang memungkinkan memajang foto-foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, hasil yang dipajang di FN (fotografer.net) sangat bagus-bagus. Kalau saya melihat jepretan-jepretan cantik seperti itu, saya kemudian ingiiin sekali menjadi seorang fotografer. Saya membayangkan, menjadi fotografer itu enak. Betapa tidak, kerjaanya cuma keliling muter-muter dan jeprat-jepret seenaknya. Tentu saja, disini jepretan harus bernilai berita (kalau memang ia fotografer media) atau menghasilkan jepretan cantik. Engle pengambilan gambar juga harus diperhatikan, dan menurutku, ini tidak terlalu sulit untuk dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, bisa dipastikan saya akan berurusan dengan foto-foto. Memilih, mengolah dan mengkroping, karena inilah sebagian kerjaanku. Dari situlah saya bisa menilai bagaimana foto yang bagus dan bagaimana foto yang jelek. Bukan karena saya pandai, tetapi hal ini memang tidak memerlukan kepandaian khusus. Siapapun yang bisa melihat, pasti bisa menilai bagaimanakah foto yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai keinginan menjadi fotografer, mungkin saya harus memendamnya. Karena keadaan saya tidak memungkinkan untuk itu. Saya tidak mempunyai uang berlebih hanya sekadar membeli kamera yang harganya berjuta-juta. Entahlah... saya hanya orang &lt;em&gt;ndeso &lt;/em&gt;yang takut melangkahkan kaki. Saya kok selalu merasa pesimistis begini ya? Hmm..., memang begitulah keadaan saya yang sebenarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110104449664629791?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110104449664629791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110104449664629791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/keinginan-yang-terpendam.html' title='Keinginan yang Terpendam'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110096463413726278</id><published>2004-11-20T22:25:00.000+07:00</published><updated>2004-11-20T22:56:50.696+07:00</updated><title type='text'>Ketupat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/ketupat.jpg"&gt;Kalau di Jepang ada seni melipat kertas &lt;em&gt;(origami)&lt;/em&gt;, di Indonesia ada juga seni lain yang tak kalah menariknya, yakni seni membuat ketupat :D Mengapa saya katakan seni? Karena sebenarnya ketupat adalah makanan biasa yang terbuat dari beras, dibungkus dengan daun kelapa muda (jawa: &lt;em&gt;blarak&lt;/em&gt;) sehingga menjadi unik dan berseni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketupat merupakan makanan khas lebaran. Dalam perkembangannya, ketupat tidak hanya sebagai makanan yang terbuat dari daun kelapa, tetapi juga bisa sebagi perhiasan. Dipajang di mal-mal maupun di restoran. Ia dibuat dari pita berwarna warni, dan biasanya berwarna hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat ketupat sema rumitnya dengan membuat origami kalau belum pernah membuatnya. Saya dulu pernah belajar membuatnya sendiri tetapi sekarang karena sudah tidak pernah membuatnya, saya jadi lupa bagaimana cara merangkainya. Padahal dulu saya belajar setengah mati dan tidak bisa-bisa, saking rumitnya! Karena waktu itu tangan saya masih kecil, membuatnya jadi kesulitan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="ketupat warna" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/ketupatwarna.jpg"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagaimana &lt;em&gt;origami&lt;/em&gt;, ketupat juga ada model-modelnya (walau tak sebanyak &lt;em&gt;origami&lt;/em&gt;). Ada ketupat yang berbentuk segi empat (kupat yang biasa kita lihat), bawangan, ada juga yang seperti burung. Konon ketupat yang jawanya disebut &lt;em&gt;kupat&lt;/em&gt;, sebuah simbol yang berarti &lt;em&gt;ngaku lepat&lt;/em&gt; (mengakui kesalahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu setelah hari raya (berarti sekarang ya?), di daerah saya, dikenal dengan hari raya ketupat (&lt;em&gt;riyaya kupat)&lt;/em&gt;. Di hari itu diadakan acara halal bihalal di Pondok dekat rumah dan juga diadakan pengajian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda ingin membuat ketupat, &lt;a href="http://web.singnet.com.sg/~hsh17/sect1ketupat.htm" target="_blank" title="panduan membuat ketupat"&gt;disini&lt;/a&gt; ada panduannya ;) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110096463413726278?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110096463413726278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110096463413726278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/ketupat.html' title='Ketupat'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110093712495718476</id><published>2004-11-20T14:46:00.000+07:00</published><updated>2004-11-20T16:56:58.803+07:00</updated><title type='text'>Bangunan yang Berbeda</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/799c0c43.jpg"&gt;Hujan pertama kali yang diharapkan membawa berkah ternyata malah membawa musibah. Angin kencang yang menyertainya membuat rumah-rumah roboh porak poranda. Di Sragen dan Boyolali, tercatat delapan rumah roboh. Malah katanya hari ini juga bertambah. Ini belum termasuk warung di depan tempat kerja saya yang tak terpublikasi. Musibah, memang selalu datang tak terduga, tak pernah memberi tahu sebelumnya. Warung yang menyediakan soto ayam dan mie goreng yang biasa saya beli itu sekarang rata dengan tanah. Tiang-tiang penyangga terpal berwarna biru itu tak mampu melawan angin kencang yang datang. Sementara rumah yang terbuat dari beton dipinggirnya masih berdiri kokoh. Dua buah bangunan yang berbeda tetapi berdekatan itu bernasib lain. Yang satu berbahan beton dan yang satu hanya berpenyangga kayu. Yang satu lebih kuat menahan angin dan yang satunya harus mengalah pada angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Petak, yang memiliki warung itu cuma bisa pasrah. Ia menerima musibah itu dengan hati lapang. Tidak menggerutu sekaligus tidak "mencaci" siapa yang telah mendatangkan musibah itu. Dihatinya telah tertanam, nasib memang di tangan Tuhan. Misibah yang diterima dengan hati sabar malah akan baik baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bangunan jiwa sang pemilik jauh lebih kokoh ketimbang bangunan fisik warung yang ia miliki. Meskipun warungnya hanya terbuat dengan penyangga kayu, tetapi bangunan jiwanya terbuat dari "besi dan beton" yang jauh lebih kokoh. Yang tak akan roboh oleh "angin" yang menerpa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110093712495718476?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110093712495718476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110093712495718476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/bangunan-yang-berbeda.html' title='Bangunan yang Berbeda'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110089275264190958</id><published>2004-11-20T02:18:00.000+07:00</published><updated>2004-11-20T03:14:29.460+07:00</updated><title type='text'>Menulis Itu Seperti Melukis</title><content type='html'>&lt;em&gt;Tolong Katakan kepada Para Blogger yang Kesulitan Menulis: &lt;br /&gt;Menulislah... Menulis Itu Seperti Melukis&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/0eb587c8.jpg"&gt;Dalam menulis, tentu ada seninya. Kalau tak percaya silakan tanya ke &lt;a href="http://negeri-senja.com"&gt;Mbak Atta&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://jalansunyi.blogspot.com"&gt;Pak Abhi&lt;/a&gt;, maupun &lt;a href="http://gombal.blogdrive.com"&gt;(Boss :D) Kere&lt;/a&gt; yang merupakan para jago mengolah kata sehingga menjadi berseni. Tulisan ketiganya boleh jadi tidak sama, baik dari segi pembahasaan maupun penghadirannya. Ibarat ketiganya dikurung dalam satu sel dan disuruh menulis tentang apa yang ada disitu, maka ketiganya akan menghasilkan tulisan yang berbeda. Tulisan &lt;a href="http://negeri-senja.com"&gt;Mbak Atta&lt;/a&gt; akan cenderung rampai dan memiliki pengalaman imajinasi yang tinggi. Tulisan &lt;a href="http://jalansunyi.blogspot.com"&gt;Pak Abhi&lt;/a&gt; akan memberikan perlambang yang tidak mudah ditangkap. Sedangkan tulisan &lt;a href="http://gombal.blogdrive.com"&gt;Boss Kere&lt;/a&gt; akan cenderung mudah dicerna sekaligus rumit, penuh dengan letupan-letupan pengetahuan yang saya rasakan sangat luas. Ketiganya disampaikan dengan sungguh luaaar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" class="rightimage"  src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/th87498c50.jpg"&gt;Saya sendiri kalau membaca tulisan &lt;a href="http://jalansunyi.blogspot.com"&gt;Pak Abhi&lt;/a&gt; cendrung mencari makna sendiri, seperti halnya membaca puisi. Tulisan &lt;a href="http://negeri-senja.com"&gt;Mbak Atta&lt;/a&gt; akan seperti membaca novel roman. Sedangkan yang terakhir seperti membaca karya terjemahan dari luar negeri. Ketiga contoh diatas merupakan sebagian kecil bentuk, masih banyaaak sekali blogger-blogger yang lain yang mempunyai tulisan yang tak kalah hebatnya. Anda pun bisa mencontohnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis, seperti kata boss saya, seperti pekerjaan melukis. Kemampuan menulis seseorang berbeda-beda. Ada yang begitu pandai dalam melukiskan suasana dalam tulisan. Ada yang begitu kesulitan sehingga harus membutuhkan waktu banyak yang dikorbankan untuk sekedar mengolah kata. Cara-cara menuliskan itu menjadi semacam khas atau dalam lukisan bisa disebut aliran. Ada lukisan impressionis, naturalis, maupun yang lainnya. Meskipun menganut aliran yang sama, hasil lukisan maupun tulisan seseorang satu dengan yang lainnya boleh jadi berbeda. Ketiga orang diatas merupakan satu contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, saya mempunyai masalah dalam menulis. Ada semacam keterhambatan. Entahlah, tapi sekarang saya sudah bisa mengatasinya. Apa rahasianya? Jawabannya sederhana tetapi penerapannya sangat sulit: dorongan dari diri pribadi untuk "bisa". Memang blog ini saya rasakan menjadi sebuah mediator yang sangat-sangat membantu sekali dalam "memupuk" kemampuan menulis. Ia merupakan kanvas tak bertepi yang memungkinkan seseorang menorehkan warna sebisanya, sesempatnya, maupun sekatoknya (sepuasnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, seseorang teman yang tidak saya kenal mengirim &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt; kepada saya yang isinya: mengapa saya tidak menulis cerpen? Kemudian saya jawab: saya belum mempunyai kemampuan untuk itu. Sehingga saya mendapat balasan kembali berupa pengalaman menarik sekaligus penting yang mengantarkan dia menjadi juara. Bukan juara dalam arti kelas nasional, tetapi juara dalam lingkungan dan sekup kecil, tetapi kemudian mendorongnya untuk lebih memaksimalkan kemampuan dalam menulisnya. &lt;em&gt;(Terima kasih saya ucapkan kepada dia atas pengalaman berharganya ini, untuk sekarang saya masih belum mempunyai kemampuan menulis cerpen.. Tapi barangkali nanti-nanti akan saya coba membuatnya)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal menulis, ada sebuah ungkapan yang entah dari siapa (karena saya tidak hobi mencatat kutipan-kutipan orang terkenal): "siapapun yang bisa menorehkan huruf, berarti dia dapat menulis"  (dalam arti: mengarang). Ini bukan ungkapan kosong, karena ungkapan ini dilontarkan oleh seorang yang telah berhasil dalam menulis. Sering didapati dalam buku-buku "pendorong" dalam menulis bahwa: bila ingin menulis ya menulislah... Sangat sederhana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/bea5b1f4.jpg"&gt;Menulis tidak memerlukan sesuatu persiapan yang muluk-muluk. Persis seperti yang disarankan pebisnis yang disirakan di Pas Fm beberapa waktu lalu yang kebetulan saya dengarkan. Ia menganalogikan dalam bisnis tidak harus mempersiapkan segala detailnya seperti halnya menulis. Jika ingin berbisnis, ya mulailah. Jika ingin menulis ya menulislah. Tidak usah terlalu muluk-muluk dalam mempersiapkan segala sesuatunya sehingga membuang-buang energi dan uang. Akan terasa lucu bila ingin menulis sebelumnya harus membeli alat tulis yang mahal, buku yang tebal dan wangi, hingga ruangan khusus dalam menulis yang berisi meja dan tempat duduk yang nyaman. Sebelum menulis sang penulis mandi terlebih dahulu, pun dengan wewangian yang semerbak. Kemudian baru menulis. Memang hasil akhirnya akan sama, menulis, tetapi akan banyak terbuang tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang banyak membaca, tentu lebih pandai dalam menulis. Ini memang sangat penting. Karena tulisan, menurutku, harus memberikan &lt;em&gt;value&lt;/em&gt; (nilai) yang lebih. Kalau tentang hal ini, &lt;a href="http://gombal.blogdrive.com"&gt;Boss Kere&lt;/a&gt; sangat berpengalaman karena saya yakin dia merupakan seorang yang kutu buku, seperti halnya kacamata yang dikenakannya melebihi ukuran bawah botol kecap. Hehe... itu nggak asli kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, bila ingin menulis, ya menulislah... Semestinya ada petunjuk yang bisa digunakan, sebagaimana ide-ide yang telah dikeluarkan &lt;a href="http://enda.goblogmedia.com"&gt;pak Enda&lt;/a&gt;. Carilah petunjuk itu! atau mencari buku-buku pendorong dalam menulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110089275264190958?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110089275264190958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110089275264190958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/menulis-itu-seperti-melukis.html' title='Menulis Itu Seperti Melukis'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110087548115694459</id><published>2004-11-19T21:37:00.000+07:00</published><updated>2004-11-19T23:22:59.273+07:00</updated><title type='text'>Otak, Apakah Bisa Dimaksimalkan?</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/9517a475.jpg"&gt;Otak, seperti halnya otot-otot perlu diolahragakan setiap hari. Otak yang tidak difungsikan dengan baik akan mengalami kemunduran dalam berfikir. Dampaknya adalah sering lupa dan tidak brilian dalam berpikir, atau berlaku bodoh karena bertindak tidak sesuai dengan akal sehat. Seperti yang saya pernah baca, bahwa didalam otak ada berjuta-juta neuron dan neuron-neuron ini akan mati ketika tidak difungsikan. Sebaliknya jika dipekerjakan mereka akan tumbuh berkembang. Saya sendiri tidak tahu apakah yang dimaksud olahraga otak itu. Apakah Anda tahu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkadang mengartikan olahraga otak adalah dengan bermain sepertihalnya permainan-permainan yang rumit yang membutuhkan pemikiran. Bermain catur termasuk olahraga otak. Saya pun bisa bermain permainan ini. Tapi sekarang saya tidak pernah ini lagi. Membaca? Mungkin saja termasuk olahraga otak, karena dengan membaca ada suplay informasi ke otak yang merupakan "makanan" baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak, seperti yang saya miliki, tidak dapat saya kenali struktur-strukturnya dengan baik. Apakah Anda juga tahu bahwa otak itu terbagi-bagi dan mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Dalam buku yang pernah saya tahu, otak dikatergorikan menjadi dua: otak kanan dan otak kiri. Saya sendiri masih belum tahu pembagian itu atas fungsi-fungsinya secara jelas. Jika Anda tahu, tolong beritahu saya. Kalau perlu Anda bisa mengirimkannya ke &lt;a href="mailto:imponk03@yahoo.com"&gt;e-mail&lt;/a&gt; saya. Tengyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemarin mendengarkan siaran di radio, disana ada seorang anak yang diberi soal tebakan matematika. Soal yang disodorkan sangat rumit dan bertambah terus, tapi anehnya sang anak selalu menjawab pertanyaan dengan benar. Wah, kecil begini otaknya sudah brilian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah otak juga bisa dimaksimalkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110087548115694459?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110087548115694459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110087548115694459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/otak-apakah-bisa-dimaksimalkan.html' title='Otak, Apakah Bisa Dimaksimalkan?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110083776761053081</id><published>2004-11-19T11:13:00.000+07:00</published><updated>2004-11-19T11:19:21.600+07:00</updated><title type='text'>Jepang</title><content type='html'>&lt;img align="right" class="rightimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/67e35a45.jpg"&gt;Jepang, merupakan salah satu negara yang saya kagumi. Saya memang tidak begitu mengenalnya, tetapi nama itu selalu saja disebut-sebut sebagai negara tempat orang-orang disiplin yang patut di contoh oleh orang-orang di negeri ini, walaupun kenyataannya tidak menunjukkan begitu (kalau sebagian besar, memang iya) sebagaimana yang terakui oleh orang Indonesia yang telah menginjakkan kaki disana. Saya mengenal Jepang ketika teman saya mengirimkan surat ke Kedubes Jepang yang ada di Jakarta. Sebuah kiriman majalah bernama &lt;em&gt;Wajah Jepang Dewasa Ini&lt;/em&gt; kemudian datang dari sana, bersampul biru, berhalaman &lt;em&gt;full colour&lt;/em&gt;. Ada lagi satu majalah yang saya lupa namanya. Banyak sekali mengulas tentang kehidupan di negeri matahari terbit itu, walaupun terkesan mengunggul-unggulkan. Majalah ini kemudian saya pinjam, dan dari majalah inilah ketertarikan saya tentang Jepang bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sore, saya terkadang (tapi tidak sering) menyempatkan diri mendengarkan siaran Radio Jepang Internasional yang di gelombang SW2 yang suaranya tidak begitu jelas. Biasanya saya mendengarkan ketika jam empat sore, karena di saat itu disiarkan dalam bahasa Indonesia. Pada hari-hari tertentu (atau tiap hari?) ada pelajaran bahasa Jepang sederhana yang diajarkan. Ternyata teman saya itu mempunyai sebuah buku kiriman dari NHK Jepang, sebuah buku tentang pelajaran berbahasa sebagai panduan apa yang diajarakan di radio. Saya kemudian meminjamnya, dari situlah saya kemudian belajar mengenal huruf jepang, Katakana dan Hiragana. Ada lagi huruf yang paling susah dipahami yakni huruf Kanji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang saya pelajari, cuma sekadarnya. Mungkin karena saya suka saya jadi semangat belajar. Berapa kosa kata yang saya kenal baru berupa &lt;em&gt;arigato, kinniciwa, sumimasen, ohayo&lt;/em&gt; (sedikit sekali, dan artinya apa ya? hehe.. lupa). Sekarang, entah mengapa, saya tidak lagi melakukan aktivitas membaca, mendengarkan radio seperti dulu dan belajar tentang Jepang. Oh, Jepang... kapan ya aku bisa kesana. Hehehe... Gak mungkin deh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110083776761053081?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110083776761053081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110083776761053081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/jepang.html' title='Jepang'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110079876095887362</id><published>2004-11-19T01:13:00.000+07:00</published><updated>2004-11-19T11:29:17.050+07:00</updated><title type='text'>Di Atas Bus Tak Berkelas</title><content type='html'>&lt;em&gt;TEMPAT DUDUK: 24&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berwarna putih dengan semprotan cat. Sederhana, namun kelihatan jika dibaca. Tertulis di kaca kusam jendela. Berada di samping kursi deretan nomor empat sebelah kanan. Saya tidak tahu apakah maksud dari tulisan tersebut, apakah itu berati penumpang harus berjumlah 24 sebagaimana jumlah tempat duduk atau hanyalah keterangan bahwa bus kecil itu mempunyai tempat duduk yang berjumlah 24 saja. Tak ada tulisan lain yang menyertainya. Ditempat agak jauh, ada stiker berwarna hijau bertuliskan &lt;em&gt;Keluarga Besar Pangdam&lt;/em&gt; warna kuning. Ada sebuah logo disana. Saya biasanya melihat stiker ini tertempel di slebor motor sebelah belakang atau pun depan, seolah menakut-nakuti polisi atau seseorang dengan stiker tadi. Barangkali dengan stiker itu bisa selamat sewaktu-waktu ada operasi kendaraan bermotor. Atau seakan-akan bilang: saya ini keluarga militer, maka jangan macam-macam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/1b575b34.gif"&gt;Panas, pengap, dan bau keringat. Bus yang hanya berukuran empat setengah meter kali dua meter ini penuh dijejali penumpang. Seluruh tempat duduk sudah duduki. Bagian belakang, tengah, maupun depan juga telah dipenuhi manusia. Yang tidak kebagian tempat duduk hanya bisa menopang tubuhnya bersandar pada kursi-kursi dan berpegangan pada besi tua tepat di atas antara dua kursi sisi kanan dan kiri. Saya termasuk penumpang yang tidak kebagian tempat duduk ini. "Sungguh bodoh saya ini, kenapa tadi mau saja naik bus yang sudah penuh!" Saya berkata pada diri saya sendiri. Saya tak bisa apa-apa. Karena sewaktu saya naik tadi belum penuh sesak seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perut menahan lapar karena dari rumah saya tidak doyan makan, entahlah... sebenarnya dari pagi saya belum makan, tetapi nafsu makan hilang sama sekali. Dan kali ini saya baru merasakan serangan lapar yang tiada tara. Ini salahku sendiri, kenapa kok tidak makan dulu sebelum berangkat. Biarpun sakit, saya memang harus melaluinya karena ini adalah buah yang saya tanam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutt ttutt.. klitt.. klitt...&lt;br /&gt;Sebuah &lt;em&gt;handphone &lt;/em&gt;berbunyi. Seseorang yang duduk dipinggir pintu belakang bergerak. Tangannya meraba-raba saku celana. Agak kerepotan dia meraih benda kecil yang berbunyi itu. Seorang bocah yang dipangkunya terbangun gara-gara terusik oleh ulah yang saya yakin merupakan ayahnya. Sang ibu sendiri hanya duduk lemas memejamkan mata. Rupa-rupanya ia tertidur, atau sengaja tidur untuk menghilangkan lelah. Tempat yang pengap tidak mengusik baginya. Ia mungkin capek, atau barangkali semalaman kurang tidur. Bukan dia saja yang melakukan hal yang sama, seorang pemuda yang duduk disampingku juga merebahkan kepalanya pada pangkuan gadis yang kelihatannya adalah istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkadang merasa iri kepada mereka yang kebagian tempat duduk. Bukankah saya membayar sama seperti mereka. Tetapi kenapa saya diperlakukan tidak sama. Rasa iriku ini timbul ketika saya merasakan kakiku dirubung oleh semut-semut kecil karena perdaran darah tidak lancar. Pun tanganku sudah pegal harus memegangi besi yang menjaga keseimbananku. Saya kemudian mengambil posisi lain. Kepegalan ini timbul karena saya hanya berdiri dengan satu posisi, bukankah kalau saya duduk terlalu lama juga akan pegal-pegal, bahkan menjadi tidak nyaman dan ingin berdiri. Sebenarnya berdiri atau duduk itu sama saja, tinggal kita memposisikan diri. Saya terkadang berpikir: untuk sekarang berdiri tidak apa-apa, nanti kalau sudah sampai rumah saya akan membalasnya dengan duduk sepuasnya. Hahaha... pikiran yang gila, benar-benar gila!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya tadi terbangun. Tetapi matanya masih terpejam. Mungkin karena dengan posisi itu ia menjadi tidak nyaman sehingga harus mengambil posisi lain. Sekarang saya betul-betul tidak nyaman. Betapa tidak, kepala pemuda tadi sekarang pelan tapi pasti bersandar ke bagian paha saya dan posisi saya tidak bisa banyak bergerak. Ingin sekali saya menghindar sewaktu-waktu pemuda tadi telah mengangkat kepalanya. Saya menunggu agak lama. Dan akhirnya... setelah kepala itu diangkat saya pun mengambil posisi lain. Kalau pun kepala tadi bersandar, tentu tidak akan jatuh lagi ke paha saya karena tidak ada sandaran disana. Tapi sekarang ia tidak bisa bersandar lagi. Dan ia tak pernah mengayunkan kepalanya lagi, karena sekarang ia kembali pada posisi awal, bersandar diatas pangkuan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penumpang di pinggirku berdiri. Ia akan turun. Seorang pria berkaus hijau yang berdiri disampingku tiba-tiba bergerak beringas, ingin segera duduk di tempat tadi. Sebenarnya saya berada pada posisi terdekat. Tetapi rupa-rupanya pria berkaus hijau ini begitu beringasnya ingin menguasai tempat duduk. Saya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mengalah. Padahal saya naik lebih dahulu ketimbang pria ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus pun masih melaju kencang. Beberapa penumpang pun berjejalan lagi, walau pun sebagian sudah turun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan kelihatan bodoh jika sang sopir harus melewatkan ruang sedikit pun tanpa dipenuhi penumpang. Ketika tempat duduk sudah penuh dan ada penupang yang menyetop ia pun melambaikan tangan seakan berkata: maaf sudah penuh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110079876095887362?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110079876095887362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110079876095887362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/di-atas-bus-tak-berkelas.html' title='Di Atas Bus Tak Berkelas'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110071533130020462</id><published>2004-11-18T01:55:00.000+07:00</published><updated>2004-11-18T01:15:31.300+07:00</updated><title type='text'>Perkenalkan...</title><content type='html'>Perkenalkan ini adalah &lt;a href="http://kaligrafi.blogspot.com"&gt;blog baru&lt;/a&gt; yang baru saja saya buat. Tentang kaligrafi arab. Sebenarnya dari dulu sudah pernah ada keinginan untuk membuat yang satu ini, tetapi saya selalu gagal mewujudkannya karena seperti ada ketakutan akan: apakah isinya nanti bisa seperti yang saya harapkan. Setelah lebaran kemarin, saya bertekad untuk membuatnya, meskipun nantinya saya tidak tahu apa yang akan saya jadikan bahan posting. Mungkin nanti, insya Allah, akan saya isi sedikit pengatahuan tentang kaligrafi arab beserta contoh-contoh yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang penting dibuat dulu, entah nanti isinya dipikir kemudian. Sekarang yang penting dibuat dulu, entah nanti isinya dipikir kemudian! Sekarang yang penting dibuat dulu, entah nanti isinya dipikir kemudian! Begitulah kata-kata yang memaksa saya untuk tetap membuatnya. Saya harap nanti ada teman yang berbaik hati membantu bahan-bahan maupun referensi yang saya butuhkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110071533130020462?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110071533130020462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110071533130020462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/perkenalkan.html' title='Perkenalkan...'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110070191159698439</id><published>2004-11-17T21:24:00.000+07:00</published><updated>2004-11-18T02:16:37.206+07:00</updated><title type='text'>Saya Adalah Pembunuh</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/7a0e2776.jpg"&gt;&lt;em&gt;Ada sesuatu di balik sajadah. Ketika saya raba-raba seperti ada makhluk yang bergerak-garak dibawahnya. Kemersik mencari celah untuk menghindar. Keusilanku timbul juga. Saya pun akhirnya meraba-raba sambil menekan di atas sajadah tadi. Kress... Kena kau. Saya pikir itu adalah kecowa atau serangga yang lain yang 'berbahaya'. Tapi saya salah, seekor jangkrik tak berdaya telah tergeletak di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa memandangi makhluk itu. Lama sekali saya memandanginya. Tergeletak tanpa sedikitpun bergerak. Muncul bayang-bayang di kepala saya, andaikan seekor jangkrik itu adalah saya, pasti saya sekarang sedang kesakitan karena badan saya telah ditindih. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya adalah pembunuh! :(&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;&lt;code&gt;Pada Idul Fitri kali ini, sudahkan meminta maaf kepada binatang yang pernah tersakiti?&lt;/code&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110070191159698439?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110070191159698439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110070191159698439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/saya-adalah-pembunuh.html' title='Saya Adalah Pembunuh'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110067828592587889</id><published>2004-11-17T14:48:00.000+07:00</published><updated>2004-11-17T14:58:05.926+07:00</updated><title type='text'>Wartawan Bodrex</title><content type='html'>&lt;img align="right" class="rightimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/2c32122a.jpg"&gt;Menjelang lebaran, atau akhir-akhir puasa kemarin, banyak sekali bermunculan wartawan-wartawan dengan wajah baru yang diceritakan oleh taman saya. Bukan hanya dari koran lokal yang tidak terkenal, bahkan ada yang datang langsung dari Surabaya dengan membawa sebuah koran yang tidak pernah terdengar telinga. Wartawan-wartawan ini merupakan wartawan gadungan yang biasa disebut wartawan bodrex. Entahlah, apakah sebutan ini berhubungan dengan salah satu obat sakit kepala, saya tidak tahu, tetapi mereka menyebutnya begitu. Dan entah bagaimana sejarahnya nama produk obat sakit kepala bisa lekat kepada profesi sebagai wartawan.Wartawan bodrex ini tentunya berusaha mengelabuhi nara sumber, supaya memberikan beberapa lembar uang sebagai imbalan dari tulisannya. Apalagi menjelang lebaran, banyak sekali THR-THR (tunjangan hari raya) yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita lucu yang diceritakan teman saya. Ketika itu suaminya yang bekerja di rumah sakit kedatangan seorang yang mengaku wartawan sebuah koran lokal. Terang saja, nama koran tadi sangat akrab di telinga suami teman saya tadi yang berprofesi sebagai wartawan. Disitulah kelucuan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami teman saya memancing sang wartawan tadi dengan pertanyaan, apakah kenal dengan si A (yang adalah istrinya) yang juga bekerja disitu?&lt;br /&gt;Dengan sigap "wartawan" tadi menjawab kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang masih kerja disitu?"&lt;br /&gt;"Oh, sudah keluar kok pak," jawabnya berbohong. Mungkin jawaban ini paling tepat untuk diberikan karena untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan serupa tentang dirinya. Dengan menjawab keluar, pertanyaan tentang wartawan satu ini menjadi "aman", pikirnya.&lt;br /&gt;Terang saja, hal itu membuat terkejut sang suami tadi, masak istrinya yang masih segar bugar dan masih bekerja disitu dibilang sudah keluar.&lt;br /&gt;"Oya? Sudah berapa lama keluar. Apa sebabnya?"&lt;br /&gt;"Kelihatannya ikut suaminya," jawabnya. "Tau sendiri kan pak, cari kerja sekarng memang sulit," sambungnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang sebelah, beberapa teman suami teman saya tadi jelas menahan tawa, karena mengetahui "wawancara eksklusif" ini. Karena semua tahu bahwa wartawan yang dibicarakan tadi adalah istrinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir wawancara, sang suami teman saya tadi menjelaskan bahwa wartawan si A yang diceritakan itu adalah istrinya. "Ini berarti Anda adalah wartawan gadungan. Maaf saya hanya bisa menyumbangkan ini." Sambil menyerahkan uang Rp 5.000 rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa reaksi wartawan bodrex tadi?&lt;br /&gt;Dengan santainya dan tanpa perasaan bersalah, ia juga menyikat uang yang jumlahnya tak seberapa tadi. Dasar wartawan bodrex...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110067828592587889?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110067828592587889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110067828592587889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/wartawan-bodrex.html' title='Wartawan Bodrex'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110063428291957275</id><published>2004-11-17T02:34:00.000+07:00</published><updated>2004-11-17T03:00:54.846+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan yang Menyenangkan</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/65c08599.jpg"&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;, perjalanan pulang kemarin sangat menyenangkan. Paling tidak saya masih kebagian tempat duduk :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi sekali saya berangkat dari kos-kosan. Tentunya setelah sahur 'terakhir' dan shalat subuh. Suasana masih gelap, kira-kira jam empat lebih lima menit saya berpamitan dengan orang rumah. Dengan berbekal tas ransel sederhana berisi pakaian, saya melangkahkan kaki menuju perempatan Kartasura. Hanya menempuh waktu sekitar sepuluh menit saya sudah bisa sampai di perempatan. Tidak berselang lama, bus yang menuju ke terminal muncul dari arah barat. Saya naik dengan senyum lega, karena tidak menunggu terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena masih terlalu pagi, di atas bus saya merupakan penumpang satu-satunya. Tapi tak berselang lama, beberapa penumpang tampak memenuhi sebagaian tempat duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminal pagi itu sudah ramai penuh dengan bus-bus yang berjejal penumpang. Tiga bus jurusan Surabaya berjajar di sebelah Selatan. Saya pun turut naik. Tapi karena di dalam sudah tidak kebagian tempat duduk, akhirnya saya turun kembali. Menanti bus yang datang kemudian yang saya harap masih menyisakan tempat duduk yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu berberapa menit, akhirnya saya naik ke salah satu bus yang baru datang. Aha, masih banyak tempat duduk yang kosong. Kebetulan beberapa deret sebelah kanan masih kosong, saya pun duduk disitu. Penjual koran pagi itu sudah sibuk dengan dagangannya, membagi-bagikan koran kepada semua penumpang. Saya mengambil satu. Saya bayar dengan uang tiga ribu. Semestinya masih kembali limaratus, tetapi sang penjual diam saja. Saya jadi berfikir, "apakah momen mudik ini juga berarti kenaikan bagi koran, sehingga biasanya hanya Rp 2.500 berubah menjadi Rp 3.000?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penjual itu lewat dipinggir saya, sayapun menanyakan uang yang seharusnya kembali kepada saya. "Tidak ada," jawabnya. Sayapun jadi maklum dan segera mengikhlaskannya. "Hanya uang lima ratus aja kok diributkan," pikirku. Semoga saja ia benar-benar jujur dengan uang itu, artinya dia memang waktu itu tidak mempunyai uang lima ratusan sebagai kembalian. Karena bisa saja ia berpura-pura tidak punya kembalian, dan uang lima ratus itu bila dikalikan dengan seluruh pembeli tentu merupakan untung besar baginya. Saya kemudian menepis pikiran buruk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berselang lama, deretan kursi sudah penuh terisi oleh penumpang. Seorang pria berumur kira-kira 27-tahunan dengan pakaian rapi duduk disebelahku. Membawa tas besar berwarna hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kami berdiaman, akhirnya saya beranikan diri untuk membuka pembicaraan. Saya sempat ragu-ragu dengan pembicaraan ini, karena biasanya dalam perjalanan saya lebih banyak diam ketimbang harus berbicara. Alasan saya adalah karena saya tidak bisa berbahasa jawa dengan baik. Tapi karena yang duduk disebelah saya adalah orang muda yang tidak perlu dibasani maka saya mencoba untuk ngobrol, barangkali ada beberapa pengalaman yang bisa saya petik darinya, atau barangkali dia membawa kabar baik bagi saya untuk bekerja lebih enak daripada sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang bisa ditebak, pertanyaan yang paling sederhana adalah menanyakan tujuan. &lt;br /&gt;"Turun mana, Mas?" tanya saya. &lt;br /&gt;Ia menoleh, memberikan seulas senyum sambil menjawab, "Madiun." Singkat. &lt;br /&gt;"Lha mase?" tanyanya balik. &lt;br /&gt;"Ngawi," jawab saya. &lt;br /&gt;"Hm... kira-kira nanti sampai Madiun jam berapa ya mas?" tanyanya lagi. Karena saya tidak pernah menempuh perjalanan Solo-Madiun, saya pun tidak bisa memberi jawaban. &lt;br /&gt;Kemudian ia bertanya lagi kalau Solo-Ngawi ditempuh berapa jam. Saya berfikir sejenak, karena beberapa perjalanan saya yang telah lalu, saya tidak pernah menghitung lama perjalanan. &lt;br /&gt;"Dua jam mas?" ia menyodorkan jawaban. Saya masih berpikir dengan rasio saya sendiri. &lt;br /&gt;"Mungkin," jawabku. Tapi kemudian saya mengoreksinya lagi. "Gak sampe' malah, kira-kira satu jam setengah kali," jawabku walau saya tidak tahu berapa persisnya waktu yang ditempuh. Dalam hati saya hanya berdoa, mudah-mudahan jawaban saya benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat waktu bus pertama kali berjalan, ketika saya melihat arloji yang dikenakannya menunjukkan jam lima pagi. Dan ternyata sampai Ngawi jam menunjukkan tepat pukul setengah tujuh. Berarti satu jam setengah tepat seperti yang saya perkirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga bertanya tentang tarif yang seharusnya dibayar kalau dia turun Madiun. Lagi-lagi saya tidak tahu, karena memang saya tidak pernah menempuh perjalanan Solo-Madiun. Kalau saya biasanya membayar Rp 6.000 Solo-Ngawi, saya perkirakan mungkin Rp 8.000-an. Tetapi saya salah, ternyata uang Rp 20.000-an yang disodorkan diberi kembalian Rp 11.000. dengan pecahan Rp 10.000 dan seribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun membayar dengan 10.000-an. Saya hanya berfikir mudah saja, nanti pasti diberi kembalian. Ternyata tarif bus masih sama seperti hari-hari biasa, hanya Rp 6.000. Saya ditarik lagi seribu dengan kembalian uang Rp 5.000-an. Tapi sebelum saya merogoh uang seribunan, mas yang duduk disampiang saya merelakan uang seribuannya untuk saya. "Biar gak repot nyari seribunan," alasannya. Terima kasih. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dalam hati. (Apakah ini balasan uang lima ratus saya tadi?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupa-rupanya ia tidak pernah menempuh perjalanan menggunakan bus seperti ini. Hanya sekali ini ia tempuh, itupun karena "terpaksa", setelah saya tahu akibat diturunkan paksa oleh kereta yang akan membawanya ke Madiun. Alasan lain karena hanya kepraktisan saja, ia telah bekerja 'enak', jadi ia ingin menikmati perjalanan yang enak, tidak naik bus seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kami terdiam. Seperti yang saya duga sebelumnya, pembicaraan di dalam bus selalu tidak nyaman. Sifat individualisme yang telah merasuk kepada seluruh penumpang seakan membuat sekat-sekat terpisah antara penumpang satu dengan penumpang yang lain. Karena saya memang ingin mengorek pengalaman, akhirnya saya bertanya juga. "Kerja dimana Mas," tanya saya setelah berdiam agak lama. "Jakarta," jawabnya singkat. Tetapi setelah itu ia menjelaskan, kalau semestinya dia naik kereta. Tetapi karena ada kecelakaan di Ngawi, seluruh penumpang diturunkan, termasuk dia. "Kasihan, banyak penumpang yang &lt;em&gt;kleleran&lt;/em&gt;, diturunkan paksa di Stasiun Balapan," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, ada kecelakaan kereta di Ngawi kemarin pagi. Beberapa gerbong kereta pengangkut Solar tergelincir dari rel. Meledak dan terbakar. Seperti itulah yang saya tangkap dari berita halaman depan koran yang saya beli tadi, yang sekarang berada didalam tas. Semestinya saya ingin mengeluarkan koran itu, tetapi saya urungkan lagi. Entah mengapa, saya menjadi tidak enak. Koran adalah merupakan barang mahal, menurutku, yang bisa jadi merupakan kesombongan bila di-&lt;em&gt;edeng-edeng&lt;/em&gt;-kan di tempat yang sempit seperti ini, pikirku. Apalagi dibaca dengan gaya tepekur, tanpa mempedulikan kanan kiri yang termakan tempatnya gara-gara gelaran yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau saya sih, tak apa-apa. Tapi saya kasihan banyak sekali penumpang yang diturunkan. Jumlahnya ratusan. Saya masih muda. Saya hanya kasihan bagi mereka yang membawa barang-barang banyak, dan apalagi anak-anak kecil," jelasnya sambil meminta izin kepada saya untuk menjegrangkan kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya mengaguminya, karena hanya jegrang (mengangkat kaki agar nyaman) saja harus meminta izin kepada saya. Bukankah di bus ini, tidak ada aturan duduk yang normal, bahkan menaikkan kedua kaki di atas tempat duduk saja tidak ada yang ngelarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Jakarta kerja dimana mas?" tanya saya lagi.&lt;br /&gt;"Di perusahaan kontraktor," jawabnya. "Kantornya di Madiun," sambungnya lagi. (percakapan ini saya agak lupa, entah kantor atau cabang yang ada di Madiun itu).&lt;br /&gt;"Sudah lama?" lagi-lagi saya memberondongnya dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;"Tujuh tahun."&lt;br /&gt;"Hm... lama juga ya."&lt;br /&gt;"Ya, lumayan..." elaknya. "Saya dulu pernah kerja di Tuban loh, selama setahun."&lt;br /&gt;"Di mas?"&lt;br /&gt;"Di perusahaan semen."&lt;br /&gt;"Disana sebagai apa?"&lt;br /&gt;"Supervisor."&lt;br /&gt;Supervisor itu apa ya? Pikir saya dalam hati. Hihi.. lucu ya, saya tidak tahu supervisor. Biarlah... Saya mencoba mengaduk-aduk pikiran saya mencoba memberi informasi sendiri tentang jawaban terdekat dari apa yang dimaksudkan.&lt;br /&gt;"Kenapa bisa keluar?"&lt;br /&gt;"Bosan!"&lt;br /&gt;"Kan kerjanya tidak tiap hari?"&lt;br /&gt;"Tidak tiap hari gimana mas, setiap hari pasti adaaa aja peralatan yang rusak," terangnya. "Tau sendiri kan mas, pekerja di perusahaan semen itu kaya’ apa. panas sedikit, banting, tendang..."&lt;br /&gt;Iya juga... saya jadi mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian berganti mengorek tetang saya.&lt;br /&gt;"Enak, Mas ya," komentarnya pertama kali ketika saya berjawaban tentang pekerjaan saya. Dia seperti mengandai-andai bahwa dia melakukan perkerjaan yang saya lakukan. Rupa-rupanya dia juga mengerti tentang komputer. Program yang dia kenal adalah Autocad yang digunakan untuk desain itu. Tentu saja dia kan bekerja di kontraktor, autocad sebagai program untuk desain bangunan-bangunan. Ia juga bertanya tentang program yang saya pakai sehari-hari. Saya agak heran karana ia sama sekali belum pernah mendengar tentang Adobe Pagemaker, program yang saya jalankan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menjelaskan pernah dengar program itu, tetapi di komputernya belum ter-&lt;em&gt;install&lt;/em&gt;. Seperti ada keinginan untuk memiliki program itu diwajahnya. "Nanti bisa belajar sendiri," katanya lagi. Mendengar jawabannya itu, saya jadi terkagum, rupa-rupanya orang yang disamping saya ini merupakan orang yang otodidak. Senang belajar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu hanya sawang-sinawang mas," saya menjelaskan. Bahkan menurutku pekerjaannya jauh lebih "makmur" dibandingkan dengan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah &lt;em&gt;ngobrol &lt;/em&gt;agak lama ini, rupa-rupanya dari awal memang belum berkenalan. Akhirnya dia memperkenalkan diri. Tangan saya dijabat erat. Tapi sayang saya lupa namanya. Kalau gak salah teman-temannya adalah orang FKUI. FKUI itu apa sih? Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia? Saya gak tahu. Tapi pembicaraan kali ini sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang dunia blog, ternyata dia juga tahu. Tetapi dia tidak pernah mencoba, ia beralasan perkerjaannya &lt;em&gt;outdoor&lt;/em&gt;. Hanya teman-temannya pernah menceritakan tentang adanya diary gratis di internet-internet berkapasitas tertentu. Walau saya bilang gratis, dia masih tak percaya. Kapasitas yang besar itu merupakan sesuatu yang tidak pernah terpenuhi, alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya malu berceria tentang blog, apalagi saya telah mempunyai blog, dan sebagian pembicaraan akan tercatat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kadang-kadang saya merasa tidak enak harus berbicara tentang saya disini. Kadang saya merasa begitu sombong. Begitu angkuh. Saya jadi kikuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu menilai saya begitu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;______&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Bisa juga saya menulis lumayan panjang, padahal itu cuma sebagian. Tapi, rupa-rupanya membaca tulisan panjang itu membosankan. Saya tak yakin tulisan ini benar-benar dibaca...&lt;/code&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110063428291957275?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110063428291957275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110063428291957275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/perjalanan-yang-menyenangkan.html' title='Perjalanan yang Menyenangkan'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110028093811704130</id><published>2004-11-13T01:30:00.000+07:00</published><updated>2004-11-13T00:36:41.120+07:00</updated><title type='text'>Saya Kemudian Sadar...</title><content type='html'>&lt;em&gt;Allahu akbar&lt;br /&gt;Allahu akbar&lt;br /&gt;Allahu akbar...&lt;br /&gt;La ilaha illallahu allahu akbar&lt;br /&gt;Allahu akbar wa lillahilhamdu...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara takbir menggema bersahut-sahutan disegala penjuru. Menyusup kesegala relung ruang yang ada. Seolah berseru: dimana kamu berada disitu Ia ada. Dan memang begitulah adanya. &lt;em&gt;Allahu akbar.. Allahu akbar... Allahu akbar...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="hiks.. hiks.. sedih ya, idul fitri dalam keadaan sakit" align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/akusakit.jpg"&gt;1&lt;br /&gt;Sehari menjelang idul fitri, mushala kecil depan rumah saya dipasang pengeras suara. Dua buah speaker hasil pinjaman ke tetangga telah siap. Ada yang menyumbang bambu panjang sebagai penyangga. Ada yang menyediakan tali. Ada yang menyediakan tangga. Mereka bergotong royong mengangkatnya. Satu.. dua... Tiga... Dua buah speaker itu terpasang tinggi, menghadap ke tenggara dan selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam idul fitri pun tiba. Setelah mendirikan shalat maghrib, masjid di seberang sana sudah memulai dulu bertakbiran. Dari kejauhan, lantunan takbir menggema. Di mushala depan rumah saya juga tak mau kalah, ingin merayakan hari kemenangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sore anak-anak kecil yang mendapat jatah mengumandangkan takbir. Mereka bersorak gembira. Senyum keceriaan terpancar dari wajah-wajah mereka. Ada yang malu-malu memegang &lt;em&gt;mix&lt;/em&gt;, mungkin karena tak biasa. Ada yang semangat karena suara emas mereka dapat terdengar oleh orang banyak. Tak peduli apakah arti takbir itu, ada yang fasih mengucapkannya, ada yang hanya menganga mengikutinya. &lt;em&gt;Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun bertambah larut. Di mushala telah dipenuhi para remaja, pun orang tua. Sementara anak-anak sudah pulang semenjak jam sembilan. Saya juga tak ketinggalan, turut menyumbangkan suara emas yang saya miliki. Speaker baru ternyata membikin semangat siapa saja yang ingin suaranya terdengar di angkasa. Waktu itu sudah larut, tapi takbir pun tidak berhenti, bahkan sampai pagi. Saya benar-benar tak sadar, disana ada pula orang yang sedang berisirahat. Ada yang terganggu akibat suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Hari raya berikutnya, saya jatuh sakit. Perut saya melilit-lilit, dan kepala saya berputar-putar. Malam takbiran saya diperiksakan ke dokter, saya terserang tipes. Suhu badan saya sangat tinggi. Saya muntah-muntah. Setiap makanan yang masuk selalu keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya benar-benar tersiksa. Betapa tidak, dalam posisi apapun saya merebahkan tubuh, perut saya melilit-lilit seperti ditusuk-tusuk. Kadang saya tengkurap, miring, njengking, segala posisi sungguh tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksaan itu tidak hanya dari perut, tetapi juga suara takbir yang menggema seolah langsung dihadapkan ke telinga saya. Semalam penuh tidak berhenti. Dalam keadan seperti itu rasanya bagi saya mati lebih enak ketimbang harus merasakan sakit yang tiadatara. Astaghfirullah...Pada saat itu saya teringat, waktu takbiran dulu... Saya tidak pernah ingat bahwa ada orang yang butuh tidur, seperti keadaan saya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kejadian itu, saya jadi sadar... bahwa kemenangan itu harusnya dirayakan dalam batas-batas yang wajar.&lt;br /&gt;______________&lt;br /&gt;&lt;code&gt;PS: Semoga perjalanan saya besok pagi menjadi perjalanan yang menyenangkan. Doakan saya selamat sampai tujuan... &lt;/code&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110028093811704130?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110028093811704130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110028093811704130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/saya-kemudian-sadar.html' title='Saya Kemudian Sadar...'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110026927831564201</id><published>2004-11-12T21:16:00.000+07:00</published><updated>2004-11-12T21:43:18.033+07:00</updated><title type='text'>Karena Saya Tak Tahu  Apakah Berikutnya Masih Dapat Menjumpainya...</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/kertasputih.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup satu ramadhan kali ini saja. &lt;br /&gt;Saya tak tahu apakah berikutnya masih dapat menjumpainya. &lt;br /&gt;Karena ketidak tahuan itulah, &lt;br /&gt;Saya harap berikutnya, &lt;br /&gt;kertas yang tak ternoda ini tetapi terjaga. &lt;br /&gt;Untuk selamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup satu ramadhan kali ini saja.&lt;br /&gt;Kita fitri adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110026927831564201?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110026927831564201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110026927831564201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/karena-saya-tak-tahu-apakah-berikutnya.html' title='Karena Saya Tak Tahu &lt;br&gt; Apakah Berikutnya Masih Dapat Menjumpainya...'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110024213707949745</id><published>2004-11-12T13:36:00.000+07:00</published><updated>2004-11-12T21:45:03.186+07:00</updated><title type='text'>Virgin, Potret Kerusakan Moral yang Ironisnya Malah Dibanggakan</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/virgin.jpg"&gt;Seks dan ramaja. Dua tema inilah seolah menjadi jaminan mutu, yang akan selalu dan selalu laris dipasaran. Tidak hanya lewat fiksi-fiksi, tetapi juga lewat film-film yang "katanya" memotret realita masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, film teranyar buatan anak negeri kembali diluncurkan, judulnya &lt;em&gt;Virgin (Ketika Keperawanan Dipertanyakan)&lt;/em&gt;. Mungkin sebentar lagi berbagai kontroversi akan muncul, sebagaimana BCG &lt;em&gt;(Buruan Cium Gue)&lt;/em&gt; yang menuai kritik dari Dai yang sekarang sedang naik daun, Aa Gym. Menilik dari judulnya, memang sudah sangat "menggoda dan bikin penasaran". Bagaimana tidak, film yang dirilis kemarin itu katanya memuat adegan vulgar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film ini nggak vulgar &lt;em&gt;kok&lt;/em&gt;. Ini memang realita yang ada. Jangan punya pikiran &lt;em&gt;ngeres &lt;/em&gt;saat mau nonton film ini. Sebab sebenarnya banyak pelajaran 'moral' yang bisa 'dipetik'. Misalnya saja jangan pernah melakukan perbuatan bodoh seperti yang dilakukan oleh karakter-karakter film di sini, akibatnya bisa fatal", begitu kilah Rasti, pemeran Stella dalam sebuah koran yang sering saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah realita begitu? Saya tidak tahu. Mungkin iya. Tapi yang pasti, saya pribadi sangat menyayangkan karena realita kerusakan moral ini justru dibanggakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah nonton film kaya' gini deh! Apalagi 'meniru karakter-karakter dalam film ini', sebagaimana kata pemerannya. Hiiiii. Tahan rasa penasaran Anda bila tak ingin puasa sebulan ini sia-sia! ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110024213707949745?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110024213707949745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110024213707949745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/virgin-potret-kerusakan-moral-yang.html' title='Virgin, Potret Kerusakan Moral &lt;br&gt;yang Ironisnya Malah Dibanggakan'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110019004622149403</id><published>2004-11-11T23:17:00.000+07:00</published><updated>2004-11-11T23:20:46.220+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan yang Tertunda</title><content type='html'>Saya mengira hari ini sudah bisa menikmati perjalanan pulang, menyaksikan sendiri bagaimanakah suasana terminal yang dalam koran selalu diberitakan melonjak itu. Tapi ternyata saya salah, saya masih harus tertahan dulu karena kewajiban saya masih belum selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana maghrib setelah berbuka yang sepi tadi sore mengingatkan saya pada suasana rumah. Kesepian yang membangun kesedihan, seakan saya tidak bisa pulang. Saya kemudian mencoba menghibur diri, karena saya yakin masih banyak orang yang tidak bisa menikmati lebaran di kampung halaman. Entah, dimanakah mereka itu. Saya masih beruntung, hanya tertunda.. Mungkin perjalanan besok lebih menyenangkan. Saya dapat lebih memersiapkan lagi perjalanan. Tentang kehati-hatian, pun juga kenyataan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110019004622149403?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110019004622149403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110019004622149403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/perjalanan-yang-tertunda.html' title='Perjalanan yang Tertunda'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110015374641412080</id><published>2004-11-11T13:13:00.000+07:00</published><updated>2004-11-11T13:27:52.500+07:00</updated><title type='text'>Jabat Tangan</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/25b5ceff.jpg"&gt;Jabat tangan atau dua tangan saling berjabatan, agaknya sudah menjadi bahasa universal, yang melambangkan adanya komunikasi batin antara pemilik tangan yang satu dan pemilik tangan yang lain. Kalau ada orang baru bertemu dan ingin menjalin komunikasi, jabat tanganlah yang menjadi lambang bertemunya dua hati. Meskipun keduanya tidak saling mengerti bahasa masing-masing, karena tak ada &lt;em&gt;lingua franca&lt;/em&gt; yang bisa menjembatani, komunikasi dua hati yang saling mengandung makna tetap terjadi. Seolah-olah jabat tangan itu mengandung ucapan, "Perkenalkan aku yang siap menjadi sahabatmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, zaman kapan jabat tangan itu dimulai oleh manusia dan siapa orang yang pertama kali melakukannya, saya tak menemukan sejarah tentang itu. Agaknya, jabat tangan itu meskipun disetujui dan dilakukan oleh orang di seluruh permukaan bumi, termasuk karya anonim. Padahal, pelaku pertamanya, menurut saya pantas disebut sebagai pahlawan kemanusiaan, mengingat jabat tangan itu menjadi bahasa perdamaian yang setiap orang bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diteliti dengan cermat, bahasa yang menjadi muatan dari jabat tangan itu betul-betul wujud dari kecerdasan manusia yang berdasarkan fitrah. Kebutuhan akan persaudaraan yang mendasar, keinginan untuk menebar kasih sayang, dan kerinduan akan perdamaian dan kedamaian abadi benar-benar bertolak dari dasar kalbu yang suci murni karena manusia adalah makhluk termulia yang diciptakan Tuhan. Bisa disimpulkan, persaudaraan dan perdamaian itu tidak lain karena adanya tuntutan yang sangat fundamental akan pemaknaan terhadap hidup. Dari pemaknaan terhadap hidup itu manusia akan berusaha menampilkan sesuatu yang baik dan mulia, antara lain yang berupa keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor Frankl dalam &lt;em&gt;Man's Search for Meaning&lt;/em&gt;, menyatakan, "Pencarian manusia akan makna merupakan motivasi utamanya dalam hidup ini, dan bukan sesuatu "rasionalisasi skunder" dari dorongan-dorongan instinktif. Makna itu unik dan spesifik sehingga ia harus dan hanya dapat dipenuhi oleh dirinya sendiri, hanya dengan demikian ia mencapai signifikansi yang akan memuaskan kehendaknya sendiri terhadap makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari makna dalam jabat tangan, betapa kaya perspektif, dimensi dan kedalaman yang akan berkembang dalam diri seseorang, asalkan jabat tangan itu dilakukan dengan kejernihan fitrah. Berbeda kalau jabat tangan itu hanya dilakukan sebagai basa-basi politik, yaitu jabat tangan yang ditandai dengan bibir saling tersenyum tetapi hati saling mencibir. Jabat tangan demikian memang tidak akan menjamin berhembusnya angin perdamaian, karena berangkat dari kedangkalan rohani yang hampa makna. Pendangkalan seperti itu semakin menjauhkan harapan dari ketenteraman jiwa. Jika pendangkalan terhadap makna hidup itu terus dibiarkan, mungkin bisa mencompang-campingkan rohani sehingga kita tidak akan punya kepekaan terhadap penderitaan dan kesengsaraan saudara-saudara kita sendiri. Adanya ledakan bom dan mayat bergelimpangan akan dianggap sebagai peristiwa biasa seperti matinya beberapa ekor nyamuk. Pendangkalan seperti itu bisa berproses menipisnya rasa kemanusiaan menuju kebinatangan. Homo homini lupus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lagi Lebaran Idul Fitri. Kita akan saling berjabat tangan dan saling bermaaf-maafan. Namun, kalau jabat tangan hanya sebatas basa-basi, tanpa disertai dengan upaya memberi makna terhadap hidup, jabat tangan dan permintaan maaf itu tidak akan mampu memberi kesegaran terhadap jiwa dan hidup kita. Yang kita inginkan adalah jabat tangan yang berangkat dari fitrah kemanusiaan yang substansial. Yaitu bertemunya dua jiwa yang saling memberi makna dalam cinta kemanusiaan yang hakiki. Jabat tangan yang menjadi lambang kemuliaan manusia yang sama-sama siap untuk senantiasa hidup dalam damai dan saling menyelamatkan. Seperti yang terlukis dalam puisi ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Meskipun jabattangan dilepas, di hati tidak&lt;br /&gt;Dari kedua tangan itu muncul seorang malaikat&lt;br /&gt;lalu terbang, pergi dan bernyanyi&lt;br /&gt;Nyanyi putih tentang sepasang hati damai di bumi&lt;br /&gt;Sebuah berita indah bagi sorga.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Jawapos&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110015374641412080?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110015374641412080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110015374641412080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/jabat-tangan.html' title='Jabat Tangan'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110011716069516320</id><published>2004-11-11T02:01:00.000+07:00</published><updated>2004-11-11T03:06:00.696+07:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;img alt="ini hanyalah sampul cd yang dibawa orang-orang." src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/e68d64bd.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minal 'aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110011716069516320?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110011716069516320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110011716069516320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/selamat-idul-fitri.html' title='Selamat Idul Fitri'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110011157177288576</id><published>2004-11-11T01:08:00.000+07:00</published><updated>2004-11-19T19:42:06.570+07:00</updated><title type='text'>Minal 'Aidin Wal Faizin</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/minal-aidin-wal-faizin.jpg"&gt;Setelah memposting tulisan yang berjudul &lt;em&gt;&lt;a href="http://imponk.blogspot.com/2004/11/faidzin-atau-faizin.html"&gt;Faidzin atau Faizin?&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; kemarin, saya kemudian mendapat &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt; dari seorang warga Malaysia. Karena saya tidak begitu paham dengan bahasa yang ditulis, saya sempat mengira bahwa yang ia tanyakan adalah dalil dari Alquran atau hadist yang saya gunakan atas tulisan saya. Disini, saya memang tidak berdasarkan Alquran maupun hadits. Saya hanyalah mengunakan kaidah bahasa yang saya kenal. Saya sama sekali tidak berfikir tentang bagaimanakah bentuknya dalam penulisan arab, tetapi saya hanya mengoreksi bagaimanakah tulisan itu ditulis dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya mengunjungi website (pribadi) nya saya baru &lt;em&gt;ngeh&lt;/em&gt;, bahwa yang dia pertanyakan adalah bagaimanakah tulisan itu dalam bentuk Arab, karena dalam website itu ada tulisan yang keliru tentang apa yang ia pertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya posting lagi bagaimana tulisannya dalam bahasa Arabnya. Kalimat yang lengkap semestinya: &lt;em&gt;Ja'alanallah wa iyyakum minal 'aidiin wal faiziin&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110011157177288576?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110011157177288576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110011157177288576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/minal-aidin-wal-faizin.html' title='Minal &apos;Aidin Wal Faizin'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-110002276800424997</id><published>2004-11-10T01:42:00.000+07:00</published><updated>2004-11-10T01:33:11.086+07:00</updated><title type='text'>Sudah Beli Baju Baru?</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" alt="ini bukan pamer baju baru lho, aseli ini bukan bajuku" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/7a278e95.jpg"&gt;Hari raya rasanya tidak afdhol bila tidak mengenakan baju baru. Begitulah yang telah menjadi fenomena bagi rata-rata muslim di Indonesia. Memang tidak ada yang menganjurkan akan hal itu dan tidak ada yang menyalahkan. Sah-sah saja. Mereka membeli dengan uang mereka sendiri, dan memakainya sendiri. &lt;br /&gt;"Itung-itung hanya setahun sekali." Begitu barangkali kata yang tepat untuk dijadikan alasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan itu tentu ada benarnya. Bagi masyarakat kelas bawah --termasuk saya--, jarang sekali memikirkan untuk membeli baju baru kalau tidak ada momen-momen tertentu yang "mewajibkan" harus membeli baju. Dalam pergaulan sehari-hari, pakaian hanyalah ala kadarnya. Pakaian yang tidak enak dipandang, dengan warna yang sudah memudar. Pun ada yang bolong-bolong akibat jahitan. Paling-paling kalau mengenakan pakaian baru hanyalah pakaian dari pemberian orang lain. &lt;br /&gt;(seperti saat pemilu kemarin, mereka dapat menikmati pakaian baru pemberian partai tertentu yang mengeluarkan banyak kaos. Bahkan satu orang bisa mendapat enambelas kaos dengan lambang yang berbeda.) Dan, "itung-itung hanya setahun sekali" tentu sebuah alasan yang sangat masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat tertegun ketika menyaksikan berita kriminal di televisi pada siang hari yang makin tambah tidak mendidik itu. Dimana ada seorang ibu rela &lt;em&gt;ngutil &lt;/em&gt;baju dipasar hanya gara-gara ingin memberi baju baru anaknya pada saat lebaran nanti. Dalam hati saya hanya bisa berkata, "Kasihan benar orang ini, karena dia tidak mampu membeli baju sampai melakukan hal ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" class="rightimage" alt="celana saya ukurannya 28, kecil banget ya? :D" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/97f785ae.jpg"&gt;Saya jadi berfikir tentang fenomena baju baru disaat lebaran. Bagi ibu ini, mungkin baju baru tidak begitu penting, tetapi dia tidak ingin melihat anaknya mengenakan pakaian lama, sedangkan, teman-temannya atau anak tetangga lain pada mengenakan baju baru. Bagi anak-anak, --termasuk saya dulu--, terasa tidak berlebaran bila belum memakai baju baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa-rasanya ada yang salah dengan apa yang ditanamkan orang tua terhadap anak-anak mereka ketika memaknai lebaran. Coba saja tanya mereka, apakah lebaran itu? Barangkali diantara jawaban yang variatif ada juga jawabannya yang berbunyi; "lebaran itu memakai pakaian baru." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, anak-anak tentu tidak mengerti syair arab yang berbunyi: &lt;em&gt;laisal 'id liman labisal jadid. Lakinnal 'id liman tha'atuhu yaziid &lt;/em&gt;(yang artinya kurang lebih: Bukanlah dikatakan idul fitri itu orang yang memakai baju baru, tetapi yang dikatakan idul fitri itu adalah orang yang ketaatannya kepada Allah bertambah). Tetapi orang dewasa pun juga banyak yang tidak mengerti. Atau barangkali mengerti tetapi tidak mengerti cara menanamkan bagaimana seharusnya pada anak-anak mereka. Pun pada diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, sudah beli baju baru? Itung-itung hanya setahun sekali kok :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-110002276800424997?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110002276800424997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/110002276800424997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/sudah-beli-baju-baru.html' title='Sudah Beli Baju Baru?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109998751944176443</id><published>2004-11-09T15:03:00.000+07:00</published><updated>2004-11-09T17:31:57.340+07:00</updated><title type='text'>Gara-Gara Voucher</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/voucher.jpg"&gt;Gara-gara voucher, saya mau tak mau harus berbelanja. Seumur-umur saya sama sekali tidak pernah berbelanja di supermarket ataupun mini market. Kedengarannya norak banget ya? Tapi biarlah... Karena saya orang &lt;em&gt;ndeso&lt;/em&gt;, biasanya saya membeli baju hanya cukup di pasar tradisional. Paling tidak saya pergi ke &lt;a href="http://www.lamongan.go.id/index.cfm?fuseaction=articles.menu&amp;Category_ID=164"&gt;Babat&lt;/a&gt;, kalau nggak mau pergi ke pasar Sumberrejo yang kecil. Disana pasarnya lumayan besar. Baju-baju juga lumayan murah-murah. Kalau menjelang hari raya seperti ini, pasti buka sampe sore. Wuiih, rame dan berdesak-desakan. Saya memang tidak biasa membeli pakaian atau apa di supermarket. Tak biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara voucher, saya jadi tahu bagaimanakah rasanya berbelanja. Ada sedikit ragu, bagaimanakah cara mengambil baju ini? "Eh, gantungannya jangan diambil..." kata penjaganya. Muka saya jadi memerah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109998751944176443?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109998751944176443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109998751944176443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/gara-gara-voucher.html' title='Gara-Gara Voucher'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109993501148012280</id><published>2004-11-09T01:20:00.000+07:00</published><updated>2004-11-09T14:40:13.320+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Mimpi di Pagi Hari</title><content type='html'>&lt;em&gt;Saya seperti tak percaya, bahwa saya tiba-tiba berdiri tegak di halaman sebuah masjid. Ada kubah besar diatasnya berwarna keemasan. Sekilas kalau saya perhatikan saya seperti berada di halaman masjid Al-aqsha di Yerussalem. Ketika saya melihat jendela-jendelanya, saya seperti melihat colloseum Roma, salah satu kejaiban dunia. Ada sebuah gapura yang berdiri kokoh di depannya. Dari celah-celahnya saya dapat melihat kubah mengkilat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/aqsha.jpg"&gt; Ada yang aneh dengan bangunan itu. Umumnya masjid yang berada di Indonesia (saya berkeyakinan masih berada di wilayah Indonesia) selalu menghadap ke timur agak condong ke tenggara (lebih tepatnya ke arah tengah-tengah kedua arah ini. Bertolak belakang dengan arah kiblat). Bangunan ini menghadap tepat ke tenggara. Ada sebuah kabar bahwa bangunan ini memang mirip masjid, tetapi bukanlah masjid yang seperti saya kira. Ia adalah &lt;strong&gt;bangunan milik agama lain&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti penasaran, karena bangunan yang bukan masjid itu sama seperti masjid, saya pun melangkahkan kaki ke dalam. Beberapa jamaah-pun berdatangan. Pakaian yang mereka kenakan nyaris sama seperti halnya pakaian orang-orang yang mau mengerjakan shalat jumat. Saya masuk ke dalam ingin mengetahui (dengan berpura-pura menjadi bagian dari mereka), apakah yang mereka kerjakan di "masjid" ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam, seorang yang datang langsung duduk di lantai. Seperti halnya shaf-shaf dalam shalat, tetapi kali ini setiap orang yang duduk tidak lurus. Secara acak mereka duduk menghadap sebuah mimbar. Ketika saya duduk bersila, seseorang menegurku, bahwa duduk disini tidak seperti itu. Saya pun jadi sedikit kaget (takut ketahuan bahwa saya bukanlah bagian dari mereka). Sambil memperhatikan orang-orang sekeliling bagaimanakah cara duduk mereka, akhirnya saya tahu. Memang seperti duduk bersila, tetapi silangan kaki mereka lain dari duduk bersila seperti yang saya kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun yang sudah berusia senja. Umumnya mereka adalah pemuda, dan sebagian adalah anak-anak. Ada yang menggelar sajadah sebagai alas duduk mereka. Ada yang duduk bersandar pada dinding. Sebuah cara duduk yang tidak teratur, menurutku.&lt;br /&gt;Kemudian, berdiri salah seorang dari mereka. Menuju ke mimbar. Usianya baru belasan tahun. Dan "khutbah" pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi "khutbah" tidak dapat saya tangkap dengan jelas. Seperti membicarakan tentang kitab suci yang katanya ada enam. Anehnya, khutbah yang disampaikan seperti main-main. Ada masukan-masukan seperti diskusi dari pendengar. Jamaah pun sahut-menyahut memberi masukan. Tak lama, khutbah pun selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengira setelah ini akan dilaksanakan "shalat", tetapi para jamaah bubar dan kembali ke rumah masing-masing. Saya pun pulang... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah gambaran yang paling kabur yang dapat saya tangkap dari mimpi saya kemarin pagi. Sebuah mimpi yang aneh. Entah, adakah pesan dibalik mimpi itu. Agaknya, ada pesan religius yang cukup mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;Thanks untuk &lt;a href="http://jalansunyi.blogspot.com" title="jalan sunyi" target="_blank"&gt;Pak Rahman&lt;/a&gt; atas tafsiran mimpi ini ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109993501148012280?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109993501148012280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109993501148012280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/sebuah-mimpi-di-pagi-hari.html' title='Sebuah Mimpi di Pagi Hari'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109984988802398801</id><published>2004-11-08T01:47:00.000+07:00</published><updated>2004-11-08T01:32:23.576+07:00</updated><title type='text'>Ia pun Merasakan Bahwa Saya Merindukannya</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/f7612fb9.jpg"&gt;&lt;a href="http://www.bojonegoro.go.id"&gt;Bojonegoro&lt;/a&gt;-Solo bukanlah tempat yang dekat untuk dua buah raga yang berbeda. Tetapi rupanya rasa rinduku telah terdengar dari tempat yang jauh itu, sehingga sore itu saya menerima telepon dari ibuku. Seperti tak percaya, saya tidak pernah mengabari beliau untuk segera menelpon karena saya tadi malam tiba-tiba sangat merindukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali meskipun berbeda raga dan saling berjauhan, jiwa kami saling bertalian sehingga apa yang saya rasakan, beliau juga merasakannya. Telepati tanpa kabel kemudian dihubungkan lewat kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya buuuu..." begitu sapaku pertama kali diujung telepon.&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan yang sudah sering saya dengar pun meluncur lagi. "&lt;em&gt;Le&lt;/em&gt;, kapan pulang?" pertanyaan yang sama persis seperti bulan lalu ketika saya akan pulang. Rupa rupanya dia ingin memastikan saja.&lt;br /&gt;"Tanggal dua belas bu."&lt;br /&gt;"Hari apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kebingungan karena tidak tahu hari apakah tanggal dua belas itu. Mencoba mengamati dinding sekitar, barangkali ada sesuatu yang bisa membantuku mencari hari apakah tanggal itu. Tidak ada kalender yang menggantung, jadi saya tidak tahu hari apakah itu. Temanku yang saya tanyai juga geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua hari menjelang lebaran," kataku lagi. Seingat saya tanggal itu memang dua hari menjelang lebaran. Rapat kemarin telah menentukan kapan kepulangan orang-orang seperti saya, dan bagaimanakah cara menyiasati kerja ketika merayakan hari istimewa itu. Saya hanya kebagian jatah libur selama empat hari. Waktu yang cukup singkat. Tapi mau bagaimana lagi, dengan hari yang sedikit itu saya harus menerimanya. Reuni, ke rumah para guru, bersenda gurau di rumah teman, barangkali tidak bisa saya nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, nanti kalau pulang hati-hati ya..." jawab ibuku setelah paham bahwa saya pulang dua hari menjelang lebaran. Rupa-rupanya tanggal dua belas bukanlah kata yang cukup terang untuknya.&lt;br /&gt;"Ya, tentu saja." Saya sudah tahu itu.&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Le&lt;/em&gt;..." suara dari sana memberat. Saya agak sedikit kawatir.&lt;br /&gt;"Ada apa?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Mas Ib, Ibnu, meninggal..."&lt;br /&gt;"Innalillahi..."&lt;br /&gt;Mas Ibnu adalah seorang tetanggaku. Rumahnya terletak hanya beberapa meter. Hanya dipisahkan oleh satu rumah. Ia masih muda, bahkan tiga bulan yang lalu anak yang keduanya baru lahir.&lt;br /&gt;"Kecelakaan," suara ibuku menjelaskan sebelum saya bertanya kenapa hal itu sampai terjadi. "Makanya kamu nanti hati-hati," pesannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ya... tentu saja saya akan berhati-hati, meskipun tanpa ada pesan darinya.&lt;br /&gt;"Sudah itu saja, ya... assalamu'alaykum." &lt;br /&gt;"Wa'alaykumussalam," jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat, dan begitulah ibuku ketika sedang menelpon. Saya tidak tahu sudah berapakah ia menelponku atau berdekatan dengan telepon. Barangkali kalau saya tidak jauh, dia tidak pernah merasakan bagaimanakah orang berkomunikasi dengan jarak yang memisahkan. Ibuku, yang tidak pernah meluluskan sekolah dasarnya itu, selalu tahu kalau saya sedang merindukannya. Seperti ada kabel yang menghubungkan saya dengan dirinya. Bukan kabel optik. Tapi lebih canggih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109984988802398801?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109984988802398801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109984988802398801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/ia-pun-merasakan-bahwa-saya.html' title='Ia pun Merasakan Bahwa Saya Merindukannya'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109981812336249999</id><published>2004-11-07T15:59:00.000+07:00</published><updated>2004-11-23T16:40:50.016+07:00</updated><title type='text'>Sejauh Mana Kesabaran Kita</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;table width="407" border="0" bgcolor="#F0F4C0" cellspacing="1"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="141"&gt;&lt;img border="0" src=http://www.cakram.co.id/galeri/galeri.22.1.jpg&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="214"&gt;&lt;img border="0" src=http://www.cakram.co.id/galeri/galeri.22.2.jpg&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="141"&gt;&lt;img border="0" src=http://www.cakram.co.id/galeri/galeri.22.3.jpg&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="214"&gt;&lt;img border="0" src=http://www.cakram.co.id/galeri/galeri.22.4.jpg&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td width="141"&gt;&lt;img border="0" src=http://www.cakram.co.id/galeri/galeri.22.5.jpg&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="214"&gt;&lt;img border="0" src=http://www.cakram.co.id/galeri/galeri.22.6.jpg&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage"  src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/0f2ad986.jpg"&gt;Belum lama ini, saya melihat sebuah iklan di televisi yang menarik, sarat dengan nuansa ramadhan. Iklan sebuah produk rokok terkenal di Indonesia ini memberikan pesan kepada kita semua; sejauh mana kesabaran kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya kurang lebih: seorang pemuda mengendarai motor melintas di sebuah jalan. Kemudian datang dari arah yang sama sebuah mobil sedan tua. Karena jalanan tergenang air, sang pengendara sepeda motor tadi terkena cipratan genangan itu. Mungkin, kalau hal itu terjadi terhadap kita, tentu saja hal ini sangat mengesalkan. Bahkan bisa jadi, kita akan memaki habis-habisan: "dasar tidak punya mata, kalau lewat lihat-lihat dong jangan main serobot aja, lihat nih, celanaku basah semua, saya sumpahin lo biar kecelakaan." Tetapi, orang itu sedang menjalankan puasa, jadi ia bisa menahan amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berbuka pun tiba. Si pemuda pengendara sepeda motor ini mampir di pelataran sebuah warung. Di halaman itu, dia melihat mobil yang telah mengotorinya tadi. Sementara orang-orang bermobil tadi berbuka di dalam. Karena maghrib sudah tiba, kemudian dia berbuka dengan beberapa butir kurma yang telah dibawanya. Setelah menyisakan beberapa (barangkali untuk sahur nanti) dia kemudian mendirikan shalat maghrib. Ia meletakkan begitu saja kurma-kurma diatas motor. Di saat ia menjalankan shalat, remang-remang dibelakang para penumpang mobil sedan itu mengambili kurma yang tersisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah kaget dan kecewanya dia, karena karena kurma-kurma yang akan digunakan untuk sahur telah dimakan tanpa izin, hanya tersisa sebutir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa jauh kesabaran kita... begitu teks yang menghiasi setelahnya. Agak nyelekit, tapi pas, dan mengena. Sejauh mana puasa ini dapat membentuk kesabaran kita? Begitulah pesan yang disampaikan. Iklan yang sangat kreatif. Kreatif, karena menawarkan produk yang diselipkan dengan pesan yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini kita telah menjalankan puasa, insya Allah lebih dari 23 hari. Kurang beberapa hari genap sebulan kita menjalankannya dan merayakan "hari kemenangan". Apakah puasa kita telah menumbuhkan kesabaran pada diri kita seperti halnya kesabaran yang disampaikan oleh iklan tadi? Kita patut bertanya pada diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sulit sekali rasanya ketika saya membayangkan diri saya dalam keadaan seperti itu dan masih dapat menahan amarah, paling tidak, mendoakan baik kepada pengemudi mobil tadi. Rasa marah, terkadang timbul dari keadaan yang sangat remeh. Seorang teman saya, kemarin menyalakan komputer. Karena listrik baru saja nyala sehabis padam, server pun mati. Dia bertanya kepada saya, server mati? Sayapun mengiyakan. Apa reaksinya? Ia rupanya marah karena pertanyaan saya ini saya jawab dengan sejujurnya. Mungkin maksudnya dia menyuruh saya untuk menyalakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupa-rupanya, rasa marah itu berkembang juga pada diriku. Ingin sekali saya berkata padanya: "server itu tidak bisa nyala sendiri kalau tidak dinyalakan. Kalau anda berkepentingan dengan server, ya dinyalakan saja sendiri... gak usah marah-marah seperti itu." Saya memang sedang berpuasa saat itu. Tetapi ternyata saya masih tidak mampu menahan amarah saya, meskipun saya tidak pernah mengucapkan kata-kata tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga puasa yang hampir sebulan kita lalui ini, dapat dapat menjadikan kita termasuk orang-orang yang sabar dan dapat menahan amarah, sebagaimana hikmah puasa itu sendiri; membentuk insan-insan yang senantiasa bersabar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109981812336249999?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109981812336249999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109981812336249999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/sejauh-mana-kesabaran-kita.html' title='Sejauh Mana Kesabaran Kita'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109967228082514703</id><published>2004-11-05T23:26:00.000+07:00</published><updated>2004-11-06T11:56:58.020+07:00</updated><title type='text'>Faidzin atau Faizin?</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" alt="aku kebagian gak ya?" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/cokelat-parsel.jpg"&gt;&lt;em&gt;Minal aidin wal faidzin&lt;/em&gt;. Begitulah tulisan yang saya lihat pada gambar (seperti gambar disamping) di postingan &lt;a href="http://gombal.blogdrive.com"&gt;kere kemplu&lt;/a&gt; alias &lt;a href="http://gombalabel.blogdrive.com"&gt;gombal&lt;/a&gt; yang suka nggombal itu :D. Sebuah ucapan yang bisa dimakan, katanya. Selain ucapan, diatasnya dihiasi sebuah bedug dan dua penabuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan ucapan yang bisa dimakan itu? Tidak ada apa-apa. Lha terus? Ya dimakan aja kalau dapat parcel seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Minal aidin wal faidzin&lt;/em&gt;. Saya sering sekali melihat ucapan seperti ini. Di spanduk-spanduk di pinggir jalan ketika menjelang hari raya idul fitri. Bahkan di internet, ada ribuan tulisan dengan model seperti ini ketika saya mencarinya di mesin pencari, &lt;a href="http://google.com"&gt;google&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu bagaimanakah penulisan lafad Arab ke dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setahuku huruf za itu ditulis dengan z bukan dengan dz. Jadi seharusnya Minal aidin wal faizin. &lt;em&gt;Faizin &lt;/em&gt;diambil dari &lt;em&gt;faiz&lt;/em&gt;, yang artinya pemenang atau yang beruntung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengira, bahwa tulisan itu hanyalah berupa tulisan. Ketika dilafalkan akan menjadi &lt;em&gt;faizin&lt;/em&gt;. Tetapi ketika saya melihat tayangan televisi beberapa tahun yang lalu ketika menjelang hari raya, saya dapati seorang presenter mengucapkan dengan luwesnya &lt;em&gt;minal aidin wal faidzin&lt;/em&gt;, diucapkan dengan &lt;em&gt;dzal&lt;/em&gt;. Tentu saja, saya tersenyum lucu karena presenter itu salah dalam melafalkan. Saharusnya dilafalkan dengan za seperti yang saya sebutkan diatas. Saya tidak tahu artinya apa bila &lt;em&gt;faizin &lt;/em&gt;dilafadkan dengan dzal jadi &lt;em&gt;faidzin&lt;/em&gt;, barangkali artinya akan melenceng dari apa yang dimaksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadan atau ramadhan, idul fitri atau 'idul fithri, salat ied atau shalat 'id, lafal atau lafad, merupakan lafal yang telah teradobsi dengan bahasa Indonesia yang artinya tidak menimbulkan masalah, atau penulisan versi Indonesia dari lafad Arab. Tetapi untuk kalimat &lt;em&gt;minal aidin wal faidzin &lt;/em&gt;ini, saya tidak tahu apakah ini sudah diadopsi kedalam bahasa indonesia? Kalau sudah berarti pengadobsiannya mengalami kesalahan, karena seharusnya ditulis dengan za bukan dengan dzal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, selamat hari raya Idul Fitri. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. &lt;em&gt;'Idun sa'iid, kullu 'aamm wa antum bi khair.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109967228082514703?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109967228082514703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109967228082514703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/faidzin-atau-faizin.html' title='Faidzin atau Faizin?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109955153806903913</id><published>2004-11-04T13:55:00.000+07:00</published><updated>2004-11-05T20:35:28.500+07:00</updated><title type='text'>Mudik yang Sebenarnya</title><content type='html'>"Kapan pulang?" Begitulah pertanyaan yang sudah beberapa kali terdengar dilontarkan kepada saya, terutama ibu kos yang juga menanyakan berapa hari saya saya libur untuk lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik lebaran, barangkali sudah menjadi budaya bagi masyarakat kita. Dimana setiap menjelang lebaran arus lalu lintas semakin reme. Mobilisasi dari kota ke pedesaan semakin membludak. Tiket dijual dengan harga tinggi pun masih tetap diminati. Calo-calo kereta api banyak kita jumpai. [tetapi kali ini ada keadaan lain dari lebaran biasanya karena para calo tidak leluasa bergerak]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, mudik lebaran merupakan --kalau boleh dibilang-- sesuatu keharusan. Alangkah bahagianya bila bisa berlebaran di rumah, kumpul bersama-sama keluarga. Apalagi dimomen ini saya bisa bermaaf-maafan dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik lebaran, bagi sebagian masyarakat merupakan momen yang sangat penting. Ada sebagian dari mereka, para "buruh" di perkotaan, bisa bertemu muka dengan keluarga. Tentu saja, niat mudik harus diluruskan, lebaran adalah momen untuk bersilaturahmi kepada orang-orang yang pernah dikenal untuk saling meminta maaf, bukan hanya sekadar memamerkan apa yang telah didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang salah mengartikan mudik lebaran, dimana mudik sering diartikan pulang dengan membagi oleh-oleh kepada sanak keluarga dan sekaligus pamer keberhasilan hidup di kota. Pamer simbol-simbol, seperti mobil baru, perhiasan, dan baju baru yang membuat decak kagum sekaligus rasa iri tetangga. Malahan ada sebagian yang malas untuk mudik karena belum berhasil hidup di kota. Karena takut dibilang gagal, mereka menetapkan untuk tidak berlebaran di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi mudik yang hanya untuk pamer seperti ini jelas telah melenceng dari hakikat mudik yang sebenarnya. Mudik dalam pengertian yang hakiki adalah kembali ke rumah, pulang kepada "pangkuan ibu" untuk melakukan sungkem dan "sujud" di bawah telapak kaki ibu. Mudik lebaran adalah momen untuk meminta maaf kepada kedua orang tua kita. Tidak itu saja, ada banyak kerabat yang lain yang harus kita mintai maaf atas segala kekhilafan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bermudik ria.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109955153806903913?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109955153806903913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109955153806903913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/mudik-yang-sebenarnya.html' title='Mudik yang Sebenarnya'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109955028532539114</id><published>2004-11-04T13:17:00.000+07:00</published><updated>2004-11-06T00:15:44.496+07:00</updated><title type='text'>Bad News</title><content type='html'>&lt;em&gt;Bad news&lt;/em&gt;. Saya tadi malam hampir tidak bisa bekerja. Ada apa? Mouse komputer saya ngadat dan tidak bisa bergerak sama sekali. Semula bisa digerakkan dengan gerakan patah-patah tapi kemudian diam tak berkutik. Sesekali hanya bergerak sedikit dan setelah itu mati lagi. Sudah saya &lt;em&gt;restart &lt;/em&gt;berkali-kali tetapi kenyataan masih saja begitu. Bolanya saya keluarkan dan saya bersihkan, hii... ternyata dalamnya lumayan kotor. Debu-debu menempel dengan lekatnya. Sudah berapa bulan saya tidak pernah membersihkan. Walaupun sudah saya bersihkan, hal itu tidak bisa memberi perubahan. Tetap saja tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/appleusbmouse.jpg"&gt;Diganti dengan mouse yang lain? Ya, begitulah mungkin yang harus saya lakukan. Tetapi setelah saya cocokkan dengan mouse-mouse tetangga, tidak ada yang cocok dengan komputer saya. Mouse windows semua tipe tentu tidak bisa cocok. Macintosh tetangga tidak ada yang mendukung versi komputer saya, karena colokannya berupa usb sedangkan macintosh yang lain bercolokan seperti windows, bulet. Saya sudah bingung ketika jam didinding menunjukkan pukul setengah sembilan. Semula saya disarankan untuk pindah komputer, kerja dengan komputer lain, tetapi bagaimana mungkin, halaman-halaman saya yang penuh iklan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula saya hampir putus asa, karena mouse macintosh X yang hanya satu-satunya bisa saya pinjam telah dipakai. Tapi karena mendesak akhirnya saya pun tetap meminjamnya dengan janji, hanya sebentar untuk keperluan memindah file-file yang saya butuhkan karena saya harus berpindah komputer. &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;, akhirnya dipinjamkan juga, walaupun kelihatannya dengan berat hati. Iya kan, mereka juga harus bekerja, saya seharusnya juga ngerti, kok mouse yang dipake kerja dipinjam-pinjamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya sudah mengcopy semua file-file, akhirnya mouse yang enak itu saya kembalikan. Tetapi disana ternyata sudah bertengger mouse lain, dengan versi yang rendah tetapi diberi alat lagi seperti colokan usb. Akhirnya saya tetap meminjamnya lagi. Dan akhirnya saya bisa bekerja dengan sempurna. &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang lebih menggembirakan lagi, setelah mouse saya dibuka dan dibersihkan, dia dapat berjalan kembali, walaupun gerakannya agak kurang enak. Mungkin perlu mouse yang baru. Hm.. tapi dimana ya belinya? Di Solo pasti tidak ada yang jual. Komputer yang saya pakai Macintosh versi 9.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109955028532539114?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109955028532539114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109955028532539114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/bad-news.html' title='Bad News'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109949983594116788</id><published>2004-11-03T23:30:00.000+07:00</published><updated>2004-11-06T00:26:04.823+07:00</updated><title type='text'>Manusia Adalah Makhluk yang Malas</title><content type='html'>Setelah buku kumpulan cerpen yang saya beli menggeletak beberapa lama, akhirnya saya bisa membaca karya Natsume Soseki. Sebuah cerpen terjemahan yang menurut saya sangat memukau dari Negeri Sakura. Judulnya adalah &lt;em&gt;Saya Seekor Kucing&lt;/em&gt;. Walaupun cerpen itu dikarang puluhan tahun yang lalu (kalo gak salah, bahkan ratusan tahun yang lalu), ternyata keindahannya tidak pernah pudar. Saya sempat tertawa sendiri ketika harus melihat bagaimanakah sosok manusia dimata seekor kucing bernasib malang. Bagaimanakah sosok manusia dari mata kucing? Ternyata, manusia adalah makhluk yang malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin semua orang Jepang sudah membaca cerpen ini, sehingga terinsipirasi untuk tidak menjadi orang pemalas :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109949983594116788?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109949983594116788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109949983594116788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/manusia-adalah-makhluk-yang-malas.html' title='Manusia Adalah Makhluk yang Malas'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109938123474151751</id><published>2004-11-02T14:13:00.000+07:00</published><updated>2004-11-02T15:29:56.290+07:00</updated><title type='text'>Headline</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/2dca055e.jpg"&gt;Kesalahan memang tak pernah diinginkan. Apalagi disengaja. Tentu sebuah tindakan gila, apabila seorang redaktur membuat judul yang salah. Tapi yang namanya manusia, judul yang salah adalah sebuah kemungkinan, seperti yang saya alami hari ini. Dimana judul &lt;em&gt;headline &lt;/em&gt;mengalami kesalahan ketik. Tidak sengaja tentunya. Huruf vokal pada salah satu kalimat semestinya tertulis dengan huruf i tertukar dengan huruf o. Orang yang membaca tentu sudah tahu bahwa ini salah ketik. Apalagi ketika sang pembaca membaca &lt;em&gt;lead&lt;/em&gt; berita, tentu lebih yakin lagi bahwa ini memang salah ketik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda memandang kesalahan seperti ini? Tentu akan tidak enak dipandang. Bagaimana mungkin sebuah koran --yang dipercaya-- bisa melakukan kesalahan sepele seperti ini? Ya, ini memang sepele, tetapi bukankah kesalahan itu wajar? Barangkali sebuah pembelaan klise akan berbunyi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, sebuah koran lokal di Solo memberi &lt;em&gt;headline&lt;/em&gt; yang tak kalah menarik. Mungkin karena kepengen dibilang koran terdepan, dalam koran itu ditulis sesuatu yang benar-benar tidak berdasarkan sumber (melangkahi sumber). Bahkan sang sumber sendiri membantah telah memberikan pernyataan seperti itu. Terang saja ini merupakan suatu kesalahan juga. Bahkan, posisi kesalahan seperti ini malah lebih tidak kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, beberapa bulan yang lalu sebuah koran membuat &lt;em&gt;headline&lt;/em&gt; yang tak kalah menghebohkan. Ini terkait tentang berita korupsi mantan anggota DPRD. Padahal posisinya baru dugaaan, belum ditetapkan sebagai tersangka, tetapi salah satu koran membuat &lt;em&gt;headline&lt;/em&gt; dengan sebutan tersangka. Terang saja, mantan anggota DPRD yang dituduhkan itu mencak-mencak. Dan sumber yang ditulis koran itu -- dalam hal ini adalah Kapolwil-- tidak pernah membuat pernyataan seperti itu. &lt;br /&gt;(walaupun akhirnya memang benar-benar menjadi tersangka, tetapi pada saat berita diturunkan seharusnya tidak membuat judul yang berupa penafsiran atau menetapkan hal yang masih kemungkianan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebagian wajah koran-koran, karena ingin menjadi yang terdepan, kadangkala melewati batas yang seharusnya tidak dilakukan. Kalau sudah begini, masihkah dapat dipercaya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109938123474151751?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109938123474151751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109938123474151751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/headline.html' title='Headline'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109928876160293969</id><published>2004-11-01T11:57:00.000+07:00</published><updated>2004-11-01T12:59:21.603+07:00</updated><title type='text'>Apakah Dewasa Itu?</title><content type='html'>Kadangkala dalam hati saya bertanya pada diri saya sendiri dengan pertanyaan seperti itu. Apakah dewasa itu? Saya belum dapat jawaban yang menurut saya tepat. Barangkali dewasa adalah dimana seseorang memiliki pemikiran yang matang. Apakah benar begitu? Entahlah. Sedang matang itu apa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109928876160293969?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109928876160293969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109928876160293969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/11/apakah-dewasa-itu.html' title='Apakah Dewasa Itu?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109916251312052669</id><published>2004-10-31T01:49:00.000+07:00</published><updated>2004-10-31T02:14:03.940+07:00</updated><title type='text'>Alquran</title><content type='html'>&lt;img align="left" class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/a58d933e.jpg"&gt;Seperti biasa, setiap jumat saya selalu mengikuti jumatan di masjid kampung. Tempatnya tidak terlalu jauh. Saya tinggal berjalan beberapa kilometer ke arah timur. Hanya memakan waktu kira-kira tiga menit, saya sudah sampai di depan majid itu. Letak rumah Allah ini menurutku tersembunyi, karena jauh dari jalan besar, dan tempatnya pun memojok ke dalam. Sedang sebelah selatannya merupakan persawahan --sekarang sudah banyak yang berubah menjadi perumahan mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya menginjakkan kaki ke dalam, khutbah jumat telah dimulai (hehe.. kebiasaan selalu berangkat telat, setelah adzan dikumandangkan). Sementara para jamaah telah berbaris duduk menurut shaf-shaf yang digelari sajadah panjang. Walaupun khutbah sudah dimulai, para jamaah masih belum full, banyak sekali lubang shaf yang harus diisi. Masjid yang menurutku tidak begitu besar itu bagian belakangnya masih belum banyak jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian sholat tahiyyatul masjid dua rakaat. Setelah itu mendengarkan khutbah. Saya sering was-was dengan khatib di masjid ini, karena bacaan ketika membacakan ayat sering berantakan. Kadang ketika membaca surat, saya terkadang menemui salah pelafalan, ataupun dibaca dengan tidak jelas. Saya bukannya sok pintar, tetapi begitulah kenyataannya. Pernah satu kali saya mendapati sang khatib tidak memaparkan tentang pesan taqwa pada khutbah kedua, padahal menurutku imbauan ini adalah rukun khutbah yang tidak boleh ditinggalkan, sehingga saya harus mengulang shalat dzuhur sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap minggu khatib berganti bergiliran, entah ada berapa khatib yang bertugas bergiliran, saya tidak tahu persis. Tetapi, ada satu khatib yang sangat menarik dari segi pemaparan dan keilmuannya. Setiap beliau (khatib satu ini) menyampaikan khutbah, saya selalu antusias dan mendengarkannya dengan baik, karena pemaparannya selalu aktual dan jelas pembicaraanya, tidak terlalu terpatok pada buku khutbah jumat yang dipegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kali ini saya tidak menjumpai khatib yang saya sukai. Khatib sekarang adalah khatib yang membuat saya was-was itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanya kali ini sungguh menarik. Tentang imbauan untuk mendalami isi kandungan Alquran. Mungkin karena pada minggu ini diperingati Nuzulul Quran (hari turunnya Alquran) jadi tema yang disampaikan sangatlah sesuai. Imbauan untuk belajar mengenal huruf arab atau mengaji dibahas. Tetapi sungguh sayang, rupa-rupanya sang penyampai khutbah ini --menurutku-- masih harus membenahi bacaannya. Melihat kenyataan bahwa sang penyampai khutbah masih harus membenahi bacaan (karena maaf, ia masih seperti orang mengeja) sangat tidak pas dengan apa yang disampaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada dua hadits yang saya "catat" dari khutbah tadi yang makna (kurang lebih) hadits itu: &lt;em&gt;Saya tinggalkan dua perkara, yang kamu tidak akan sesat selama-lamanya bila mau berpegang pada dua perkara tadi, yakni: alquran dan assunnah&lt;/em&gt;. Hadits yang kedua, kurang lebih: &lt;em&gt;Akan datang suatu massa, dimana alquran hanyalah sebagai teks...&lt;/em&gt; Dari hadits yang kedua ini, kalau saya renungi, zaman sekarang kecendrungannya memang begitu. Aduh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allahumma irhamna bil quran, waj'alhu lana imama wa nura, wa huda wa rahmah...&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109916251312052669?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109916251312052669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109916251312052669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/alquran.html' title='Alquran'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109912172878088162</id><published>2004-10-30T14:25:00.000+07:00</published><updated>2004-10-30T16:23:10.686+07:00</updated><title type='text'>FAHRENHEIT 9/11</title><content type='html'>&lt;img class="leftimage" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/fahrenheit911.jpg" align="left" /&gt;Anda belum melihat film ini? Tenang saja, anda bisa download &lt;a href="http://marc.perkel.com/archives/000468.html" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ini adalah salah satu film yang sebaiknya ditonton setiap orang, apapun selera film anda atau pandangan politik anda (apalagi sekarang merupakan detik-detik mendekati pemilihan presiden AS), film dokumenter besutan &lt;a href="http://www.michaelmoore.com" target="_blank"&gt;Michael Moore&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.fahrenheit911.com" target="_blank"&gt;Fahrenheit 9/11&lt;/a&gt; adalah daftar pertama yang disarankan patut ditonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahrenheit --yang dirilis awal 2004 (sudah basi ya?)-- mungkin merupakan film yang provokatif, memberi kesenangan atau membelah para pemirsanya. Tetapi tak seorang pun yang akan bereaksi acuh tak acuh pada kejutan ini, menyedihkan sekaligus lucu menyaksikan administrasi dari Bush menangani terorisme dan perang Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupkan satu gebrakan untuk dunia humor dan jurnalistik dari sutradara-penulis Moore yang paling 'nakal', paling berani, hal yang paling lucu yang ditujukan untuk menyerang aula orang paling kaya dan paling berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang dilarang beredar di Kuwait dan Saudi ini, tentunya bukanlah kata terakhir untuk Presiden George W. Bush atau Iraq. Ini Adalah kata dari Moore. Film ini merupakan sebuah subyek kontroversi, merupakan pernyataan pribadi, sebuah penentangan yang terus terang tentang apa itu sebenarnya perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal hingga akhir di Fahrenheit 9/11 Moore bercerita dengan suara yang jelas: nada yang santai seakan-akan sedang menceritakan sebuah lelucon yang menyenangkan, tak ada yang lebih membahagiakan daripada saat dia menunduk serta menanyai seseorang tentang kekuasaan yang luar biasa atau kemakmuran yang dirasakanya, dia dengan sengaja atau tidak, telah mengkhianati kepercayaan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, George W. Bush adalah bintangnya, dengan menggunakan cuplikan film kearsipan, yang dengan jeli di redaksi dan diceritakan di film ini. Diketengahkan bagaimana Bush kadang-kadang nampak sebagai seorang politikus gigih yang menarik dan disukai setiap orang, dengan gaya seorang anak yang mempesona semua orang. Tetapi juga menghancurkanya dengan sindiran yang kejam, menggambarkan bahwa Bush adalah seorang oportunis rendahan, dengan didukung oleh asuhan hak-hak istimewa dan sahabat-sahabat berduit dan, sampai suatu tingkat, terjebak dalam peristiwa-peristiwa yang seperti angin puyuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat film ini menarik dengan cara yang sangat aneh adalah subyek dan pelukisan yang lucu, dimana membuat Bush dengan otomatis jadi pelawak di Fahrenheit 9/11 sedangkan Moore sendiri berperan sebagai pria yang baik. Tetapi ini merupakan sebuah komedi yang sangat gelap, terbenam dalam tragedi. Pada saat tertentu film ini terasa memelintir hati anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kekuatan Fahrenheit 9/11: sebuah cara untuk memecahkan emosi dan menyengat kita hingga tertawa terbahak-bahak serta dipenuhi kemarahan dan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moore mengomentari tentang perselisihan pemilihan di Florida, ikatan yang kuat keluarga Bush dengan tambang minyak Arab Saudi, frekuensi waktu liburan yang dilakukan Presiden pada pra-9/11 dan disakitanya oleh keributan pada peristiwa 9/11. Lalu Moore dengan tanpa kenal belaskasihan mempersembahkan pengambilannya sendiri di Irak, sebuah konflik yang di matanya melahirkan ketakutan, penipuan dan kebingungan dan pertumpahan darah, kematian serta kepedihan, mencoreng impian Amerika dengan pengakuan sebagai pembelaan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moore dengan jelas mempertanyakan alasan, tujuan dan 'nilai jual' dari perang dalam 9/11 dan, lebih dari semuanya, harga yang mengerikan baik di sumber penghasilan nasional maupun hidup manusia. Sebenarnya film ini tidak obyektif. Moore mengejek kelewat batas tanpa tanpa mempertanyakan pemikiran Bush tentang tindakanya, menjadikan presiden ini sebagai lelucon (baik sadar maupun tak sadar) dan, di satu titik, menjadikan Bush seperti tokoh utama film televisi Bonanza, beserta Cartwrightsnya, Dick Cheney, Donald Rumsfeld dan Tony Blair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada sebuah pesan kemanusiaan di sebalik pembuatan sebuah film berbentuk gurauan atau cerita yang sederhana sekalipun. Demikian juga dengan kisah mengharukan dari kalangan pekerja Amerika yang bergabung dengan angkatan perang besutan Moore -- menerbitkan kepedihan yang sangat tak diharapkan hanya karena kepandaian berpidato dari seorang presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi beberapa pemirsa, Fahrenheit 9/11 terlihat seperti sebuah propaganda dan bagi beberapa yang lain sebagai suatu modernisasi yang berapi-api. Tetapi satu yang tidak harus dibagi oleh Moore untuk dipertontonkan sebagi bagian untuk menghibur pemirsa. Pada bulan Mei lalu, Fahrenheit 9/11 menerima penghargaan (Palme d'Or). Film ini mendapat sambutan dan tepuk tangan paling panjang di sejarah Festival Film Cannes (selama 25 menit)--dan ini bukan bagian dari kata klise tentang antipati Perancis pada Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Fahrenheit 9/11 diambil dari sebuah novel karya Ray Bradbury yang berkisah tentang masyarakat yang membakar buku yang futuristic berjudul Fahrenheit 451 (judul itu diambil dari suhu dari buku yang terbakar itu). Dan pada akhirnya, baik kelompok liberalis maupun konservatif -- dan beberapa kelompok politik yang ekstrim -- akan digelitik hatinya dan diperbaiki oleh film ini. Kelompok konservatif Amerika, khususnya, bisa merespon pada memori yang direkam Moore ini dengan menyebutnya sebagai idaman Amerika, jiwa nasional dan tradisi yang dia lihat telah diinjak-injak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, ada sebuah kelugasan yang penuh keterusterangan dalam ulasan yang disampaikanya menjadikan Moore sebagai Mark Twain dengan tradisi skeptisme lucu Ameriika-nya. Dan, di sini, permainan lawakan dari Moore -- dimainkan seperti kegilaan yang biasanya dengan alur cerita mencoba menghadapi orang yang berkuasa dan tak terjangaku - memukul puncak yang paling tinggi. Seperti sedang melontarkan pertanyaan "Maukah anda bertingkah laku baik?" Bush sendiri membuat dirinya jadi lelucon dengan film yang dibuat Moore, seakan meneriakan , "Temukanlah pekerjaan yang lebih nyata!" Tak dapat disangkal, itu yang coba dikatakanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber asli: &lt;a href="http://www.kapanlagi.com/a/0000000732.html" target="_blank"&gt;kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109912172878088162?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109912172878088162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109912172878088162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/fahrenheit-911.html' title='FAHRENHEIT 9/11'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109899149303633577</id><published>2004-10-29T02:21:00.000+07:00</published><updated>2004-11-01T14:10:23.033+07:00</updated><title type='text'>Ramadhan is Dead ?!</title><content type='html'>&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/rid.jpg" class="leftimage"&gt;Ramadhan telah mati. Apakah memang begitu? Tanya saja kepada Sofwah Al Banna, maka ia akan akan senyam-senyum menjawab pertanyaan Anda, karena memang ia telah mengarang sebuah buku yang judulnya cukup heboh: &lt;em&gt;Ramadhan Is Dead?!&lt;/em&gt; Sepintas seperti nama sebuah band asal Bali, Superman is Dead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ber-&lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; merah yang belum lama beredar dipasaran ini memang sangat menarik. Sang pengarang begitu luwes menuturkan tentang kebiasaan-kebiasaan kita pada bulan Ramadhan. Gaya bertuturnya dan bahasa yang disajikan begitu tegas, mengkritik, tetapi sekaligus memberi solusi. Intinya, kita diajak merenung. Betapa kita masih nggak rela meninggalkan hal-hal yang sia-sia bahkan maksiat meski di bulan suci Ramadhan. Betapa kita cuma menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang, menurut istilah seorang pengamat media, Veven Sp. Wardhana sebagai "dalam rangka", sehingga hanya alim saat di bulan Ramadhan. "Dalam rangka" menghormati bulan Ramadhan, televisi pun berubah jadi 'mushola' dengan beragam tayangan bernuansa islami. Masyarakat kita masih tergantung dengan "dalam rangka", sehingga hanya bisa masuk dan merasuk dalam tema tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih lengkapnya bisa diperoleh di toko-toko buku, atau infonya &lt;a href="http://ads.eramuslim.com/proumedia2/" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;. Ups, ini promosi ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109899149303633577?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109899149303633577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109899149303633577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/ramadhan-is-dead.html' title='Ramadhan is Dead ?!'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109897994556346924</id><published>2004-10-28T23:06:00.000+07:00</published><updated>2004-10-28T23:34:07.146+07:00</updated><title type='text'>Tak Ada Kata: Tak Layak Muat</title><content type='html'>&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/9b80f4be.jpg" class="leftimage"&gt;Memang benar apa yang dikatakan &lt;a href="http://syahrani.blogspot.com"&gt;Syahrani&lt;/a&gt;, ada banyak hal yang dapat dipelajari dari kehidupan, walaupun itu cuman lewat jalan cerita yang terpotong-potong (baca: blog). Membaca tidak harus dari buku tebal yang terpajang di rak-rak perpustakaan dan tidak harus membeli sebuah buku tebal yang berharga mahal. Karena dalam blog ada banyak sekali butiran-butiran makna yang dicoba dituliskan oleh si pemiliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini saya cuman memandang sebelah mata, tidak mencoba mencermati apa yang sebenarnya dihadirkan. Setelah membaca sekilas, saya kemudian memeberi komentar yang sekadarnya saja. Padahal pembahasan yang dihadirkan sangat kompleks, dan saya jadi berandai-andai: kalau setiap posting selalu ada yang memberi jawaban yang sangat kompleks dan saling memperdalam, tentu akan tercipta suatu ilmu yang sangat dalam. Saya yang tidak pernah sama sekali membaca buku-buku tentang si jenius Einstein, bisa membaca dari blog yang menerangkan tentang Einstien dari pemilik blog yang baru membeli bukunya dan diceritakan di posting. Postingan itu berisi tentang pandangan-pandangan atau cita-cita Enstein baru diserapnya dari membaca buku itu. Ada keuntungan yang saya peroleh: saya tidak perlu membaca buku yang dia beli (kalaupun saya tertarik lebih dalam saya dapat membelinya), dan saya bisa memetik sebuah rangkuman yang ia catat ke dalam sebuah blog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadari setiap orang memiliki bahasa yang berbeda-beda dalam menuliskannya. Terkadang saya sangat lelah ketika harus membaca tulisan yang tidak tertata dengan baik. Ataupun bingung dengan maksud yang disampaikan, ketika menemukan blog dengan bahasa yang meliuk-liuk tetapi indah (saya suka kagum dengan hal ini, karena saya tidak bisa melakukan ini. sebenarnya ingin bisaaa). Atau memberi sebuah tanda teka-teki yang harus terjawab dalam sebuah posting? Saya sendiri juga tak jarang memberi "materi" seperti itu, karena memang saya tidak bisa membahasakan dengan baik sehingga materi yang saya bawa tidak tuntas. Dan sekarang, &lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt;, banyak sekali berkembang blog yang semacam ini. Coba lihat, apa yang bisa diperoleh dari permainan anak kecil yang bernama ular tangga? Tentu sebagian, termasuk seperti saya, akan memandang permainan ini merupakan permainan anak-anak yang tidak memberi manfaat apa-apa.  Tetapi ada salah satu (yang saya lihat baru satu) teman blog yang menceritakan pengalamannya memandang permainan ini dari sisi lain dapat memberikan pelajaran bahwa: barangkali kehidupan seperti ini, terkadang memberi rasa takut untuk melangkah, dan petanyaan jangan-jangan akan jatuh? padahal ada juga tangga yang bisa saja mengenai angka dalam dadu. Ini adalah suatu "pelajaran kecil" bahwa menurutnya, kehidupan itu harus berjalan, walaupun dengan dua konsekwensi: jatuh kebawah atau malah naik. Tidak boleh berhenti karena takut. Ketakutan adalah suatu sikap yang salah yang membuat orang tetap kerdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian menyadari juga bahwa memang blog tidak harus menghadirkan hal-hal yang "bermutu" tetapi apa yang bisa dimaui dari si pemiliknya. [saya suka bosan dengan blog yang tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam pemikiran] Kalaupun tulisannya kacau, itu berarti memang tidak ada hal yang menarik untuk dibahas. Ataupun si pemilik lagi belajar untuk menulis dengan bahasanya. Disinilah uniknya sebuah blog dari media cetak. Tulisan di media cetak cendrung &lt;em&gt;fix &lt;/em&gt;dan dan di blog itu bebas, tanpa ada yang mengikat. Saya sendiri tidak pernah menghadirkan sesuatu yang bisa dibilang "pemikiran saya". Terkadang saya ingin bisa "bercerita" tentang kehidupan saya sehari-hari dan apa yang saya temui dengan bahasa yang indah. Tetapi kemudian saya sadari bahwa saya masih belum bisa melakukannya (mudah-mudahan berikutnya bisa). Saya lemah dalam berbahasa seperti itu. Pernah suatu ketika saya membuat tulisan cerpen, tetapi saya tidak bisa merampungkannya, dan saya malu untuk menghadirkannya disini. Dan ya, ya, kita memiliki bahasa yang berbeda-beda tetang sesuatu yang bisa diekspresikan, salah satunya melalui menulis. Disini tempat terbuka lebar dan tidak akan ada kata: tidak layak muat. Jadi mengapa saya mesti takut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep blogging!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109897994556346924?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109897994556346924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109897994556346924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/tak-ada-kata-tak-layak-muat.html' title='Tak Ada Kata: Tak Layak Muat'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109893506705959879</id><published>2004-10-28T10:25:00.000+07:00</published><updated>2004-10-28T10:44:27.060+07:00</updated><title type='text'>Lingkaran</title><content type='html'>&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/270104aPN.jpg" class="leftimage"&gt;Bagaimana bisa keluar dari kebiasaan ini? &lt;strong&gt;Umpama&lt;/strong&gt;, saya masuk kerja, sebelum masuk saya harus menyetor sejumlah uang dalam jumlah puluhan juta (stt.. ini rahasia loh). Kemudian karena posisi saya sudah jadi pegawai, saya kemudian diberi tugas merekrut orang. Saya, &lt;strong&gt;sangat ada kesempatan &lt;/strong&gt;untuk mengambil keuntungan puluhan juta yang saya keluarkan dulu ketika saya masuk jadi pegawai. Mau tidak mau kan saya &lt;strong&gt;tidak mau rugi&lt;/strong&gt;, uang saya yang telah saya keluarkan dulu harus kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah masalah yang melilit perekrutan CPNS setiap tahunnya, sangat sulit untuk keluar dari jeratan KKN (korupsi, kolusi, dan neoptisme) [tapi sekarang untuk KKN lebih sulit karena banyak yang mengawasi, tapi ya penter-pinter orangnyalah :D] &lt;br /&gt;Seperti sudah masuk dalam lingkaran setan! Ada yang keluarga PNS gak? dulu kalo masuk gimana?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109893506705959879?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109893506705959879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109893506705959879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/lingkaran.html' title='Lingkaran'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109873463953360918</id><published>2004-10-26T02:57:00.000+07:00</published><updated>2004-10-26T03:03:59.533+07:00</updated><title type='text'>Stempel</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/aeb3dda1.gif"&gt;&lt;br /&gt;made in k&amp;#233;r&amp;#233; k&amp;#234;mplu &amp;copy; 2004, dilarang meniru atau membajak dalam bentuk apapun. All right reserved&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109873463953360918?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109873463953360918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109873463953360918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/stempel.html' title='Stempel'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109868685099028015</id><published>2004-10-25T13:40:00.000+07:00</published><updated>2004-10-25T13:47:30.990+07:00</updated><title type='text'>Buku-Buku Kita</title><content type='html'>&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/becc4398.jpg" class="leftimage"&gt;&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/f3a993bc.jpg" class="leftimage"&gt;Perkembangan buku sekarang ini memang sangat menggembirakan. Tiap minggunya selalu ada buku baru yang terbit, baik itu buku-buku terjemahan maupun karya anak negeri. Rupa-rupanya semangat menulis sekarang ini sangat tinggi. Banyak sekali bermunculan para pengarang, cerpenis, maupun novelis baru yang menerbitkan buku pertama mereka. Tentu saja ini sangat positif, bacaan-bacaan sangat variatif. Gaya kepenulisan cerpen pun sangat beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masuk ke Gramedia, saya kemudian mengamati buku-buku baru yang membuat saya tertarik. Di pinggir pintu masuk, bertumpuk-tumpuk buku baru. Karya sastra pun sangat membanjir, dengan warna dan bentuk yang variatif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan diantara judul yang ada adalah &lt;em&gt;Selingkuh Itu Indah, Garis Tepi Seorang Lesbian, Jangan Main-main dengan Kelaminmu, Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur!, Sex in the Kost, Wajah Sebuah Vagina, Pantat Bangsaku.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa buku-buku kita berwajah kelamin seperti ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109868685099028015?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109868685099028015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109868685099028015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/buku-buku-kita.html' title='Buku-Buku Kita'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109864741560748854</id><published>2004-10-25T02:28:00.000+07:00</published><updated>2004-10-25T02:50:15.606+07:00</updated><title type='text'>Ini Bulan Ramadhan atau Bulan Diskon?</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/96d86de9.jpg"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109864741560748854?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109864741560748854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109864741560748854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/ini-bulan-ramadhan-atau-bulan-diskon.html' title='Ini Bulan Ramadhan atau Bulan Diskon?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109859091081265749</id><published>2004-10-24T11:05:00.000+07:00</published><updated>2004-10-24T11:08:30.813+07:00</updated><title type='text'>Ironis</title><content type='html'>&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/07884c82.jpg" class="leftimage"&gt;&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/b1b7fabd.jpg" class="leftimage"&gt;Ini adalah jalan umum. Tentu siapa saja boleh melewatinya. Bus yang ugal-ugalan itu juga melewati jalan ini. Jalan yang tak begitu besar, hanya ada empat ruas jalan yang keseluruhan sekitar enambelas meter. Dua ruas untuk dari arah Barat dan dua ruas untuk dari arah Timur, hanya dipisahkan oleh beton panjang yang ditata. [Ditengah-tengah ini dimanfaatkan dengan tiang-tiang papan reklame yang besar]. Dengan jalan yang tak begitu besar ini, laju bus tidak begitu nyaman. Saya kemudian berfikir, bagaimanakah laju bus-bus itu bila jalan ini sangat besar, seperti di luar negeri. Pasti kita gak usah nonton F1 di televisi, karena kita sudah bisa menikmati F1 di negeri sendiri. Bukan dari kamera yang terpasang dari salah satu peserta balapan, tetapi dari dalam bus yang kita tumpangi. Rupa-rupanya mengejar target penumpang itu menjadi faktor utama yang mengesampingkan keselamatan penumpang yang ada didalamnya. Apakah para sopir itu tidak pernah berfikir, bahwa ada keluarga di rumah yang menanti. Ironisnya lagi, tulisan "Hati-hati, ada keluarga di rumah yang menanti" itu terpampang besar di belakang bus itu sendiri. Barangkali dia buta huruf sehingga tidak bisa membaca tulisan yang begitu jelasnya. Ironis ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109859091081265749?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109859091081265749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109859091081265749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/ironis.html' title='Ironis'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109851305325154332</id><published>2004-10-23T13:28:00.000+07:00</published><updated>2004-10-23T15:49:36.356+07:00</updated><title type='text'>Hallo, Password?</title><content type='html'>&lt;img align="right" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/a1a25b50.jpg" class="rightimage"&gt;"Assalamu'alaykum." &lt;br /&gt;Sesosok wanita cantik berbalut busana muslimah menyapa. Senyumnya mengembang. Cantik. Ditangannya ada lembaran kertas seukuran sepuluh centi. Tanpa bosa-basi dia langsung membuka premium call ke sebuah telepon tertentu dengan password yang telah ditentukan. &lt;br /&gt;"Hallo, password?, halo, password?, Halo, password? halo? ..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109851305325154332?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109851305325154332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109851305325154332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/hallo-password.html' title='Hallo, Password?'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109842843488485021</id><published>2004-10-22T13:51:00.000+07:00</published><updated>2004-10-22T14:00:34.886+07:00</updated><title type='text'>Perasaan Tak Enak dan Berita Duka</title><content type='html'>&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/1168395.jpg" class="leftimage"&gt;Ada rasa aneh pagi ini yang saya rasakan. Entahlah, biasanya setelah subuh saya bisa terlelap kembali, tetapi kali ini saya benar-benar tidak dapat memajamkan mata. Tubuh saya yang telah rebah di atas tempat tidur harus saya bangunkan kembali. Membaca koran bekas di teras depan rumah. Entahlah, apa yang telah terjadi, perasaanku tidak enak. Adakah sesuatu telah terjadi pada keluargaku? Ah, semoga tidak mereka baik-baik saja, doaku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam sepuluh pagi, jawaban kegelisahan dan perasaan tidak enak itu terjawab. Ternyata ayah salah satu temanku meninggal dunia kemarin pagi, hari Kamis. &lt;em&gt;Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un&lt;/em&gt;. Ayah temanku meninggal karena penyakit diabetes, ditambah lagi terkena paku sehingga membuat penyakitnya makin parah. Hanya doaku, semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT, dan diampuni segala dosanya. Serta keluarga temanku diberi ketabahan dan kesabaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109842843488485021?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109842843488485021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109842843488485021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/perasaan-tak-enak-dan-berita-duka.html' title='Perasaan Tak Enak dan Berita Duka'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109833476004200640</id><published>2004-10-21T11:55:00.000+07:00</published><updated>2004-10-21T11:59:20.043+07:00</updated><title type='text'>Sesuatu yang Menurutku Bagus, Belum Tentu Bagus Menurut Orang Lain</title><content type='html'>&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/7f0a3fa2.jpg" class="leftimage"&gt;Kemarin, seorang teman meminta tolong pada saya untuk dibuatkan desain kartu nama. Saya pun menyanggupinya. Dia sendiri sudah mempunyai desain sesuai dengan seleranya, dengan memberikan contoh sebuah kartu nama yang sudah jadi. Dengan desain itu, saya pun tinggal enak, menyesuaikan dengan apa yang menurut saya bagus. Mengganti gambar logo dan nama perusahaan, sesuai dengan sarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah beberapa hari saya baru dapat menyelesaikannya. Saya sendiri sebenarnya kurang pede dengan desain saya. Ketika saya sodorkan, dia rupanya kurang berkenan dengan desain yang saya buat. Karena gambar yang saya pasang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya walaupun menurutku desain itu sudah bagus. Akhirnya, saya sarankan untuk tidak memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun tidak kecewa. Ia menyuruhku mengulang kembali, dibuatkan lagi. Ada rasa berat untuk membuat yang kedua, takut mengecewakan lagi. "Kalau kamu mempunyai desain, maka nanti sang pembuat kartu nama itu akan mendesainkan untuk itu, jadi tinggal memesan," begitu saya sarankan untuk langsung menyerahkannya kepada pencetaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ia "memaksa" untuk membuatkannya kembali. Tapi kali ini dia sudah mempunyai gambar sendiri. Akhirnya saya buatkan juga, langsung dihadapan dia, soalnya gambar sudah disediakan. Alangkah bahagianya ia, karena desain kartu nama yang sesuai dengan keinginannya telah jadi. Walaupun menurutku tidak begitu bagus. Yah, tiap orang memang mempunyai pandangan sendiri-sendiri tentang desain yang bagus. Sesuatu yang bagus menurutku belum tentu dipandangan orang lain bagus, begitu juga sebaliknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109833476004200640?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109833476004200640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109833476004200640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/sesuatu-yang-menurutku-bagus-belum.html' title='Sesuatu yang Menurutku Bagus, Belum Tentu Bagus Menurut Orang Lain'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109817176387403912</id><published>2004-10-19T14:19:00.000+07:00</published><updated>2004-10-19T19:25:34.233+07:00</updated><title type='text'>Genap Setahun</title><content type='html'>&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/af09a258.jpg" class="leftimage"&gt;Manusia boleh lupa. Karena itu merupakan salah satu sifat dasar manusia itu sendiri. Kealpaan bukanlah suatu aib yang mencacatkan --sepanjang masih dalam taraf kewajaran. Sebagaimana semua pernah mengakui, bahwa pernah lupa. Lupa dalam meletakan sesuatu, maupun lupa-lupa yang lain. Saya tidak bisa mebayangkan andai saja manusia tidak mempunyai sifat ini, maka bayang-bayang bom bali yang begitu dahsyat masih saja menghantui para korban yang masih hidup dan saksi mata yang begitu mengerikan --menciptakan trauma. Meskipun mereka mengucapkan: "saya tidak pernah melupakannya", sejatinya mereka tetap saja tidak bisa menyimpan segala detailnya di benak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar lupa, bahwa di bulan ini blog saya sudah genap setahun. Dan bulan ini sudah berjalan melewati separuhnya.&lt;br /&gt;Setahun rasanya belum cukup untuk membuatku "pandai" dalam mengisi blog. Tulisan-tulisan yang saya bangun masih sangat semrawut. Kesulitan-kesulitan pun masih bermunculan. Keraguan. Bahkan terkadang kekosongan. "Janji" untuk setiap hari memperbaharui posting sudah dari dulu tidak terlaksana, dan saya minta maaf atas itu. Semoga setelah melewati setahun ini, saya semakin bisa menjadikan blog ini ajang yang dapat membangkitkan kreativitas spiritual saya. Dan nantinya bisa membuat sebuah karya yang layak. Sebuah pemikiran dan sebuah buku tebal, buku-buku tentang kehidupan. Hidup yang indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109817176387403912?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109817176387403912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109817176387403912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/genap-setahun.html' title='Genap Setahun'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109815697240752737</id><published>2004-10-19T10:04:00.000+07:00</published><updated>2004-10-19T11:11:08.346+07:00</updated><title type='text'>No items were found</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/noitem.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diusahakan lebih dahulu. Setelah dicari dan tidak ketemu, baru disimpulkan tidak ada. &lt;br /&gt;Begitulah pelajaran yang dapat saya petik hari ini. Sebuah kesimpulan sederhana dari kasus ketidak-nemuan sebuah foto mantan anggota DPRD Solo, Sali Basuki, yang entah bagaimana kok fotonya tidak ada! Padahal keberadaan foto itu sangat dibutuhkan. Di dalam halaman saya memang sudah saya plot untuk ada. Lima kotak bingkai yang harus terisi oleh semua wajah-wajah mantan anggota DPRD yang terjerat kasus korupsi yang hari ini akan dipanggil Polresta Solo.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin tidak ada? Seingat saya memang dia adalah tokoh yang jarang muncul dan jarang memberi pernyataan sehingga diapun jarang muncul kepermukaan. Usaya &lt;em&gt;find&lt;/em&gt; sudah saya lakukan dengan benar. &lt;em&gt;Keyword&lt;/em&gt; yang saya masukkan juga sudah sesuai prosedur. Tetapi &lt;em&gt;No items were found&lt;/em&gt; selalu muncul di setiap hasil pencarian. Ini berarti tidak ada! Memang benar-benar tidak ada. &lt;em&gt;Keyword&lt;/em&gt; yang lain tidak lupa saya masukan sebagai alternatif pencarian. Tetapi lagi-lagi tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Sementara saya terus mencari, bos saya juga mencarinya menggunakan ACDsee, tetapi lagi-lagi tidak ada. Sehingga usaha yang lain adalah dengan menelpon teman-teman dekat yang boleh jadi mempunyai fotonya. Tetapi usaha itu juga gagal!&lt;br /&gt;Saya sendiri menyimpulkan tidak ada, walaupun bos saya tetap &lt;em&gt;ngotot &lt;/em&gt;nyuruh mencari di tumpukan CD. Sebuah kemalasan tersendiri bila harus mengoprak-oprak seluruh isi CD yang berisi dokumen-dokumen foto. Saya mempunyai usaha sendiri, keyword umum yang saya masukkan dan harus membuka satu-persatu dari file-file yang banyak itu. Tidak ada yang berhasil menemukannya. "Bukan ini, bukan, bukan ini," bos saya menunjuk setiap saya bukakan file yang berisi sejumlah anggota DPRD yang diperkarakan kasusnya.&lt;br /&gt;Akhirnya usaha saya tidak sia-sia, sebuah foto nan tidak bagus berhasil ditemukan! &lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt;... Akhirnya kena kau, walaupun sebelumnya saya telah tergesa-gesa menyimpulkan. Memang harus diusahakan mencarinya terlebih dahulu, kalau semua usaha sudah dilakukan baru disimpulkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109815697240752737?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109815697240752737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109815697240752737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/no-items-were-found.html' title='No items were found'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109808700504493565</id><published>2004-10-18T14:07:00.000+07:00</published><updated>2004-10-18T15:56:55.136+07:00</updated><title type='text'>Muhammad Ali dalam Ali</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/ali_logo4.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam ada tontonan yang membuat saya tertarik. Entah dimulai pukul beberapa, ketika asyik menonton saya melihat jam sudah meunjukkan pukul setengah dua belas malam. Film yang berjudul &lt;em&gt;Ali&lt;/em&gt; --ditayangkan di &lt;a herf="http://sctv.co.id"&gt;SCTV&lt;/a&gt;-- mengisahkan tentang perjalanan hidup Muhammad Ali, sang petinju legendaris yang hidupnya penuh liku-liku dan kontroversial. Sang petinju yang dikenal memiliki "mulut besar" itu diperankan oleh Will Smith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya waktu itu saya belum tarawih, sehingga saya harus menunggu sampai tayangan itu selesai. Hm, ternyata lama juga, hampir jam dua dini hari film ini baru berakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Cassius Clay, nama Muhammad Ali sebelum masuk Islam, bertarung di atas ring melawan Sonny Liston, Februari 1964. Dalam pertarungan itu, Clay berhasil meng-&lt;em&gt;hook&lt;/em&gt; muka lawannya hingga tersungkur. Dan seluruh isi gedung arena tinju menggema, mengelu-elukan dia. Clay mencatat kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang sehari setelah kemenangannya, dia kembali menggemparkan dunia dengan keputusannya masuk Islam. Entah bagaimana detail dia memeluk Islam, saya tidak tahu persis. Yang saya ketahui, seorang yang bernama Elijah Muhammad, pemimpin muslim kulit hitam AS waktu itu merubah nama Clay menjadi Muhammad Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Ali memang penuh liku, film ini memfokuskan  perjalanan hidup Ali dalam rentang waktu tahun 1964 sampai 1974, masa di mana Muhammad Ali menjalani kehidupannya yang penuh warna. Seperti dicabutnya lisensi bertinju ketika ia menolak ikut wajib militer atau bahkan kematian rekannya, Malcolm X, mubaligh muslim kulit hitam yang memperkernalkannya dengan Islam. Dalam film ini juga digambarkan bagaimana Amerika saat itu sedang dilanda "peperangan" antara kulit hitam dan kulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ali yang "bermulut besar" itu memang benar-benar sangat pandai berbicara, terutama ketika menyerang para lawannya sebelum bertanding ke arena ring. Dalam konfrensi pers dan tayangan televisi, Ali begitu lewesnya menjelek-jelekkan lawannya. "Dia itu seperti mumi, gerakannya lamban," katanya ketika dalam wawancara untuk merendahkan Joe Frazier. Dan memuji dirinya sendiri dengan sebutan si lincah. "Dia akan mengira bahwa si mumi itu diserang oleh berapa orang," ejeknya karena gerakannya yang bertubi-tubi seakan-akan membuat lawannya seperti diserang lima orang dan bukan satu orang, sambil memeragakan pukulannya yang sangat lincah.&lt;br /&gt;Tetapi lucunya, semua omong besarnya tidak terbukti, dia malah dibantai dalam pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu --yang saya tangkap-- yang sangat menonjol yang berusaha ditampilkan di dalam film ini, Ali digambarkan dengan sesosok yang gila wanita. Bagaimana tidak, ada beberapa wanita yang ditemuinya takluk dipelukannya. Sebagaimana film-film barat, tentunya film ini juga dibumbui dengan adegan-adegan dewasa. Tetapi tentu saja, dalam tayangan ini ada yang dipotong karena sudah disensor. (Malam-malam ramadhan kok nayangkan film gini ya?). Ada sebuah dialog yang mencoba menguak ketidak-&lt;em&gt;kaffah&lt;/em&gt;-nya Ali dalam memeluk Islam. Disitu ia ada dialog, bahwa dia masih dapat menahan makanan-makanan yang diharamkan dalam Islam seperti arak dan babi, tetapi ada satu hal yang tidak bisa ia tahan yakni wanita! &lt;em&gt;Astaghrifullah&lt;/em&gt;... Saya memang tidak tahu bagaimana Muhammad Ali sesungguhnya, apakah benar seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, setelah kekalahannya melawan Joe Frazier, dia akhirnya dipertemukan kembali di ring tinju. Disana, di awal-awal pertandingan, Ali dihajar habis-habisan. Tetapi ia terus bertahan dan bertahan. Hingga akhir-akhir ronde, semangatnya kembali bangkit. Dan ia berhasil menyungkurkan Joe Frazer dan meraih kemenangan. Ingin tahu apa yang membangkitkan semangat Ali dalam film ini? Tidak lain adalah si wanita tukang pembawa nomor yang memberi satu kedipan mata. Ali benar-benar digambarkan dengan sosok bermata hijau (ketika melihat wanita). Dan memang dia adalah seorang muslim... tentu ini adalah citra yang negatif dari sosok muslim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109808700504493565?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109808700504493565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109808700504493565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/muhammad-ali-dalam-ali.html' title='Muhammad Ali dalam Ali'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109800004542808848</id><published>2004-10-17T14:42:00.000+07:00</published><updated>2004-10-17T16:30:22.686+07:00</updated><title type='text'>Alquran Kecilku</title><content type='html'>&lt;em&gt;Bacalah Alqur'an selagi engkau mampu &lt;br /&gt;Disanalah insan meniti arti &lt;br /&gt;Menuai makna hidup mencari jati diri &lt;br /&gt;Wahai kawan izinkan kuingatkan &lt;br /&gt;Pahamilah Alqur'an selagi engkau mampu &lt;br /&gt;Disanalah kita menanti pasti &lt;br /&gt;Kebenaran hakiki, kemenangan sejati.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(kangmas anom-panda kecil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/e151d69f.jpg" class="leftimage"&gt;Ibu kostku mempunyai kebiasaan yang unik. Tetapi kebiasaan ini bukanlah hal yang buruk, malah sangat bagus sekali. Ia setiap minggu selalu merubah letak posisi barang-barang di dalam rumah. Mungkin baginya akan memberi suasana lain, dan tampak menyegarkan. Sampai teman saya satu kost bilang: "Setiap saya masuk rumah pasti ada yang berubah. Barang barang muter-muter semua, gak karu-karuan." Tentu saya ibu hanya senyam-senyum menerima protes dari temanku tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almari tempat baju saya pun berganti. Biasanya terletak menghadap ke barat di ruang tengah. Dan hari itu berubah tempat menghadap ke selatan, almarinya pun diganti dengan miliknya Indri, anak ibu kost. Suasana berubah menjadi lain, tumpukan baju saya masih seperti dulu, cuman tempatnya yang berbeda. Tapi saya tidak merasa, bahwa ada satu yang kurang, yaitu alquran kecilku. Entah tidak kutemukan disana. Sebenarnya layout ruangan sudah berubah beberapa hari yang lalu, tetapi saya baru merasa sekarang ada yang kurang. [Hehe... ketauan tidak pernah baca alquran!(",) ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melapor dan dicari-cari ternyata gak ada! Waduh, ibu ini gimana nih. Padahal saya simpan di rak bagian atas almari yang dulu. Namun akhirnya, selang sehari bisa ditemukan. &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109800004542808848?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109800004542808848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109800004542808848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/alquran-kecilku.html' title='Alquran Kecilku'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109781549193862414</id><published>2004-10-15T11:33:00.000+07:00</published><updated>2004-10-15T11:48:41.263+07:00</updated><title type='text'>Puasa Bedug</title><content type='html'>&lt;img align="left" src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/06446d17.jpg" class="leftimage"&gt;Hari ini adalah hari pertama kita menjalankan puasa. Perubahan siklus dari biasanya tentu sedikit mengagetkan tubuh kita. Pada orang dewasa, perubahan siklus ini barangkali tidak begitu terasa. Tetapi bagi anak-anak kecil yang ikut menjalankan puasa akan sangat terasa. Saya teringat pada waktu kecil dulu, pas awal-awal latihan menjalankan puasa. Seharian penuh tidur dari setelah sahur sampai sore hari. Badan terasa lemeees semua, bahkan tidak bisa bangun! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pelatihan yang saya tempuh dulu, ketika harus memulai berpuasa. Pelatihan ini untuk anak kecil yang baru latihan puasa. Tahu kan, anak kecil yang belum baligh belum mempunyai kewajiban berpuasa. Tetapi "ikut-ikutan" puasa sangat dianjurkan. Puasanya disebut dengan puasa bedug. Sama seperti puasa sore (waktu kecil saya menyebutnya begini karena puasa ini dari subuh sampai waktu maghrib tiba). Nah, puasa bedug ini mempunyai satu pos pada siang hari untuk berbuka, tepatnya waktu dhuhur. Saat dhuhur tiba, diperbolehkan untuk berbuka, setelah itu dilanjutkan kembali puasanya sampai sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dhuhur tiba, kami, saya dan teman-temanku biasanya berbelanja jajanan yang bisa dinikmati pada saat siang nanti. Kebetulan, di belakang rumah ada mbah-mbah tua (aku lupa namanya) yang berjualan jajanan. Biasanya saya membeli permen untuk berbuka siang hari :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka waktu dhuhur ini sebisanya ditempuh secepatnya, begitulah yang menjadi aturan yang saya tangkap. Tetapi teman saya malah lain, ia selalu memanfaatkan buka bedug ini dengan makan sepuas-puasanya. Waah, curang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa bedug ini tidak ditempuh sebulan penuh, tetapi hanya tiga atau lima hari pada awal-awal puasa. Setelah itu, karena sudah kuat puasa sampai sore, maka puasa selanjutnya ditempuh dari pagi hari (terbit fajar) sampai waktu bedug maghrib tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya mempunyai puasa satu lagi, puasa ashar! Puasa ini mempunyai pos berbuka pada waktu ashar. Hehe... ada-ada saja. Yaah, namanya anak-anak. Bukankah dalam menjalankan syariat itu ada tahapan-tahapan, bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109781549193862414?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109781549193862414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109781549193862414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/puasa-bedug.html' title='Puasa Bedug'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109773395069415844</id><published>2004-10-14T13:48:00.000+07:00</published><updated>2004-10-14T14:54:53.836+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Nama Hadiah Dariku</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/b16f058d.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam sembilan malam. Tiba-tiba dikomputerku berbunyi &lt;em&gt;ting!&lt;/em&gt; Ada sebait tulisan disana, "&lt;em&gt;Lagi sibuk ya?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Nggak, lagi nunggu foto A,"&lt;/em&gt; jawabku.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Masih inget sama aku?&lt;/em&gt;" dari sana terkirim kembali.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Siapa ya?"&lt;/em&gt; jawabku lagi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Gayaamu...,"&lt;/em&gt; dia mengataiku.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hehe... ya tentu masih ingatlah, sama cah elek mana mungkin aku lupa,"&lt;/em&gt; jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah sahabatku nun jauh di sana. Sudah lebih dari tiga bulan saya kehilangan kontak dengannya, semenjak dia memutuskan untuk keluar kerja karena sekarang sedang mengandung anak pertamanya. Sebenarnya kami belum pernah saling bertemu, hanya teknologi-lah yang menghubungkan saya dengannya. Timbuktu telah menghubungkan kami. Dan disela-sela saya bekerja, kami saling ngobrol bersama. Terkadang kala saya membutuhkan sesuatu, saya sering meminta bantuannya. Teringat, waktu itu saya tidak memiliki foto bagus sama sekali, saya membutuhkan ilustrasi dari sana, dan dia telah "menyelamatkanku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mana oleh-olehnya?"&lt;/em&gt; dari sana bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Oleh-oleh apa?&lt;/em&gt;,&lt;em&gt;"&lt;/em&gt; saya balik bertanya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Katanya kemarin ngulap."&lt;/em&gt; (ini bahasa dia, maksudnya pulang)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ya sudah habis. Tau sendiri kan, orang kantor itu gimana kalo tau makanan hehe..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apa?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Laah, bagaimana ngirimnya?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ya kirim sini donggg, hehe"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mas Har dimana?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Disampingku, mau ngobrol tah?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Nggak, cuman nanya ae"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kapan lahir?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Akhir november, awal-awal desember."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mo dikasih nama syapa? boleh nyumbang nama gak? hehehe..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mana?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lah, ya belom. Sek, tak pikirnya dulu... eh, cewek apa cowok?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kata orang sih 50% 50%"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Loh, kok pake persen-persenan segala?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Yah, kan belom lahir, jadi gak tau"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kalo kamu sendiri, senang mana?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"kalo aku sih seneng cowok"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya jadi berpikir tentang sebuah nama yang bagus untuk saya berikan kepadanya. Ternyata membuat nama itu sulit yaaa... Gimana nih, ada yang mau nyumbang nama nggak, untuk nama cewek dan nama cowok. Harus yang baguslaaah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109773395069415844?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109773395069415844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109773395069415844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/sebuah-nama-hadiah-dariku.html' title='Sebuah Nama Hadiah Dariku'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109769671883526882</id><published>2004-10-14T02:42:00.000+07:00</published><updated>2004-10-14T02:45:18.836+07:00</updated><title type='text'>Yang Menghapuskan Perbedaan Itu...</title><content type='html'>Dunia tidak akan mungkin menghapuskan perbedaan. Tetapi yang dapat menghapuskannya adalah saling menghargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;thanks for amistad film&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109769671883526882?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109769671883526882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109769671883526882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/yang-menghapuskan-perbedaan-itu.html' title='Yang Menghapuskan Perbedaan Itu...'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109741773450782643</id><published>2004-10-10T20:19:00.000+07:00</published><updated>2004-10-10T21:23:16.013+07:00</updated><title type='text'>Tradisi</title><content type='html'>Masyarakat Jawa memang unik dalam menyambut ramadhan. Ada istilah &lt;em&gt;megengan&lt;/em&gt;. Entah, tradisi &lt;em&gt;megengan&lt;/em&gt; itu ada atau tidak pada masyarakat lain. Semenjak &lt;em&gt;nisfu sya'ban&lt;/em&gt; (pertengahan bulan sya'ban) diadakan doa bersama. Caranya, salah satu warga membuat makanan shodaqoh *) di atas &lt;em&gt;tampah&lt;/em&gt; (tepat makanan terbuat dari bambu) dan dibawa ke mushala sesudah maghrib, kemudian berdoa bersama, meminta keselamatan kepada Allah. Doa ini disamping untuk diri mereka, juga ditujukan kepada ahli kubur (tentu saja, karena mereka yakin doa-doa mereka akan didengarkan dan disampaikan kepada para ahli kubur). Disertai dengan doa fatihah dan doa-doa yang lain. Bahkan pada malam nisfu sya'ban sendiri ada kupatan, masing-masing masyarakat membuat ketupat dan diantar ke mushala kemudian diadakan doa bersama, yasinan.&lt;br /&gt;Tradisi semacam ini bila diruntut ke ajaran islam, maka tidak ada pada zaman nabi. Nabi memang tidak pernah ada istilah kupatan. Bahkan kupat sendiri tidak ada pada zaman nabi. Kupat atau dalam bahasa indonesia dilafalkan ketupat, konon, istilah &lt;em&gt;kupat&lt;/em&gt; merupakan simbol dari &lt;em&gt;ngaku lepat&lt;/em&gt;, mengakui kesalahan. Simbol-simbol semacam ini merupakan peninggalan para wali songo (wali sembilan) yang telah berjasa besar dalam menyebarkan islam di tanah Jawa ini.&lt;br /&gt;Sangat mungkin sekali bahwa tradisi ini mempunyai bau ke-hinduan, yang merupakan agama nenek moyang para orang-orang Jawa dahulu. Peleburan tradisi islam-hindu semacam ini merupakan teknik bagai para waliyullah untuk menauhidkan ajaran-ajaran yang syirik. &lt;em&gt;Tadaruj&lt;/em&gt; dalam da'wah para wali memang cantik, sehingga menjadikan bangsa indonesia mayoritas memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari minggu kemarin saya sempat "ngaji" dari salah satu stasiun radio di Solo, membahas tentang &lt;em&gt;bid'ah&lt;/em&gt;. Ada dua kategori &lt;em&gt;bid'ah&lt;/em&gt; yang dibahas, yaitu &lt;em&gt;bid'ah haqiqiyah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;bid'ah ma'nawiyah &lt;/em&gt;(yang golongan kedua ini aku lupa istilahnya, apakah benar ini?).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bid'ah &lt;/em&gt;merupakan ajaran yang tidak ada sampel pada zaman nabi, tidak pernah dilakukan oleh nabi, dan merupakan ajaran yang diada-adakan. Dari dalam kitab yang dibacakan ini memegang teguh &lt;em&gt;"kullu bid'atin dholalah"&lt;/em&gt; (setiap bid'ah itu sesat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua &lt;em&gt;ikhtilaf &lt;/em&gt;(perbedaan pendapat) dalam memaknai hukum bid'ah. Ada sebagian yang berpendapat "&lt;em&gt;Kullu bid'atin dholalah&lt;/em&gt;" setiap &lt;em&gt;bid'ah &lt;/em&gt;adalah sesat.&lt;br /&gt;Dan, sebagian membagi bid'ah itu menjadi dua macam, &lt;em&gt;bid'ah hasanah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;bid'ah syayyiah&lt;/em&gt; (bid'ah baik dan bid'ah buruk). Yang bid'ah baik itu diperbolehkan sedangkan yang buruk itu tidak boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya sendiri cendrung mengikuti orang-orang yang golongan kedua :)&lt;br /&gt;Saya tak bisa membayangkan bagaimana sepinya bila tradisi-tradisi semacam ini tidak ada, yang merupakan pemvisualan dari cara menyambut ramadhan. Sebuah tradisi yang bisa dibilang unik, yang hanya kita saja yang punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;catatan:&lt;br /&gt;*) memang tidak ada istilah shadaqoh disana. Suatu hari saya bertanya pada ibuku tentang hal ini. Pertanyaannya begini: "kenapa harus membuat &lt;em&gt;ambeng &lt;/em&gt;(makanan diatas &lt;em&gt;tampah&lt;/em&gt;) seperti ini?" Ibuku menjawab: "Ini merupakan sedekah". Maka saya menyebutnya disini dengan shodaqoh. Berarti ibuku masih benar, karena ia tidak menjawab "orang dahulu begini saya juga begini". &lt;em&gt;Wallahu A'lam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109741773450782643?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109741773450782643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109741773450782643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/tradisi.html' title='Tradisi'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109715725648809070</id><published>2004-10-07T20:45:00.000+07:00</published><updated>2004-10-07T20:54:16.486+07:00</updated><title type='text'>Sekuntum Bunga</title><content type='html'>Sekuntum bunga dengan pita berwarna putih tergeletak di atas meja. Ada tiga helai daun segar tanpa tetes embun. Dibungkus rapi dengan plastik bening bermotifkan bintang-bintang berwarna putih, persis seperti warna pita yang mengikatnya. Ujung bunga berwarna biru ungu, membentuk gradasi putih. Ketika saya memandanginya lebih dekat, ada warna kuning disana, samar. Tak lupa saya mencoba untuk mencium aromanya, tapi tidak ada parfum disana... Kreatif benar &lt;em&gt;ya&lt;/em&gt;, pembuatnya?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109715725648809070?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109715725648809070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109715725648809070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/sekuntum-bunga.html' title='Sekuntum Bunga'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109664448849215726</id><published>2004-10-01T22:25:00.000+07:00</published><updated>2004-10-01T22:37:18.026+07:00</updated><title type='text'>Mengadu Nasib</title><content type='html'>Nasib ada di Tangan Tuhan. Begitulah rumusan yang telah kita percayai seratus persen. Tetapi kita tidak harus menggantungkan begitu saja pada nasib tanpa berusaha merubah nasib. Kemiskinan yang menghimpit, seperti yang dialami Purwanti --wanita asal Boyolali-- membuatnya nekat mengadu nasib ke Singapura untuk bekerja sebagai TKW. Barangkali setelah disana dia dapat pekerjaan yang layak dan mendapat gaji yang tinggi, sehingga bisa di kirim ke rumah dan membangun rumahnya yang hanya berdindingkan gedhek. Ia tak ingin hanya menjadi penonton, melihat tetangga kanan-kiri kondisi ekonominya makin membaik, dan ia, hanya begitu-begitu saja. Siapa sih yang tak ingin kaya? Tentu saja semua menginginkannya. Dan salah satu cara untuk menjadi kaya dibenak Purwanti hanyalah mengadu nasib di negeri orang. Dengan bekerja disana, angan-angannya untuk membuat 'istana' akan terwujud, seperti tetangganya yang lain yang telah 'berhasil' mengadu nasib di sana selama beberapa tahun.&lt;br /&gt;Tak masalah kalau dia harus membayar beberapa juta untuk membayar keberangkatan dia kesana. Setelah beberapa tahun bekerja, tentu uang segitu bisa dikembalikan dan selebihnya ia bisa menabung. Mungkin benar, dalam setahun-dua tahun modal yang telah dikeluarkan dapat dikembalikan, tetapi itupun tidak dibayar dengan mudah, karena dia disana harus bekerja full time. Pendidikan yang telah ditempuhnya --apalagi hanya lulusan SD-- tidak mungkin cukup untuk meraih pekerjaan terhormat di kota-nya sendiri. Di negerinya sendiri.&lt;br /&gt;Singapura. Adalah negara yang makmur di kawasan Asia Tenggara itu akhirnya bisa diinjaknya, setelah melalui jasa penyalur tenaga kerja yang ada di Jakarta. Harapan tentu saja sangat besarrr. Disinilah ladang emas yang harus digali dengan tangannya.&lt;br /&gt;Tapi nasibnya sungguh malang. Di sana, ia malah terkena hukuman seumur hidup. Karena telah melakukan pembunuhan terhadap ayah dari majikannya. Entah, rasionalisasi macam apa yang harus dijawab sebagai alasan. Dari segi apapun ia tetap salah. Dan layak dihukum. Namun ia juga harus bersyukur, karena hukuman mati tidak jadi dijatuhkan oleh pengadilan. Memang cerita sukses TKI tak selamanya dinikmati. Ada banyak sekali kegagalan-kegagalan, seperti kisahnya. Nasiiibb... nasiiib... akankah selalu diadu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/rumahpurwanti.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Rumah purwanti: sekilas mirip rumah saya dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109664448849215726?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109664448849215726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109664448849215726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/10/mengadu-nasib.html' title='Mengadu Nasib'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109655680074336385</id><published>2004-09-30T22:04:00.000+07:00</published><updated>2004-09-30T22:09:59.420+07:00</updated><title type='text'>Ya Allah...</title><content type='html'>&lt;i&gt;Ya Allah, yang memiliki anugerah dan tidak dianugerahi, wahai yang memiliki kebesaran dan kemuliaan, yang memiliki karunia dan kenikmatan, tiada Tuhan melainkan Engkau, Engkau tempat berlindung, tempat memohon pertolongan, dan tempat aman bagi orang yang ketakutan,&lt;br /&gt;Ya Allah, jika telah Engkau tuliskan nasibku dalam Ummul kitab sebagai orang yang sengsara, atau orang yang diharamkan mendapat kenikmatan, atau orang yang ditolak, atau orang yang disempitkan rezekinya, maka demi kemurahan-Mu, hapuskanlah ya Allah, kesengsaraanku, keterhalanganku dari nikmat, ketertolakkanku, dan kesempitan rezekiku, kemudian tetapkanlah aku di dalam Ummul Kitab yang ada di sisi-Mu sebagai orang yang bahagia, mendapat rezeki cukup, memperoleh taufiq untuk melakukan segala kebaikan, Sesungguhnya Engkau telah berfirman, dan firman-Mu lah yang benar, di dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada nabi-Mu yang diutus, yaitu: "Allah (berkuasa utk) menghapus dan menetapkan yang dikehendaki-Nya, dan di sisi-Nya Ummul kitab"&lt;br /&gt;Ya Allah, dengan tajallimu yang Maha agung pada malam Nishfu Sya'ban yang mulia ini, yang di dalamnya dipisahkan dan dikukuhkan semua persoalan penting, aku mohon agar dihindarkan dari malapetaka yang aku ketahui, atau yang tidak aku ketahui, atau yang lebih Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Luhur dan Mulia. Semoga sholawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya, dan segenap puji bagi-Mu ya Allah, Pemelihara sekalian alam.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109655680074336385?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109655680074336385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109655680074336385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/09/ya-allah.html' title='Ya Allah...'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109644168233504321</id><published>2004-09-29T14:06:00.000+07:00</published><updated>2004-09-29T14:31:14.886+07:00</updated><title type='text'>Di Atas Bus</title><content type='html'>&lt;i&gt;Wahai presiden kami yang baru&lt;br /&gt;kamu harus dengar suara ini&lt;br /&gt;suara yang keluar dari dalam goa&lt;br /&gt;goa yang penuh lumut kebosanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hidup adalah permainan &lt;br /&gt;walau hidup adalah hiburan &lt;br /&gt;tetapi kami tak mau dipermainkan &lt;br /&gt;dan kami bukan hiburan.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/ngamen.jpg" align="right" class="rightimage"&gt;Saya berselidik, mencari darimana suara itu berasal. Sebuah kencringan terdengar lamat-lamat dari tempat dudukku. Pun suara fals pemilik suara itu. Entah, sepertinya saya pernah mendengar lagu itu. Mengikuti liriknya yang bernada bertutur, saya langsung menebak bahwa pemilik syair itu adalah Iwan Fals. Ya, Iwan Fals yang sampul albumnya menjadi kontroversi itu. Dengan peralatan yang sederhana, bocah dekil dengan baju kusam berwana merah mencoba dengan seadanya apa yang dimilikinya, suara dan juga keberanian. Mata saya berselidik ke arah pemilik suara itu, usianya kira-kira masih 13 tahun. Di usia segitu, mestinya dia tidak disini, tetapi bermain-main bersama temannya dengan seragam putih abu-abu, atau duduk-duduk di deretan bangku sedang mendengarkan penjelasan bapak guru.&lt;br /&gt;Beberapa penumpang pun naik. Ibu-ibu, bapak setengah tua, dan juga remaja. Saya pun bergeser tempat ke dekat jendela, karena seorang wanita setengah baya menggeserku. Wanita ini naik dengan banyak barang yang menyertai. Mungkin ia pedagang yang sedang kulakan barang-barang di pasar. Tiga buah Sak berwarna putih menyertainya. Digeletakkan begitu saja di pinggir pintu. Bau pengap dan rokokpun tercium dengan sempurna. Rupa-rupanya disaat pengap seperti ini masih saja yang tega merokok. Saya bukan laki-laki perokok, jadi wajar saya tidak suka bau itu. Sengatan matahari yang menembus kaca kusam jendela bus ikut menambah pengap yang sangat. Saya menjadi tidak nyaman.&lt;br /&gt;Ibu disampiang saya mencoba tersenyum kepadaku,"&lt;i&gt;Mandap pundi nak?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;"Kartasura," jawabku singkat dengan senyuman serupa. Saya kikuk menggunakan Bahasa Jawa. Dengan jawaban singkat itu saya harap ibu tadi tidak bertanya lagi atau mengajakku bercakap-cakap dengan bahasa Jawa. Saya memang bisa berbahasa Jawa, tetapi bukan &lt;em&gt;jawa inggil&lt;/em&gt; seperti itu. Bisaku paling-paling hanya &lt;i&gt;nggih&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;mboten&lt;/i&gt;. Kalau ada orang-orang bercakap-cakap, mungkin saya mengerti. Tetapi saya tidak bisa mengucapkan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kencringan itu masih terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tegakkan hukum setegak-tegaknya &lt;br /&gt;adil dan tegas tak pandang bulu &lt;br /&gt;pasti kuangkat engkau &lt;br /&gt;menjadi manusia setengah dewa. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya tenggelam dalam syair itu. Yang saya dengar bukan suara anak kecil itu, tetapi rakyat yang mengharapkan ada pemimpin yang bisa merubah nasibnya... Entahlah, manusia yang diharapkan itu ada atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keterangan&lt;/b&gt;,&lt;br /&gt;Mandap pundi nak? = turun dimana nak?&lt;br /&gt;nggih = ya&lt;br /&gt;mboten = tidak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109644168233504321?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109644168233504321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109644168233504321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/09/di-atas-bus.html' title='Di Atas Bus'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109641641400750438</id><published>2004-09-29T06:42:00.000+07:00</published><updated>2004-09-29T07:06:54.006+07:00</updated><title type='text'>Konsep "Mempunyai Musuh Bersama"</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v381/imponk/gambar/b167fbc8.jpg" align="left" class="leftimage"&gt;Ada ungkapan "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh". Tahu &lt;em&gt;kan&lt;/em&gt; maknanya?&lt;br /&gt;Indonesia, negara yang berbentuk kepulauan yang memiliki bermacam-macam suku dan budaya --yang sangat sulit untuk disatukan, akhirnya sadar untuk bersatu karena mempunyai musuh yang sama, yakni penjajah. Semula, para pejuang hanya berjuang didaerahnya sendiri-sendiri tanpa memedulikan daerah yang lain. Dengan semangat persatuan, mereka, para pejuang, bersama-sama mengusir penjajah.&lt;br /&gt;Negara-negara kesatuan, seperti United of ... , sulit untuk pecah karena mempunyai konsep ini. Makanya ia selalu mencari-cari musuh bersama untuk sama-sama dihancurkan. Tentu saja yang dianggap musuh adalah yang bisa merongrong keadidayaannya.&lt;br /&gt;Hmm... Mungkin kali ini sasarannya adalah teroris, setelah sukses besar pada waktu lalu memberangus kekuatan komunis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ps: Postingan kali ini adalah pemikiran temanku dari hasil ngobrol ngalor-ngidul. Jangan dianggap seriusss. Kalo masuk akal ya... dimasukin ajah.  Entah konsep siapa ini.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109641641400750438?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109641641400750438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109641641400750438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/09/konsep-mempunyai-musuh-bersama.html' title='Konsep &quot;Mempunyai Musuh Bersama&quot;'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109637549412866218</id><published>2004-09-28T19:25:00.000+07:00</published><updated>2004-09-29T05:14:56.186+07:00</updated><title type='text'>Cerita Kakek</title><content type='html'>Ada satu yang saya sukai ketika kakek saya menginap di rumahku --mestinya rumahnya sendiri, tetapi karena sudah diberikan kepada Ayahku jadi saya menyebutnya begitu. Yaitu, cerita kakek yang selalu mengalir dari mulutnya, tentang masa lalu. Ia selalu mencitakan waktu jaman jayanya dulu, ketika masih masa-masa perjuangan melawan penjajah, di saat usianya masih muda.&lt;br /&gt;Saya mendengarkan ceritanya ketika saya disuruh &lt;em&gt;ideg-ideg&lt;/em&gt; (memijit dengan kaki untuk menghilangkan pegal-pegal). Disaat malam, menjelang isya'. Di balai tengah, yang ada tempat tidurnya. Disitulah ceritanya mengalir.&lt;br /&gt;Ketika itu, saya bertanya tentang pembantaian orang-orang PKI, sekitar tahun 1966. PKI yang tergambar dikepalaku adalah sekumpulan orang-orang biadab yang tidak percaya dengan Tuhan (atheis). Yang selalu melakukan apa saja demi kepentingan mereka, termasuk bagaimana memperoleh kekayaan, yakni dengan merampas milik orang lain. Mereka bersenjatakan celurit dan beramai-ramai melakukan perampasan demi persamaan, sebagaimana simbol mereka: palu dan celurit yang bersilang.&lt;br /&gt;Gambaran-gambaran kekejaman PKI dikuatkan dengan tontonan 'wajib' semasa Orba --ditayangkan oleh televisi pada tanggal 30 September--, yaitu tentang penculikan tujuh jendral AD yang dibantai dan dimaksukkan ke lobang buaya. Sungguh mengerikan!&lt;br /&gt;Kakek saya lalu bercerita tentang pembantaian orang-orang PKI.&lt;br /&gt;Setiap malam, ada serombongan truk yang membawa orang-orang yang termasuk dalam daftar PKI. Tangannya diikat dan mukanya ditutup dengan kain. Lalu, di bawa ke Gudang yang terletak di selatan Jalan Desa. (Gudang peninggalan Belanda itu sampai sekarang masih berdiri kokoh. Meskipun sebagian ada yang sudah roboh, dan sebagian lagi ada yang digunakan sebagai sarang kelelawar). Dengan lubang yang telah dibuat, mereka satu persatu digorok dengan pedang dan dimasukkan ke lubangan tadi. Tak jelas, apakah mereka itu benar-benar PKI atau bukan. Yang jelas, banyak sekali mayat-mayat bergelimpangan dan dikubur dalam satu lobang secara bersamaan. Sungguh kejam! tetapi kekejaman kali ini tidak pernah masuk televisi, sebagaimana penculikan tujuh jenderal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(kakek saya meninggal pada tahun 1997, dalam usia 96 tahun. Dia adalah orang tertua yang pernah saya lihat. Disaat umur segitu, dia bukannya sakit-sakitan tapi kesehatannya sungguh mengesankan, sehingga tidak pernah merepotkan keluarga. Semoga dia diberi rahmat-Nya disana)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109637549412866218?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109637549412866218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109637549412866218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/09/cerita-kakek.html' title='Cerita Kakek'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109627618094971817</id><published>2004-09-27T16:00:00.000+07:00</published><updated>2004-09-27T16:09:40.950+07:00</updated><title type='text'>Baik Dilihat ...</title><content type='html'>Bila kamu membuka web ini dan tidak kelihatan sempurna (benner sebagian terpotong dan menampilkan tulisan noTras [tanpa h, karena terpotong]) maka kamu sekarang sedang menggunakan IE dibawah versi 6.0. Atau kamu sekarang lagi menggunakan windows 98 yang kuno itu dan tidak mengupdatenya :D&lt;br /&gt;Saya sudah mencoba untuk membukanya di Mozilla dan Mozilla Firefox, tak ada masalah dengan tampilannya. Cuman ketika saya membukanya di Macintosh, semuanya berantakan! total, malah.&lt;br /&gt;Jadi, web ini cuma baik dilihat dari browser IE versi 6.0 atau Mozilla. Dan, tidak disarankan sama sekali dibuka memakai macintosh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan halnya manusia. Setiap orang mempunyai cara pandang terhadap seseorang itu berbeda-beda, kadang sempurna, kadang tidak pernah sempurna. Yang memandang sempurna tentu orang-orang yang mencintainya :)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109627618094971817?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109627618094971817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109627618094971817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/09/baik-dilihat.html' title='Baik Dilihat ...'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109624453279501639</id><published>2004-09-27T06:53:00.000+07:00</published><updated>2004-09-27T07:22:12.796+07:00</updated><title type='text'>Perang!</title><content type='html'>Pandangan saya masih belum terhenyak dari tumpukan koran. Koleksi itu sudah semakin banyak, menggunung. Terletak disamping televisi keluarga. Entah sudah ada berapa berapa bulan atau bahkan tahun, menumpuk tinggi sekali. Ibu kos selalu merapikannya setelah kami --saya dan temanku-- membacanya dan tidak pernah kembali dalam keadaan rapi, tetapi selalu berserakan di lantai. "Setiap selesai membaca, kembalikan disini," kata ibu suatu kali sambil menujuk pada tumpukan koran-koran itu. Saya hanya mengangguk pelan. Dan lagi-lagi tidak menghiraukan apa yang telah diajarkannya kepada saya. Yakni, tentang kerapian. Saya sendiri sudah membiasakan kalau selesai membaca saya tumpuk di meja, tetapi teman saya selalu saja membiarkannya tergeletak di lantai setelah membacanya.&lt;br /&gt;Isi tumpukan koran itu terus berubah. Banyak peristiwa yang tercatat. Kalaupun saya sudah bekerja dari tahun 1945 pasti koran itu mencatat tentang kemerdekaan dan peristiwa-peristiwa mencekam setelah itu. Peristiwa G/30S PKI yang sangat mengerikan juga akan tercatat disana. Tapi sayang koran itu mungkin tidak sehebat sekarang. Sekarang di era kemerdekaan pers, koran bebas mengekspresikan dan menghadirkan fakta-fakta yang ada. Mulai dari pembantaian, penggusuran oleh penguasa, peperangan, kasus-kasus korupsi pejabat dan musibah-musibah. Tak ada rasa takut akan pembredelan karena telah mencermarkan nama baik pejabat yang dicurigai korupsi, dan tidak ada lagi orang-orang militer yang datang dengan tuduhan yang menyakitkan: itu berita bohong, fitnah! Dengan rongrongan semacam itu, koran menjadi ciut nyali untuk mengungkapkan sesuatu yang sensitif tentang pemerintah. Dan Koran tidak berani memberitakan sesuatu yang miring tentang penguasa. Pers pun bungkam dan mati! Siapa yang berani mengungkapnya, maka riwayat koran ini hanya menghitung hari. Dan karena koran itu juga mencari uang, maka tidak akan sebodoh itu melakukan dan sok menjadi pahlawan.&lt;br /&gt;Tapi sayang ingatan manusia hanya berjarak pendek. Ia tidak dapat mengingat peristiwa-peristiwa yang telah berlalu, lama. Bahkan saya sendiri tidak mengingat peristiwa tentang kelahiran saya sendiri, suatu hal yang begitu dekat dengan saya. Hanya keluarga orang-orang yang dibantai, seperti peristiwa Semanggi, yang akan selalu mengingatnya: bahwa militerisme itu mengerikan. Bayang bayang lelaki berbadan tegap, dengan sepatu boot dan juga senjata, menembaki siapa saja yang telah 'membangkang'.&lt;br /&gt;Tapi sayang ingatan manusia hanya berjarak pendek. Rasionalisasi lebih jarang digunakan. Orang lebih memperhatikan fisik, tampang, daripada catatan-catatan buram tentang calon yang dipilih menjadi pemimpin negeri ini. Memang ada harapan seperti yang telah dijanjikan, tetapi tidak akan pernah ada jaminan akan terealisasi.&lt;br /&gt;"Kita menginginkan sembuh dari penyakit secara cepat!" begitu teriak sebagian.&lt;br /&gt;"Apakah mungkin?", yang lain menimpali.&lt;br /&gt;"Tentu saja mungkin, &lt;em&gt;lha wong&lt;/em&gt; dia itu orangnya dapat dipercaya."&lt;br /&gt;Volume lompatan-lompatan percakapan semakin panjang dan semakin meninggi. Meninggi. Dan Terus meninggi. Sehingga mulai adu jotos kecil. Dan kemudian.... Peperangan pun tidak dapat terhindarkan. Perang adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109624453279501639?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109624453279501639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109624453279501639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/09/perang.html' title='Perang!'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109614272760508670</id><published>2004-09-26T03:02:00.000+07:00</published><updated>2004-09-26T05:14:26.090+07:00</updated><title type='text'>Gajah</title><content type='html'>Saya, mungkin seperti seorang anak kecil yang berkunjung ke kebun binatang. Sepulang dari sana, ibunda meminta diriku untuk menceritakan tentang gajah. Dan saya pun menjawab, "Gajah? Wah, besaaar. Hidungnya panjaaang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saya masih perlu banyak belajar tentang kepekaan terhadap 'hal-hal dalam'&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109614272760508670?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109614272760508670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109614272760508670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/09/gajah.html' title='Gajah'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5876987.post-109598225303076266</id><published>2004-09-24T06:28:00.000+07:00</published><updated>2004-09-24T06:30:53.030+07:00</updated><title type='text'>Bangsa Kasihan</title><content type='html'>Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya,&lt;br /&gt;memakan roti dari gandum yang tidak ia panen,&lt;br /&gt;dan meminum susu yang ia tidak memerasnya.&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan,&lt;br /&gt;dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,&lt;br /&gt;sementara menyerah padanya ketika bangun.&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali&lt;br /&gt;jika sedang berjalan diatas kuburan,&lt;br /&gt;tidak sesumbar kecuali di reruntuhan,&lt;br /&gt;dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah&lt;br /&gt;berada di antara pedang dan landasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,&lt;br /&gt;filosofnya gentong nasi,&lt;br /&gt;dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan&lt;br /&gt;terompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian,&lt;br /&gt;hanya untuk menyambut penguasa baru lain&lt;br /&gt;dengan terompet lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu&lt;br /&gt;menghitung tahun-tahun berlalu&lt;br /&gt;dan orang kuatnya masih dalam gendongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang terpecah-pecah,&lt;br /&gt;dan masing-masing pecahan menganggap&lt;br /&gt;dirinya sebagai bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Khalil Gibran, Entah apa judul yang sebenarnya)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5876987-109598225303076266?l=imponk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109598225303076266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5876987/posts/default/109598225303076266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imponk.blogspot.com/2004/09/bangsa-kasihan.html' title='Bangsa Kasihan'/><author><name>imponk</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
